Kesehatan Mental
 Berita Serangan Siber Bikin Warganet Stres Warganet stres akibat berita kebocoran data dan serangan siber (Foto: pixabay/b_a)

MARAKNYA kebocoran data pribadi karena adanya serangan siber membuat para warganet atau pengguna internet mengalami stres. Hal tersebut diketahui lewat survei yang diadakan Kaspersky terhadap pengguna internet di Amerika Serikat dan Kanada.

Dalam survei tersebut, 70 persen dari 2.500 warganet mengaku lebih stres akibat membaca berita tentang serangan siber dan kebocoran data pribadi.

Baca Juga:

'Guru Air Mata' Sebut Menangis Cara Ampuh Redakan Stres

Di sisi lain, setengah dari jumlah responden mengaku penggunaan layanan daring mereka meningkat selama masa pandemi COVID-19.

Sementara itu, sebanyak 56 persen responden mengaku internet merupakan sumber stres mereka. Selain itu, 25 persen responden mengaku waktu daring mereka meningkat drastis selama pandemi COVID-19.

Banyak warganet stres akibat adanya serangan siber dan kebocoran data (Foto: pixabay/thedigitalway)

Satu hal yang mengejutkan, seperti yang dikutip dari laman Zdnet, angka tersebut meningkat jauh lebih tinggi untuk milenial. Karena 64 persen milenial mengaku adanya peningkatan penggunaan internet. Sementara peningkatan bagi Baby Boomers hanya 45 persen.

Tapi, angka tingkat stres tersebut menurun dibanding laporan sebelumnya, yakni untuk periode 2018 dan 2019. Pada tahun 2018 hampir 80 persen dari responden mengaku kebocoran data membuat mereka jadi stres, lebih tinggi 7% dibanding 2021. Lalu, 60 persen responden menganggap ransomware sebagai ancaman utama.

Baca juga:

Kecerdasan Emosional Mampu Atasi Stres Kerja

Kendati tingkat stres meningkat, banyak responden yang kian percaya diri menghadapi serangan siber. Menurut survei tersebut, 36 persen mengaku sudah siap menghadapi serangan siber, sementar 23 persen belum siap menghadapi serangan siber.

Hanya sedikit warganet yang memakai platform perlindungan tambahan (Foto: pixabay/fotoart-treu)

Menariknya, hanya 30% responden yang mengaku telah memakai platform perlindungan tambahan, untuk melindungi data pribadi serta perangkat mereka dari serangan seiber.

Archie Agarwal, CEO ThreatModeler menuturkan, bahwa temuan laporan tersebut menujukan, bahwa perilaku responden yang berkebalikan. Yakni mereka takut menjadi korban serangan siber, tapi tak melakukan upaya apapun untuk melindungi dirinya.

Seperti halnya 64 persen responden lebih takut rekening banknya diakses oleh peretas, dibanding kehilangan pekerjana. Tapi disi lain 44 persen responden tak melindungi ponselnya dengan kode PIN.

"Dengan banyaknya pengguna mobile banking, hal itu membingungkan. Jadi, ketakutan tidak menjadi motivasi yang baik untuk mengambil langkah, dan perusahaan seharusnya tidak menggunakan ketakutan untuk memotivasi karyawannya, agar menjaga keamanan datanya dan mencari cara lain yang lebih positif," jelas Agarwal.

Menurut Agarwal, banyaknya berita keamanan siber yang terus-menerus tidak akan melambat dalam waktu dekat, dan pembatasan desensitisasi akan terus menjadi pemicu utama dalam masyarakat kita.

Bila melihat dari penelitian, terlihat jelas sebagian besar responden menganggap diri mereka kurang dilengkapi dalam hal keamanan siber dan pengetahuan. (Ryn)

Baca juga:

Mereka yang Kuat Hadapi Stres Berat Menurut Zodiak

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
TikTok dan Facebook Kewalahan Tangani Info Ivermectin
Hiburan & Gaya Hidup
TikTok dan Facebook Kewalahan Tangani Info Ivermectin

Jangan mudah percaya informasi dari media sosial

Biryani Termahal di Dunia, Seharga Rp3,8 juta
Fun
Biryani Termahal di Dunia, Seharga Rp3,8 juta

Biryani dengan lapisan emas di dalamnya.

Seperti Apa Kriteria Perusahaan Pemenang Top Digital Company Award 2021?
Fun
Seperti Apa Kriteria Perusahaan Pemenang Top Digital Company Award 2021?

Tidak mudah bagi perusahaan untuk memenangkan Top Digital Company Award 2021.

Harry Styles akan Buka Grammy Awards 2021
ShowBiz
Harry Styles akan Buka Grammy Awards 2021

Bakal menggebrak di awal pertunjukan.

Cerita 'Imperfect the Series' Berlanjut di Season 2
ShowBiz
Cerita 'Imperfect the Series' Berlanjut di Season 2

omedian, penulis, sekaligus sutradara Ernest Prakasa mengatakan Imperfect the Series bakal Lanjut ke season 2.

Studi: 70% Karyawan Cemas Soal Privasi Data Saat WFH
Fun
Studi: 70% Karyawan Cemas Soal Privasi Data Saat WFH

Studi menujukkan, bahwa lebih dari 50% karyawan cemas soal privasi data saat WFH

Penelitian Ungkap Hubungan Penggunaan Ganja dan Pikiran Bunuh Diri
Fun
Penelitian Ungkap Hubungan Penggunaan Ganja dan Pikiran Bunuh Diri

penggunaan ganja menyebabkan peningkatan bunuh diri yang kami amati dalam penelitian ini.

Program Ramadan Hebat Laznas BSMU Mudahkan Donatur untuk Berdonasi
Fun
Program Ramadan Hebat Laznas BSMU Mudahkan Donatur untuk Berdonasi

Ramadan 2021 ini Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) menghadirkan program bertajuk 'Ramadan Hebat'

Mengenal Dampak Memakai Masker Renggang Bagi Kulit
Fun
Mengenal Dampak Memakai Masker Renggang Bagi Kulit

Memakai masker yang renggang dapat merusak lapisan kulit terluar atau skin barrier.

Punya Banyak Buku Tapi Tak Pernah Dibaca? Mungkin Kamu Mengalami Tsundoku
Fun
Punya Banyak Buku Tapi Tak Pernah Dibaca? Mungkin Kamu Mengalami Tsundoku

Selalu membeli buku tapi tak pernah dibaca, perilaku apa ini?