Sebagai Petahana, Zulhas Punya Modal Kuat Jadi Ketum PAN Zulkifli Hasan. (Antaranews/Rangga)

Merahputih.com - Pengamat politik Universitas Indonesia, Ade Reza Hariyadi menilai Zulkifli Hasan merupakan satu-satunya kandidat yang memiliki kans besar untuk terpilih kembali sebagai ketua umum pada Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) 2020

"Yang jelas, petahana pasti punya keuntungan-keuntungan politik dibanding kandidat yang lain," ujar Ade saat dihubungi, Senin (3/2).

Menurut dia, petahana memiliki kekuasaan administratif, sekaligus organisatoris yang memungkinkan untuk memobilisasi dukungan politik secara lebih efektif.

Baca Juga

Zulhas Sebut DPR dan DPD Sepakat Kembalikan Wewenang MPR Tetapkan GBHN

Kedua, petahana lebih diuntungkan dengan rentang pengalaman sehingga memiliki pemahaman yang utuh mengenai peta politik di partai yang dipimpinnya.

Dengan keuntungan-keuntungan yang dimilikinya itu, lanjut dia, tentu menjadi modal secara internal yang cukup kuat untuk memperbesar peluang kembali memenangkan jabatan ketua umum.

"Ditambah lagi, infrastruktur-infrastruktur penyelenggaraan kongres kan masih dikendalikan Zulkifli Hasan sebagai 'incumbent'," katanya.

Selain Zulkifli Hasan, ada dua kandidat lain yang dipastikan maju sebagai calon Ketua Umum PAN periode 2020-2025, yakni Asman Abnur dan Mulfachri Harahap.

Menilik kandidat lain, ia menyebutkan Asman Abnur bukan orang baru di parpol tersebut, apalagi pernah menjabat sebagai menteri, yakni Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. (Antaranews)
Mantan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. (Antaranews)

Tentunya, Asman juga memiliki sumber daya politik yang memadai sebagai modalnya untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PAN.

"Kemudian, calon lain, yakni Mulfachri Harahap rumornya didukung oleh Amien Rais. Ya, bagaimana pun juga, Amien Rais adalah figur sentral di PAN," ujar Reza.

Apalagi, kata dia, Mulfachri akan maju berduet dengan anak Amien Rais, Hanafi Rais sebagai sekretaris jenderal sehingga semakin memperbesar peluang politiknya untuk menang.

Namun dalam perpolitikan di Indonesia ada variabel-variabel yang bersifat "injury time" yang terkadang cukup menentukan dan tidak bisa diprediksi.

Baca Juga

Zulhas Pasrah Hadapi Pertarungan Parpol Berebut Kursi Ketua MPR

"Ya, Zulkifli sebagai 'incumbent' punya kans lebih besar, tetapi perlu diingat dalam politik kepartaian di Indonesia kadang-kadang variabel 'injury time' cukup menentukan," katanya.

Kongres PAN dijadwalkan berlangsung mulai 10-12 Februari 2020 di Kendari, Sulawesi Tenggara, salah satu agendanya memilih ketua umum periode mendatang. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polemik Evi Novida Ginting, DKPP: PTUN Urusi Masalah Hukum, Bukan Etik
Indonesia
Polemik Evi Novida Ginting, DKPP: PTUN Urusi Masalah Hukum, Bukan Etik

Ini dua hal yang berbeda antara problem hukum dengan problem etik

Gibran Diprediksi Menang Mudah di Pilwakot Solo
Indonesia
Gibran Diprediksi Menang Mudah di Pilwakot Solo

Ujang melanjutkan, majunya Gibran juga terkesan terlalu dipaksakan

Kritik Kartu Pra Kerja, Pengamat: Programnya Bagus Tapi Nggak Nyambung
Indonesia
Kritik Kartu Pra Kerja, Pengamat: Programnya Bagus Tapi Nggak Nyambung

Untuk diketahui, program ini diluncurkan dengan target 5,6 juta orang yang terdampak PHK serta pekerja informal yang pendapatannya tertekan akibat penyebaran virus corona

Polda Metro Tegur Pelanggar PSBB Mulai Besok
Indonesia
Polda Metro Tegur Pelanggar PSBB Mulai Besok

"Evaluasi hari kedua PSBB ini semakin sedikit masyarakat yang melanggar aturan PSBB. Terutama aturan masker mereka sudah memahami," kata Sambodo

 Purnomo Resmi Mundur Sebagai Bakal Cawali, Rudy: Suratnya Belum Saya Proses
Indonesia
Purnomo Resmi Mundur Sebagai Bakal Cawali, Rudy: Suratnya Belum Saya Proses

"Benar saya telah menerima surat dari Purnomo yang mundur dari bakal cawali yang diusung DPC PDIP Solo.Namun, saya masih belum memprosesnya," ujar Rudy

838 Ribu Usaha Mikro Segera Dapat Banpres Rp2,4 Juta
Indonesia
838 Ribu Usaha Mikro Segera Dapat Banpres Rp2,4 Juta

Sasaran penerima manfaat ditargetkan mencapai 12 juta pelaku usaha mikro. Hingga 11 Agustus 2020, proses pengumpulan data penerima manfaat telah mencapai 17,52 juta.

Jawa Barat Butuh 72 Juta Vaksin COVID-19
Indonesia
Jawa Barat Butuh 72 Juta Vaksin COVID-19

Pemerintah membeli vaksin untuk 9,1 juta warga Indonesia pada November hingga Desember 2020.

Sandiaga Uno Puji Kinerja Ahok di Pertamina
Indonesia
Sandiaga Uno Puji Kinerja Ahok di Pertamina

Rekam jejak Ahok di dunia usaha dan pemerintah bisa membawa Pertamina menjadi lebih baik.

PSBB Bakal Dilakukan Serentak di Jabodetabek, Ketegasan Pemerintah Diperlukan
Indonesia
PSBB Bakal Dilakukan Serentak di Jabodetabek, Ketegasan Pemerintah Diperlukan

Masih masih banyak aktivitas masyarakat yang tidak sesuai protokol kesehatan.

BMKG Paparkan Penyebab Hujan Lebat di Wilayah Indonesia
Indonesia
BMKG Paparkan Penyebab Hujan Lebat di Wilayah Indonesia

selain dampak siklon tropis, saat ini aliran massa udara yang bertiup di atas wilayah Indonesia banyak mengandung uap air.