SBY Ingin Jokowi Sukses Laksanakan Tugasnya Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melambaikan tangan usai pidato pada Refleksi Pergantian Tahun Partai Demokrat di JCC, Rabu (11/12). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Merahputih.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato politik akhir tahunnya di Jakarta Convention Centre, Rabu (11/12).

SBY mengatakan, Demokrat berkomitmen mendukung pemerintah Joko Widodo agar sukses dalam menjalankan tugasnya meski berada di luar pemerintahan.

"Kami ingin pemerintah sukses dalam melaksanakan tugasnya," ujar SBY, Rabu (11/12).

Baca Juga:

Anggaran Pertahanan Masuk Kategori Rahasia Negara, Prabowo Enggan Buka-bukaan

Demokrat akan mengkritisi kebijakan yang dianggap keliru dengan harapan pemerintah melakukan koreksi dan perbaikan. Hal ini menurutnya merupakan tanggung jawab moral, sosial dan politik Partai Demokrat yang harus dijaga dan laksanakan.

SBY mengatakan ekonomi global dalam keadaan tidak baik. Banyak pihak yang meramalkan dunia akan mengalami resesi, dengan pertumbuhan ekonomi rendah.

"Kita harus sangat serius kurangi dampak buruk resesi ke ekonomi RI. sangat bahaya kalau kita lalai dan bersikap business as usual," kata SBY

Bila ekonomi sampai resesi hingga memburuk maka rakyat paling terkena dampak, terutama warga miskin dan kurang mampu. Namun, bila pemerintah bisa mencegah resesi bahkan sebaliknya ekonomi bisa meningkat maka taraf hidup rakyat akan naik.

"Pemerintah sudah berupaya termasuk menjaga pertumbuhan fundamental dan aspek-aspek makro. Berhasil sebagian belum, paling tidak masih banyak PR yang harus dilakukan," kata dia.

Presiden Jokowi dan SBY di Istana (Biro Pers Setpres)

Salah satu yang disoroti SBY adalah soal pekerjaan. SBY mengatakan banyak peralihan pekerjaan dari sektor formal ke sektor informal. Keadaan seperti ini, kata dia, kerap diikuti menurunnya penghasilan dan tentunya daya beli mereka.

"Itulah sebabnya Demokrat mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam meningkatkan biaya yang ditanggung oleh rakyat, seperti BPJS, tarif dasar listrik dan lain-lain. Perhatikan 'timing' kapan dinaikkan dan seberapa besar angka kenaikan yang tepat," kata SBY.

Secara moral dan sosial, kata SBY, tidaklah bijak membebani rakyat secara berlebihan ketika ekonomi sedang susah. SBY juga menyoroti soal pengangguran.

Baca Juga:

Rapat dengan Komisi I, Prabowo Tegaskan Pertahanan Indonesia Bermasalah

"Satu hal yang juga patut menjadi perhatian kita adalah siapa yang menganggur dewasa ini. Data menunjukkan bahwa prosentase dan angka lulusan SMK, SMA dan Perguruan Tinggi yang menganggur relatif tinggi," jelas SBY.

Keadaan seperti ini, kata SBY, tentu rawan secara sosial, politik dan keamanan. SBY lalu mengungkit fenomena Arab Spring.

"Kita belajar dari pengalaman Arab Spring di tahun 2011 dulu. Juga terjadinya gerakan protes sosial di 30 negara tahun ini. Penyebab utamanya antara lain adalah kesulitan ekonomi dan banyaknya pengangguran," kata SBY. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kadisdik Jabar Mangkir Klarifikasi Pelanggaran PPDB, Ombudsman Ancam Panggil Paksa
Indonesia
Kadisdik Jabar Mangkir Klarifikasi Pelanggaran PPDB, Ombudsman Ancam Panggil Paksa

Kadisdik Jabar beralasan tidak ada perintah menghadiri undangan Ombudsman Jakarta Raya dari Pemprov Jabar.

[HOAKS atau FAKTA]:  Anak 4 Tahun Ikut Ibunya Dipenjara
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anak 4 Tahun Ikut Ibunya Dipenjara

Akun Facebook bernama Joes Andy membagikan sebuah gambar yang di dalamnya terdapat foto artis Gisella Anastasia dan foto seorang ibu beserta anaknya di balik jeruji penjara.

LPSK Siap Lindungi Saksi dan Korban Baku Tembak Polisi-FPI
Indonesia
LPSK Siap Lindungi Saksi dan Korban Baku Tembak Polisi-FPI

Proses hukum yang profesional dan akuntabel, hendaknya dikedepankan

11.800 Jiwa Warga Badui Bakal Disuntik Vaksin COVID-19
Berita
11.800 Jiwa Warga Badui Bakal Disuntik Vaksin COVID-19

Sejauh ini masyarakat Badui belum ditemukan adanya kasus virus corona di wilayahnya. Untuk mencegah penyebaran COVID-19, masyarakat Badui dilarang keluar daerah, terkecuali ada urusan penting.

Pakar Nilai Pemidanaan Polisi Salah Tangkap Perlu Dimasukkan ke RUU KUHP
Indonesia
Pakar Nilai Pemidanaan Polisi Salah Tangkap Perlu Dimasukkan ke RUU KUHP

Ia lantas mengusulkan ada ketentuan itu di dalam RUU KUHP

PSI Jakarta Mulai Berburu Caleg Buat Bertarung di 2024
Indonesia
PSI Jakarta Mulai Berburu Caleg Buat Bertarung di 2024

Komite Seleksi Caleg yang terbentuk akan berjalan dengan nilai-nilai dasar PSI dengan mengedepankan partisipasi publik, transparansi, meritokrasi dan bebas dari mahar politik.

Luhut Prediksi Kasus Harian COVID-19 3.000 sampai 7.000 Per Hari
Indonesia
Luhut Prediksi Kasus Harian COVID-19 3.000 sampai 7.000 Per Hari

"Indonesia secara umum kasus konfirmasi sudah turun 88,1 dari tanggal puncak kasus 15 Juli," kata Luhut

Wagub DKI Kirim Surat ke Turki Terkait Polemik Penamaan Jalan Mustafa Kemal Ataturk
Indonesia
Wagub DKI Kirim Surat ke Turki Terkait Polemik Penamaan Jalan Mustafa Kemal Ataturk

DKI telah bersurat kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Turki terkait penamaan jalan Ataturk salah satu jalan kawasan Menteng, Jakarta.

Jabar Juara Dua Peparnas Papua, Bunda Angkat Besi Tetap Bangga
Indonesia
Jabar Juara Dua Peparnas Papua, Bunda Angkat Besi Tetap Bangga

Jawa Barat harus puas meraih gelar juara kedua Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua.

Buka Pendidikan Sesko TNI, Dansesko Sampaikan Amanat Panglima TNI
Indonesia
Buka Pendidikan Sesko TNI, Dansesko Sampaikan Amanat Panglima TNI

Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI (Dansesko TNI) Marsekal Madya TNI Dedy Permadi membuka Pendidikan Reguler ke-48 Sesko TNI secara virtual.