SBY Laporkan Firman Wijaya dengan Pasal Pencemaran Nama Baik SBY saat membuat laporan di Bareskrim Polri (MP/Gomes)

MerahPutih.com - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudoyono menyambangi Kantor sementara Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, untuk melaporkan kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya yang mencatut namanya dalam sidang perkara kasus korupsi e- KTP.

Pantauan Merahputih.com, SBY tiba di kantor Bareskrim Polri, Gedung Kementrian Kelautan dan Perikanan menggunakan mobil Toyota Alphard F 414 RI.

Berkemeja biru, SBY didampingi oleh Ibu Ani Yudhoyono. Selain itu, sejumlah kader Partai Demokrat turut mendampingi SBY sebut saja Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan dan sejumlah pengacara.

Laporan SBY sendiri telah diterima Bareskrim dengan nomor LP/187/II/2018/Bareskrim, tanggal 6 februari 2018. Terlapor dalam laporan itu adalah Firman Wijaya. Pasal yang disangkakan terhadap Firman adalah Pasal 310, 311 KUHP Junto 27 Ayat 3 Undang Undang ITE.

"Saya sebagai warga negara yang menaati hukum tetapi juga ingin mencari keadilan, secara resmi melaporkan saudara Firman Wijaya yang saya nilai telah melakukan fitnah dan mencermarkan nama baik," kata SBY di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (6/2).

Untuk langkah selanjutnya, SBY menyerahkan sepenuhnya kepada tim kuasa hukum. Ia pun meyakini kalau Allah SWT akan memberikan jalan yang terbaik untuk dirinya.

"Selebihnya saya serahkan kepada kuasa hukum dan tentinya saya serahkan. Tuhan maha kuasa Allah SWT," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, anggota kuasa hukum SBY, Ferdinand Hutahean mengatakan, pihaknya telah membawa sejumlah barang bukti yang telah diserahkan kepada kepolisian. Salah satunya yaitu, bukti rekaman video ucapan Firman Wijaya.

"Tadi sudah kami serahkan bukti berupa unggahan Youtube dan print-an tulisan media online," tuturnya. (GR)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jika Operasi Yustisi Tak Efektif, Polisi Siap Ganjar Pelanggar Protokol Kesehatan Pakai UU
Indonesia
Jika Operasi Yustisi Tak Efektif, Polisi Siap Ganjar Pelanggar Protokol Kesehatan Pakai UU

Ada beberapa UU yang bisa digunakan bagi warga yang tidak disiplin protokol COVID-19

Harga Minyak Anjlok, Pertamina Dituntut Turunkan Harga BBM
Indonesia
Harga Minyak Anjlok, Pertamina Dituntut Turunkan Harga BBM

Pertamina harus segera menurunkan semua harga BBM, baik yang non-subsidi maupun subsidi.

Putri Zulhas Pertanyakan Keputusan Menteri Nadiem yang Belum Buka Aktivitas Perkuliahan
Indonesia
Putri Zulhas Pertanyakan Keputusan Menteri Nadiem yang Belum Buka Aktivitas Perkuliahan

Padahal, pemerintah sudah membuka tempat wisata dan perbelanjaan dibuka namun dunia perkuliahan dihentikan.

Versi BPBD Banjir Terparah di Jakarta Timur, Tinggi Air Sampai 3 Meter
Indonesia
Versi BPBD Banjir Terparah di Jakarta Timur, Tinggi Air Sampai 3 Meter

Banjir di Jaktim tersebar di 34 titik dengan ketinggian air sampai 3 meter.

Menristek: Diperlukan Minimal 360 Juta Dosis Vaksin COVID-19
Indonesia
Menristek: Diperlukan Minimal 360 Juta Dosis Vaksin COVID-19

Untuk memperlancar produksi vaksin, Kementerian Riset dan Teknologi sudah menggandeng dan bernegosiasi dengan beberapa perusahaan swasta

Asosiasi Pilot Garuda Dukung Proses Hukum Ari Askhara
Indonesia
Asosiasi Pilot Garuda Dukung Proses Hukum Ari Askhara

Bintang mengatakan, pihaknya terus mendukung seluruh langkah-langkah pemerintah dalam menegakkan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Perhatikan Momentum Politik, Hasto: Paslon Surabaya dan Bali Masuk Gelombang IV
Indonesia
Perhatikan Momentum Politik, Hasto: Paslon Surabaya dan Bali Masuk Gelombang IV

PDIP menyatakan selalu menantikan momentum politik yang tepat untuk mengumumkan para calon kepala daerah.

Gerindra Wacanakan Bansos Diganti Bantuan Tunai
Indonesia
Gerindra Wacanakan Bansos Diganti Bantuan Tunai

Mengganti sembako dengan uang tunai juga akan mempermudah proses penyaluran

KPK Buka Kemungkinan Jerat Waskita Karya Jadi Tersangka Korporasi
Indonesia
KPK Buka Kemungkinan Jerat Waskita Karya Jadi Tersangka Korporasi

Saat ini KPK masih fokus kepada proses penyidikan yang sedang berjalan

 WNI Positif Corona, Keuskupan Agung Jakarta Keluarkan Aturan Khusus Bagi Umat Katolik
Indonesia
WNI Positif Corona, Keuskupan Agung Jakarta Keluarkan Aturan Khusus Bagi Umat Katolik

Disampaikan Romo Samuel, meskipun perlu waspada terhadap penularan dan penyebaran virus corona, namun kita tidak perlu panik mengambil langkah langkah yang tidak perlu dilakukan.