SBY Suarakan Perdamaian, Minta Masyarakat Internasional Dukung Gencatan Senjata Rusia dan Ukraina Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Foto: Tangkapan Layar)

MerahPutih.com - Perang antara Rusia dengan Ukraina seolah tak ada henti. Namun, seruan perdamaian antar negara serumpun itu terus disuarakan.

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyuarakan gencatan senjata atau penghentian serangan. Tujuannya untuk bantuan kemanusiaan terkait perang Rusia dan Ukraina.

Baca Juga:

Sejumlah Developer Game Galang Donasi Untuk Ukraina

Menurut SBY, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Rusia dan Ukraina, termasuk para pihak lainnya perlu menyepakati gencatan senjata.

Pihak-pihak yang berperang, sambungnya, harus membukakan jalan untuk pemberian bantuan kenanusiaan melalui gencatan senjata sementara (truce).

"Truce ini harus dihormati dan dipatuhi oleh kedua belah pihak. Masyarakat internasional, utamanya PBB, tidak boleh abstain dan tidak peduli dengan aksi kemanusiaan ini,” imbuh SBY dalam keteranganganya yang dikutip, Jumat (18/3).

Purnawirawan jenderal TNI ini mengakui memang tidak mudah mencari solusi damai dari konflik atau perang bersenjata yang sudah terjadi.

Saat masih aktif dalam dinas militer dengan pangkat Brigjen, SBY pernah memimpin pasukan perdamaian PBB di zona konflik Bosnia-Herzegovina selama enam bulan pada 1996.

Selain itu, saat menjadi Menko Polsoskam pada era Presiden Keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan Menko Polkam pada era Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri, SBY terlibat aktif menyelesaikan konflik horisontal di Sampit, Poso, Ambon dan Maluku Utara.

SBY juga berhasil menyelesaikan konflik bersenjata di Aceh yang sudah berlangsung 29 tahun ketika memimpin Indonesia. SBY terlibat pun aktif dalam upaya dunia mengatasi konflik Suriah pada pertemuan G-20 di Rusia.

Mantan Ketua Umum Demokrat itu memahami, situasinya sangat tidak mudah, dan semakin rumit ketika negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi yang berat terhadap Rusia.

"Dunia tak seindah bulan purnama. Kita semua harus siap dan bisa hidup dalam dunia yang tak pernah damai dan menjadi ajang benturan kepentingan nasional yang juga tak akan pernah usai,” tegas SBY.

Baca Juga:

Hanya karena Jersey, Hubungan Ukraina dan Rusia Memanas

Menurut SBY, prakarsa untuk melakukan gencatan senjata ini, sering berasal dari pihak ketiga, misalnya PBB.

"Sejarah juga banyak mencatat bahwa peperangan, seberapapun dahsyatnya, akhirnya berakhir di meja perundingan,” kata ayah dari Agus Harimurti Yudhoyono yang kini jadi Ketum Demokrat ini.

SBY yang dikenal memiliki hobi olah raga Voli ini menyerukan semua pihak di dunia untuk sama-sama peduli terhadap perang yang terjadi di benua Eropa ini.

Sebab, ia khawatir hanya negara-negara besar yang ekonominya kuat sajalah yang bisa mengatasi dampak buruknya. Sementara negara berekonomi sedang apalagi lemah akan menanggung beban yang terlampau berat.

“Saya harus berani mengatakan bahwa sebaiknya dunia mencegah memburuknya situasi kemanusiaan di Ukraina, mencegah terjadinya perang dunia dan perang nuklir, serta mencegah pula terjadinya perang ekonomi yang makin tajam, meluas dan indiskriminatif," jelas suami mendiang Ani Yudhoyono ini.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berpidato di depan Kongres Amerika Serikat (AS) secara virtual, Rabu (16/3).

Dia mengatakan negaranya tengah menghadapi serangan terburuk sejak Perang Dunia II.

Namun, dia menuturkan rakyatnya tidak pernah menyerah kendati terus dihujani serangan oleh Rusia.

Dia juga secara khusus menyinggung Presiden AS Joe Biden dengan memintanya untuk menjadi pemimpin perdamaian.

Dalam pidato itu, Zelensky juga menegaskan pentngnya zona larangan udara di Ukraina, serta meminta AS untuk menambah sanksi kepada Rusia.(knu)

Baca Juga:

Pemain Profesional CSGO Sumbang Rp473 Juta untuk Tentara Ukraina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Harapan Menhub Budi setelah Groundbreaking Proyek Elevated Rail dan Jalur Ganda di Solo
Indonesia
Harapan Menhub Budi setelah Groundbreaking Proyek Elevated Rail dan Jalur Ganda di Solo

Groundbreaking Elevated Rail dan Jalur Ganda mega proyek pemerintahan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka resmi telah dilakukan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Sabtu (8/1).

DPD Sebut RUU Daerah Kepulauan Jadikan Indonesia Poros Maritim Dunia
Indonesia
DPD Sebut RUU Daerah Kepulauan Jadikan Indonesia Poros Maritim Dunia

Ketua DPD La Nyalla Mattalitti mengatakan UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dipandang belum berpihak kepada wilayah kepulauan.

Golkar Usul Setiap Fraksi Ajukan Nama Calon Pengganti Anies
Indonesia
Golkar Usul Setiap Fraksi Ajukan Nama Calon Pengganti Anies

Menteri Tito sebaiknya meminta agar semua fraksi DPRD DKI berhak mengusulkan tiap nama calon.

Bank Mulai Salurkan Kredit, Ekonomi Semakin Baik
Indonesia
Bank Mulai Salurkan Kredit, Ekonomi Semakin Baik

Jumlah simpanan di bawah Rp 2 miliar yang masuk program penjaminan mencapai sekitar 50,02 persen dari total simpanan atau setara dengan Rp3.564,11 triliun.

[Hoaks atau Fakta]: WhatsApp Bagikan Toyota Avanza Veloz
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: WhatsApp Bagikan Toyota Avanza Veloz

Pesan serupa sudah pernah diverifikasi sebelumnya dalam website turnbackhoax.id berjudul “Anda Berhak Terima Hadiah Cashback Voucher Pulsa Gratis dari Telegran Senilai 300.000” pada 7 juli 2021.

Begini Pembagian Tugas Anggota Bawaslu 2022-2027 Hadapi Pemilu
Indonesia
Begini Pembagian Tugas Anggota Bawaslu 2022-2027 Hadapi Pemilu

Ada lima anggota Bawaslu Periode 2022-2027 yakni Rahmat Bagja, Puadi, Totok Haryono, Herwyn Jefler H Malonda, dan Lolly Suhenty, yang telah dilantik Jokowi.

Jokowi Hadiri Pertemuan Dunia Kurangi Bencana di Bali
Indonesia
Jokowi Hadiri Pertemuan Dunia Kurangi Bencana di Bali

Presiden diagendakan melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Zambia W.K. Mutale Nalumango.

PTM di DKI Penuhi Syarat, Wagub: Kami Masih Dapat Mengatasi
Indonesia
PTM di DKI Penuhi Syarat, Wagub: Kami Masih Dapat Mengatasi

Tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat, patuh, disiplin, dan penuh tanggung jawab

KPK Kumpulkan PNBP Rp 301 Miliar di Semester I/2022
Indonesia
KPK Kumpulkan PNBP Rp 301 Miliar di Semester I/2022

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat telah mengumpulkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sekitar Rp301 miliar selama semester I/2022 dari target selama setahun sekitar Rp 141 miliar.