Sebelum Bikin Kue Cokelat untuk Lebaran, Kenali Dulu Jenis Bahan Dasarnya Pasti enggak akan ada yang menolak disajikan kue cokelat saat hari raya. (foto: pixabay/congerdesign)

TAK ada yang bisa menolak pesona dan kelezatan cokelat. Dari yang sesederhana roti isi cokelat hingga brownies dan lava cake dengan cokelat melelh di dalamnya. Semuanya bikin gembira.

Jika kamu termasuk penggila cokelat, pastinya enggak akan meninggalkan kue cokelat dalam sajian untuk Hari Raya Indul Fitri nanti. Apa pun sajian cokelat yang akan kamu siapkan, bahan dasar cokelat masak jadi keharusan. Berbeda dengan cokelat siap saji, cokelat masak punya rasa yang tidak terlalu manis. Pasalnya, jenis cokelat itu memang didesain khusus untuk dicampurkan dalam bahan masakan lain, termasuk gula.

Jenis cokelat untuk bahan kuepun beragam. Sebelum pergi ke toko baking untuk beli bahan, yuk kenali dulu berbagai jenis cokelat masak untuk membuat sajian Lebaran yang nyoklat.

1. Cokelat Couverture

Cokelat couverture berkualitas tinggi dengan harga premium. (foto: naturesworks)

Bagi para pembuat kue, cokelat jenis ini merupakan cokelat berkuaitas tinggi. Cokelat couverture dibuat dari biji kakao yang diproses jadi pasta cokelat. Setelah itu, pasta cokelat diproses lagi jadi dua bagian, mentega cokelat dan cokelat bubuk. Intinya, cokelat ini dibuat dari mentega cokelat dan pasta cokelat sehingga menghasilkan rasa cokelat yang lebih kuat ketimbang jenis lainnya.

Ada banyak jenis cokelat couverture, yakni bittersweet, semisweet, white, dan milk. Karena dibuat dari mentega cokelat, couverture tak tahan disimpan dalam suhu ruang. Cokelat ini memang mudah leleh dan tekstur lelehannya lebih cair daripada cokelat masak lain. Tak mengherankan jika couverture sering dipakai untuk air mancur cokelat (chocolate fondue). Saat menikmati chocolate fondue, kamu bisa mencelupkan biskuit, buah potong, atau marshmallow ke dalamnya.


2. Cokelat Compound

cokelat putih
White chocolate merupakan salah satu jenis cokelat compund. (foto: pixabay/caja)

Kalau couverture terbuat dari mentega cokelat dan pasta cokelat, compound terbuat dari bubuk cokelat dan lemak nabati. Itulah mengapa kandungan cokelat compound tidak sekaya couverture. Cokelat compound ialah yang paling mudah ditemui di pasaran, karena memang lebih mudah mengolah jenis satu ini. Selain itu, cokelat compound bisa disimpan dalam suhu ruang. Ada 3 jenis cokelat compound yang sering kamu temui di pasaran, yaitu:

a. Cokelat Masak (Dark Cooking Chocolate)

Pernah dengar istilah DCC kan? Ya, DCC merupakan singkatan untuk dark cooking chocolate. Cokelat compound ini mengandung produk biji kakao dengan komposisi yang lebih banyak, yakni bubuk cokelat, sedikit mentega cokelat, dan minyak nabati. Karena tak ada tambahan gula atau susu, cokelat masak ini cenderung terasa pahit, pekat, dan berwarna gelap. DCC masak bisa dicampurkan dalam adonan kue atau dijadikan topping.


b. Cokelat Susu (Milk Cooking Chocolate)

Sesuai namanya, cokelat compound yang satu ini mengandung susu. Cokelat susu berwarna lebih terang daripada cokelat masak (cenderung cokelat muda), teksturnya lebih halus, dan rasanya lebih manis karena mengandung banyak gula. Cokelat susu ini lebih sering disantap langsung daripada dimasak. Jika memang harus digunakan untuk memasak, takaran gula dalam resep biasanya dikurangi.


c. Cokelat Putih (White Cooking Chocolate)


Warna putih pada cokelat disebabkan tak adanya cokelat bubuk (cocoa mass) seperti pada dua produk compound lainnya. Namun, bukan berarti cokelat putih enggak bercitarasa cokelat lo. Cokelat putih tetap memiliki unsur cokelat, yakni mentega cokelat. Intinya, cokelat putih terdiri dari mentega cokelat, susu, gula, dan vanili. Sama seperti DCC, cokelat ini juga bisa dimasak atau dimakan langsung.



3. Pasta cokelat

pasta cokelat
Pasta cokelat digunakan untuk pemberi rasa pada kue dan puding. (foto: pixabay/stux)


Pasta cokelat merupakan produk sampingan dari biji kakao yang rasanya amat pahit. Namun, pasta cokelat masak biasanya sudah berupa ekstrak dari pasta cokelat. Dengan kata lain, pasta cokelat masak adalah pasta cokelat yang sudah melalui proses pabrik alias tidak asli dari biji kakao. Tekstur pasta cokelat masak cenderung cair-agak kental. Biasanya, jenis cokelat ini digunakan untuk pemberi aroma dan rasa pada kue dan puding.



4. Chocolate Chips

chocolate chips
Cokelat kepingan biasa digunakan untuk muffin dan cookies. (foto: pixabay/richardjohn)

Jenis cokelat ini bukanlah jenis baru, melainkan turunan dari cokelat masak atau DCC yang dicetak jadi bulat-bulat kecil. Cokelat ini bisa ditemukan di toko kue atau supermarket dengan dua jenis pilihan, yakni choco chips untuk masak dan choco chips untuk topping. Choco chips khusus masak tentunya dibuat untuk campuran bahan kue, sehingga teksturnya mudah leleh. Sementara itu, choco chips topping bertekstur lebih padat dan tahan panas. Umunya, choco chips digunakan dalam muffin ataupun cookies.


5. Meses

meises
Meises biasanya digunakan untuk taburan kue. (foto: pixabay/ramdlon)

Suka menaburi roti tawar untuk sarapan dengan cokelat? Meses memang salah satu cokelat untuk topping. Meses juga disebut rice chocolate karena bentuknya seperti biji beras. Cokelat ini terbuat dari lelehan cokelat, mentega cokelat, gula, susu, dan lesitin. Meses sangat mudah ditemukan di supermarket. Bahkan tak hanya cokelat, meses juga tersedia versi warna-warninya.


6. Cokelat Bubuk

cokelat bubuk
Cokelat bubuk juga nikmat dibuat minuman. (foto: pixabay)

Cokelat bubuk terbuat dari biji kakao yang dikeringkan lalu diproses hingga menjadi bubuk. Cokelat bubuk sudah banyak digunakan sebagai bahan pembuatan kue atau diseduh sebagai minuman.


Wah, banyak ya jenis cokelat yang tersedia untuk masak. Sudah tahu kan jenis mana yang jadi pilihan kamu?(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH