Sebelum Bertemu Korea Utara, Presiden Trump Ajukan Syarat Ini Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dalam sebuah reli di Pensacola, Florida, Amerika Serikat ( ANTARA FOTO/REUTERS/Carlo Allegri)

MerahPutih.Com - Amerika Serikat tampaknya tidak ingin tergesa-gesa bertemu pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Presiden Donald Trump menuntut syarat harus dipenuhi Korut.

Dalam pernyataan resmi Gedung Putih, Jumat (9/3) Donald Trump menyatakan tidak akan bertemu kecuali Pyongyang mengambil tindakan nyata terkait proliferasi nuklir dan peredaan ketegangan di semenanjung Korea.

Dari dalam negeri, Trump menghadapi kritik terkait persetujuan pembicaraan dengan Korut yang akan menguatkan posisi Kim Jong Un.

"Presiden tidak akan mengadakan pertemuan tanpa melihat langkah konkrit dan tindakan nyata dilakukan oleh Korut, jadi presiden sebenarnya akan mendapatkan sesuatu," demikian juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders dalam penjelasan singkat sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, Sabtu (10/3).

Sanders tidak menentukan tindakan apa yang harus dilakukan Korut, dan seorang pejabat Gedung Putih kemudian mengatakan bahwa Sanders tidak bermaksud untuk menetapkan kondisi baru untuk melakukan pembicaraan dengan Kim Jong Un.

Namun, pernyataan tersebut merupakan pertanda bahwa mengakhiri perselisihan antara kedua negara mengenai program senjata nuklir Korut tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Trump tidak banyak menjelaskan kebingungan mengenai waktu pembicaraan dan prasyarat apa pun ketika dia menulis di Twitter pada Jumat.

"Kesepakatan dengan Korut sangat banyak dalam pembuatannya dan akan, jika selesai, sangat bagus untuk Dunia. Waktu dan tempat akan ditentukan," tulisnya.

AS telah lama mengatakan bahwa mereka ingin ada pembicaraan untuk membidik Pyongyang meninggalkan program senjata nuklir dan misilnya.

Harapan untuk sebuah solusi dengan Korut meningkat pada Kamis, ketika Trump mengatakan bahwa dia siap untuk mengadakan pertemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Kim.

Kedua pemimpin tersebut memicu ketegangan di seluruh dunia tahun lalu, saat mereka melakukan perang urat syaraf, karena usaha Korut untuk mengembangkan senjata nuklir yang mampu menyerang AS. Pyongyang telah menjalankan program nuklirnya untuk menentang resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Namun, ketegangan tersebut mereda di Olimpiade Musim Dingin bulan lalu di Korea Selatan, meletakkan dasar bagi pertemuan pertama antara pemimpin dari Korut dan AS, dan pertaruhan kebijakan luar negeri terbesar untuk Trump sejak dia mulai menjabat pada Januari tahun lalu.

Kepala Kantor Keamanan Nasional Korsel, Chung Eui-yong, berbicara di Washington pada Kamis setelah memberi tahu Trump tentang sebuah pertemuan oleh pejabat Korsel dengan Kim minggu ini, mengatakan bahwa presiden AS telah sepakat untuk bertemu dengan pemimpin Korut pada Mei sebagai tanggapan untuk undangan dari Kim Jong Un.

Kim telah "berkomitmen untuk melakukan denuklirisasi" dan untuk menangguhkan uji coba nuklir dan misil, demikian Chung.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH