Sebelum Syukuran Kemenangan, Prabowo Salat Jumat di Masjid Al-Azhar Capres 02 Prabowo Subianto saat menunaikan salat Jumat di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Capres 02 Prabowo Subianto melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebelumnya Prabowo dijadwalkan salat Jumat di Masjid At-Taqwa bersama Sandiaga Uno.

Para jamaah yang berada di Masjid Al-Azhar antusias mengetahui Ketua Umum Partai Gerindra itu salat berjamaah bersama mereka. Pernyataan dukungan kepada Prabowo juga disuarakan para relawan.

Usai salat Jumat Prabowo dijadwalkan menghadiri acara syukuran bersama para relawan dan petinggi partai politik Koalisi Indonesia Adil Makmur di depan kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta.

Awalnya, acara bertajuk 'Gema Nisfu Sya'ban Syukur Kemenangan Capres dan Cawapres Hasil Ijtima Ulama' digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, namun BPN mengganti lokasi di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (19/4).

Prabowo Subianto mendapat sambutan meriah dari jamaah masjid Al-Azhar Kebayoran Baru
Prabowo Subianto melambaikan tangan kepada jamaah masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru usai menunaikan salat Jumat (MP/Ponco Sulaksono)

"Saya infokan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Seyogyanya acara dilaksanakan di Masjid Istiqlal dan Monas, tetapi dipindahkan ke rumah Pak Prabowo di Jalan Kertanegara 4," kata Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Slamet Maarif di Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4).

Nantinya, kata Slamet, kegiatan syukur kemenangan diawali dengan Salat Jumat berjamaah di Masjid Al-Azhar dan Masjid di At-Taqwa. Dua masjid itu dipilih karena lokasinya tidak jauh dari Jalan Kertanegara.

"Dimulai dengan Salat Jumat berjemaah di sekitar Kertanegara, bisa di Masjid Al-Azhar atau bisa di Masjid At-Taqwa, lalu kumpul di sini sampai selesai acara, Salat Magrib lalu kami baca Surah Yasin bersama, kemudian munajat, doa, dan salawat,” jelas dia.

Ketua Persaudaraan Alumni 212 ini mengaku sengaja memindahkan acara syukur kemenangan. Menurut Slamet pihaknya ingin menghormati perayaan Hari Raya Paskah yang dipusatkan di Gereja Katedral, Jakarta Pusat.

"Kami khawatir kawan-kawan Kristiani yang akan ibadah di gereja terdekat Masjid Istiqlal, akan terganggu. Jadi dengan petimbangan itu, kami pindah agar tetap toleransi dan ibadah mereka enggak terganggu," pungkasnya.(Pon)

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH