SBY Minta Bangsa Indonesia Bersatu Melawan Terorisme Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Foto: Partai Demokrat/Facebook

MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, mengutuk aksi terorisme yang terjadi di Surabaya yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Saya juga mengutuk aksi-aksi para teroris itu yang mengakibatkan jatuhnya korban, saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah keagamaan di Surabaya," kata SBY dalam video yang diunggahnya di Twitternya, Senin (14/5)

Mantan Presiden ke-6 Indonesia ini menilai aksi terorisme apapun dalihnya dan atas nama apapun tidak dibenarkan, sehingga tindakan terorisme harus dilawan.

"Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus bersatu untuk melawan dan mengalahkan aksi-aksi terorisme tersebut," tegasnya.

Polisi menghentikan dan memeriksa warga yang melintas di Jalan Niaga Samping setelah terjadi ledakan di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5). ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Selain itu, SBY juga meminta kepada masyarakat agar tidak saling salah menyalahkan dan tidak perlu ada komentar-komentar yang tidak semestinya.

"Mari kita berikan kesempatan kepada para aparat keamanan dan penegak hukum untuk mencari dan menemukan siapa perancang, dalang dan penggerak dari serangan para teroris ini," ucap SBY.

Pria kelahiran Pacitan ini berharap negara, pemerintah, dan aparat keamanan untuk menjamin dan memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia dan masyarakat kita untuk bisa tinggal hidup dan bekerja dengan aman di Tanah Air-nya.

"Dan tentunya termasuk saudara-saudara kita yang menjalankan ibadah keagamaan di manapun ibadah itu dilakukan," ujarnya,

Sejumlah anggota Polisi melakukan identifikasi terhadap rumah terduga teroris pengeboman gereja di kawasan Wonorejo Asri, Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Seperti diketahui, pada Minggu (13/5) terjadi pengeboman di tiga gereja yakni gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro, GPPS Jemaat Sawahan di Jalan Arjuna.

Selain itu, ledakan bom juga terjadi di Sidoarjo, tepatnya di Rusunawa Wonocolo, malam harinya. Akibatnya, tiga orang tewas dan dua orang anak-anak mengalami luka yang dibawa ke rumah sakit.

Tak hanya itu, aksi teror bom bunuh diri kembali terjadi di Markas Polrestabes Surabaya Jawa Timur yang diduga dilakukan oleh pengendara sepeda motor pada Senin (14/5) pagi WIB. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH