Sebaran COVID-19 di Jatim Melambat, Media Diharapkan Giat Sajikan Berita Positif Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wagub Emil Dardak saat memberikan keterangan pers terkait COVID-19 (MP/Budi Lentera)

MerahPutih.Com - Sepanjang hari Kamis (2/4), tidak ada penambahan jumlah kasus positif Covid 19. Jumlahnya tetap 103 kasus seperti hari sebelumnya.

Namun, menurut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menjadi 686 orang, dari hari sebelumnya berjumlah 536 orang.

Baca Juga:

Gubernur Khofifah Bangga Anak SMK Produksi APD untuk Tim Medis Pasien Corona

"Untuk Orang Dengan Pemantauan (ODP), dari 7.328 orang menjadi 8.395 orang. Sementara untuk pasien yang sembuh, juga tidak ada penambahan. Sampai hari ini masih tetap 22 orang" kata Khofifah saat di gedung negara Grahadi, Surabaya, Kamis (2/4).

Sementara untuk jumlah yang meninggal, bertambah 2 orang, yakni 1 orang dari Surabaya, dan 1 orang dari kabupaten Sidoarjo.

Data sebaran pasien Covid-19 di Jawa Timur
Data sebaran pasien covid-19 di Jawa Timur per tanggal 2/4 (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Dari data tersebut, masih kata Khofifah, tingginya angka ODP, menunjukkan bahwa tim tracing bekerja optimal di lapangan.

"Saya katakan berulang ulang, bahwa ODP yang melakukan isolasi mandiri akan memutus potensi penyebaran Covid-19 kepada orang-orang terdekatnya," jelasnya.

Khofifah pun berharap agar warga tetap waspada dengan menjalani pola hidup bersih, menjauhi kerumunan, dan tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan sangat penting.

"Yang penting lagi jangan sampai panik, tapi tetap waspada," ucapnya.

Berita Positif Miliki Peranan Naikkan Imunitas Tubuh

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Cahyono mengatakan, dibandingkan hari- hari sebelumnya, pertumbuhan kasus Covid 19 di Jawa Timur mulai berjalan melambat.

Hal itu, kata Heru, adanya berita berita yang bersifat positif, yang disajikan media akan membuat masyarakat semakin optimistis sehingga tumbuh rasa bahagia.

"Sajian berita positif yang didalamnya berisikan keberhasilan penanganan Covid-19 oleh pemerintah dan semua pihak, timbul rasa bahagia. Selalu berpikir positif menjadi kunci menangkal dan mencegah terpapar virus Corona. Karena akan meningkatkan imunitas tubuh. Tentu, dibarengi dengan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, berolahraga, dan menjaga kebersihan," kata Heru.

Baca Juga:

Ditemukan Pasien Positif COVID-19 Tertular dari Surabaya, Bupati Klaten Tetapkan KLB

Menurutnya, ketika seseorang merasa bahagia, tubuh akan mengeluarkan interferon-protein yang berfungsi melawan virus serta membentuk imunitas.

Heru menambahkan, sinergitas dengan media ini memiliki peranan penting dalam upaya penangkalan Covid-19. Masyarakat akan mendapatkan asupan berita yang terakurasi kebenarannya dan tidak mudah termakan hoax. Berita-berita hoax hanya akan menambah masalah baru yang membuat masyarakat semakin cemas karena sumber berita yang tidak jelas.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Budi Lentera, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Timur.

Baca Juga:

Pemkot Solo Tidak Akan Potong Gaji ASN untuk Bantu Penanganan COVID-19

Kredit : budilentera


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH