SDM Indonesia Didominasi Lulusan SMP, Ini Langkah HIPMI Ilustrasi pekerja. (Foto: Kemenaker).

MerahPutih.com - Sumber Daya Manusia (SDM) sangat penting bagi perekonomian sebuah negara dan salah satu input penting bagi pembangunan industri yang berdaya saing. Pada 2030-2040, Indonesia akan mengalami bonus demografi dengan jumlah usia produktif mencapai 64 persen dari total penduduk 297 juta jiwa.

Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Bidang Ketenagakerjaan Sari Pramono menilai, peningkatan pendidikan vokasi jadi kunci agar lulusan perguruan tinggi bisa terserap di pasar tenaga kerja serta mendorong link and match dunia vokasi dengan usaha.

"Kami harus banyak bersinergi dengan dunia kampus karena melahirkan calon pekerja untuk kita, jadi harus ada kesesuaian. Keterampilan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar," katanya.

Baca Juga:

Kepala BKD Pastikan Gaji ke-13 ASN DKI Tidak Dipotong

Ia menegaskan, hampir 60 persen, SDM di Indonesia masih tamatan SMP ke bawah. Bahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lulusan SMK mendominasi tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurut jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan pada Februari 2017 hingga Februari 2019.

HIPMI, kata ia, berkomitmen membantu pemerintah dalam peningkatan produktivitas tenaga kerja di lingkungan perusahaan maupun mendorong program pemerintah yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui pendidikan dan pelatihan tenaga kerja.

"Minat wirausaha juga perlu disampaikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk masuk ke dalam kurikulum pengajaran, agar minat jadi pengusaha dapat dipupuk sedini mungkin dan menjadi salah satu pilihan profesi," ungkapnya.

Ilustrasi SDM Indonesia
Ilustrasi SDM Indonesia. (Foto: Antara)

Sari mengatakan, lesunya perekonomian di masa pandemi bukan berarti menghalangi lulusan pendidikan vokasi untuk mendapatkan pekerjaan. Lulusan yang memiliki keterampilan teknis yaitu dari bidang vokasi maupun kejuruan, diyakini memiliki peluang untuk mendapat pekerjaan pada situasi krisis.

"Sekarang kalau mereka jeli melihat peluang kerja dan dapat koneksi, mungkin bisa melamar kerja. Ada beberapa industri yang bergerak, bahkan labanya bertambah," ujarnya.

Baca Juga:

MA Tolak Permohonan Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan


Tags Artikel Ini

Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH