SBY Ungkit Pemberian Jabatan Panglima TNI kepada Moeldoko Arsip - Panglima TNI Jenderal Moeldoko memeriksa persiapan pasukan pengamanan KAA di Lapangan Monas, Jakarta, Rabu (15/4/2015) (Foto: MP/Puspen TNI)

MerahPutih.com - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku menyesal pernah memberikan jabatan prestisius kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang mengambil alih partainya melalui KLB.

Presiden keenam RI ini memang pernah memberikan jabatan Kepala Staf Angkatan Darat dan Panglima TNI kepada Moeldoko.

Menurut SBY, apa yang dilakukan Moeldoko itu hanya mendatangkan rasa malu bagi perwira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Baca Juga:

Andi Mallarangeng: Jokowi Biarkan Moeldoko Rebut Demokrat

"Termasuk rasa malu dan rasa bersalah saya yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya," kata dia kepada wartawan yang dikutip Sabtu (7/3).

Bahkan, SBY memohon maaf atas langkahnya itu.

"Saya memohon ampun ke hadirat Allah subhanahu wa ta'ala, Tuhan Yang Maha Kuasa atas kesalahan saya itu."

Adapun Moeldoko, kata SBY, sebelumnya mengklaim pertemuannya dengan segelintir kader Demokrat hanya untuk minum kopi.

"Tetapi hari ini sejarah telah mengabadikan apa yang terjadi di negara yang kita cintai ini," ujarnya.

SBY saat konferensi pers di kediamannya, Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021). (ANTARA/M Fikri Setiawan)
SBY saat konferensi pers di kediamannya, Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021). (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Ia menjelaskan bahwa mempertahankan kedaulatan dan kemandirian partai adalah perjuangan yang suci dan mulia. Selain itu, ia yakin Presiden Joko Widodo memiliki integritas dalam menyikapi yang disebutnya sebagai perebutan Partai Demokrat.

Ia juga tetap percaya bahwa negara dan pemerintah akan bertindak adil. Serta akan sepenuhnya menegakkan pranata hukum yang berlaku.

"Baik itu konstitusi kita, UUD 1945 dan UU Parpol, maupun AD/ART Partai Demokrat yang secara hukum mengikat," ungkap SBY.

Baca Juga:

Andi Mallarangeng Sebut Moeldoko Sebagai Begal Partai

Ia membongkar sejumlah hal dalam gelaran KLB Deli Serdang yang menurutnya tak memenuhi syarat dan ketentuan AD/ART Partai Demokrat. Karena itu, dia pun menganggap KLB tersebut tidak sah dan ilegal.

Lebih lanjut, melalui KLB ini terlihat bahwa Moeldoko benar melakukan kudeta Partai Demokrat. Sebelumnya, Moeldoko mengelak ketika namanya disebut dalam isu kudeta Partai Demokrat.

"Memang banyak yang tercengang, banyak yang tidak percaya bahwa KSP Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam benar-benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta ini," kata SBY. (Knu)

Baca Juga:

Komentari Manuver Moeldoko Duduki Kursi Ketum Demokrat, SBY Singgung Nama Jokowi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Batalkan Perayaan Hari Samudera, TNI-AL Fokus Pencarian Sriwijaya Air
Indonesia
Batalkan Perayaan Hari Samudera, TNI-AL Fokus Pencarian Sriwijaya Air

"Operasi kemanusiaan lebih penting dan utama sehingga peringatan Hari Dharma Samudera kita batalkan, supaya fokus dalam SAR," ujar KSAL Yudo.

Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi, Indef: Selesaikan Dulu Pandeminya
Indonesia
Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi, Indef: Selesaikan Dulu Pandeminya

Pemerintah salah stategi dan salah diagnosa permasalahan

Serap Pengangguran, Anggaran Padat Karya 2021 Naik Jadi Rp18,4 Triliun
Indonesia
Serap Pengangguran, Anggaran Padat Karya 2021 Naik Jadi Rp18,4 Triliun

Peningkatan alokasi anggaran padat karya tunai tahun 2021 tersebut ditujukan untuk membuka lapangan pekerjaan lebih banyak.

[HOAKS atau FAKTA]: Pesantren Alquran Terbakar, Puluhan Santri dan Guru Meninggal
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pesantren Alquran Terbakar, Puluhan Santri dan Guru Meninggal

Unggahan milik @MauraSmitone telah dibagikan sebanyak empat kali, dan dikomentari oleh 22 pengguna Facebook lainnya.

50 Ribu Pekerja Migran Indonesia Balik Ke Tanah Air
Indonesia
50 Ribu Pekerja Migran Indonesia Balik Ke Tanah Air

kepulangan ini, perlu diantisipasi, yaitu dilakukan penerapan protokol kesehatan yang ketat dengan melakukan karantina selama 5 hari di daerah kedatangan serta dilakukan PCR-test kepada masing-masing orang.

Polda Metro Minta Pesepeda Road Bike Hormati Sesama Pemakai Jalan
Indonesia
Polda Metro Minta Pesepeda Road Bike Hormati Sesama Pemakai Jalan

Izin melintas ini hanya ada di jam tertentu

Din Syamsuddin Nilai Pemeriksaan Anies Bikin Citra Polri Buruk
Indonesia
Din Syamsuddin Nilai Pemeriksaan Anies Bikin Citra Polri Buruk

Pemeriksaan Anies Baswedan dalam kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan saat acara FPI menuai kontroversi.

Buntut Sebutan Bencong, Mabes Polri Evaluasi Kapolres Blitar
Indonesia
Buntut Sebutan Bencong, Mabes Polri Evaluasi Kapolres Blitar

AKBP Fanani yang lama berdinas di Polda Metro Jaya menjelaskan, kemarahan yang ditujukan pada AKP Agus Tri gegara masalah rambut.

Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 Dekati 1 Juta
Indonesia
Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 Dekati 1 Juta

Kasus harian COVID-19 di Indonesia pada hari ini, Kamis (11/2), bertambah sebanyak 8.435.

Polisi Ungkap Alasan Reza Artamevia Konsumsi Sabu
Indonesia
Polisi Ungkap Alasan Reza Artamevia Konsumsi Sabu

mantan istri Adjie Massaid positif mengonsumsi sabu setelah dilakukan tes urine oleh Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Pold Metro Jaya.