Seba Baduy 2017 Akan Digelar 28-30 April Seba Baduy 2016 di Eks Pendopo Gubernur Banten Jl Brigjen KH Syam'un Kota Serang (Foto: Sucitra)

Banten, memiliki warga adat yang masih mempertahankan prinsip-prinsip leluhur dalam menjalankan kehidupannya. Baduy, begitulah warga adat itu disebut, mayarakat berbahasa Sunda yang menetap di selatan Banten, tepatnya Desa Kanekes Kecamatan Leuwi Damar Kabupaten Lebak memiliki ritual tahunan yang mereka laksanakan secara turun temurun.

Seba Baduy, ritual itu dilakukan sebagai bentuk kepatuhannya kepada penguasa, mereka menghantarkan hasil bumi seperti padi, palawija, buah-buahan, bahkan kerajinan tangan.Ritual yang ditunggu-tunggu para peneliti sejarah, wisatawan baik domestik maupun asing serta masyarakat pada umumnya karena hanya bisa disaksikan sekali dalam setahun.

Dari tahun ke tahun, pelaksanaan seba seringkali meninggalkan cerita dan kesan berbeda terutama bagi yang rutin mengikuti ritual tersebut setiap tahunnya. Meskipun permohonan yang disampaikan masyarakat suku Baduy kepada Gubernur selaku penguasa hampir sama setiap tahunnya, misalnya permintaan menjaga lingkungan dan meminta penyertaan kolom agama ‘sunda wiwitan’ dalam kartu identitas.

Kepala Dinas Pariwisata Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, pelaksanaan Seba Baduy dilakukan usai Kawalu yang berlangsung selama tiga bulan lamanya, yang apabila dicari kesamaannya, seperti bulan ramadhan bagi umat Islam. Setiap tahun tanggal pelaksanaan Seba tidak pernah sama, tergantung dari keyakinan mereka berdasarkan petunjuk arwah leluhur.

"Tahun ini pelaksanaannya akan dimulai pada 28 sampai dengan 30 April, kami (Pemprov Banten) tengah mempersiapkan penyambutan warga masyarakat adat disini (Kota Serang)," ungkapnya, Kamis, (13/4).


Tags Artikel Ini

Dian Sucitra

LAINNYA DARI MERAH PUTIH