SBY Daftarkan Nama dan Logo Demokrat ke Dirjen KI, Kubu Moeldoko Protes Dokumen permohonan pendaftaran Partai Demokrat sebagai nama merek sebagaimana diakses dari laman resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual di Jakarta, Jumat (9/4). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

MerahPutih.com - Kubu kongres luar biasa (KLB) yang dipimpin oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebut Partai Demokrat bukan nama merek dan bukan dimiliki oleh satu pribadi tertentu.

“Partai Demokrat itu salah satu organisasi yang didirikan oleh sekelompok warga negara secara sukarela untuk memperjuangkan dan membela kepentingan anggota, masyarakat, bangsa, dan negara,” terang Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika Demokrat pimpinan Moeldoko, Saiful Huda Ems, melalui keterangab tertulisnya di Jakarta, Jumat (9/4).

Oleh karena itu, ia menyampaikan tidak tepat jika Partai Demokrat didaftarkan sebagai nama merek, karena merek hanya dapat diberikan kepada barang dan jasa.

“Partai Demokrat itu bukan perusahaan bisnis yang menjual barang dan jasa, hingga sangat lucu apabila tiba-tiba Pak SBY mendaftarkan merek dan lukisan (logo) Partai Demokrat ke Dirjen Kekayaan Intelektual,” tegasnya.

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Foto: ANTARA

Oleh karena itu, kelompok KLB akan segera mengirim surat bantahan ke Ditjen KI Kemenkumham terkait pendaftaran nama dan logo Partai Demokrat itu. Surat bantahan itu dilayangkan sebagai bentuk penolakan terhadap aksi SBY, yang menurut kubu Moeldoko, telah melanggar ketentuan perundang-undangan.

“Apa yang dilakukan oleh SBY tidak hanya menyalahi Undang-Undang, namun juga merupakan suatu kebohongan besar yang telah dilakukan oleh SBY. Beberapa pendiri sah Partai Demokrat yang masih hidup akan bersaksi, bagaimana sesungguhnya Partai Demokrat itu didirikan dan dideklarasikan,” terangnya.

Sejauh ini, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat belum menjawab pertanyaan terkait pendaftaran merek ke Ditjen KI Kemenkumham. DPP Partai Demokrat juga belum dapat dihubungi untuk diminta tanggapannya terkait komentar kubu Moeldoko soal pendaftaran merek.

Jika merujuk pada informasi laman resmi Ditjen KI Kemenkumham, sebagaimana dipantau di Jakarta, Jumat, “Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, MA” dengan alamat “Puri Cikeas Indah No.2 RT.001, RW.002 Kec. Gunung Putri, Kel. Nagrak,” tercatat sebagai nama pemohon yang mendaftarkan Partai Demokrat sebagai nama merek.

Berkas permohonan itu telah dilayangkan SBY ke Kemenkumham pada 18 Maret 2021 dan dokumen itu diterima oleh pihak kementerian pada tanggal yang sama. Permohonan itu terdaftar dengan nomor IPT2021039318, sementara untuk berkas pengumumannya BRM2115A. Informasi di laman yang sama menunjukkan permohonan tersebut masuk dalam kode “45”, yang merujuk pada “organisasi pertemuan politik”. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Eks Ketua WP KPK Jadi Influencer Antikorupsi
Indonesia
Eks Ketua WP KPK Jadi Influencer Antikorupsi

Yudi Purnomo saat ini mengisi aktivitas dengan menjadi pembicara antikorupsi di berbagai media massa hingga kanal Youtube.

PPATK: Temuan Rp 120 Triliun Harus Diikuti Pemiskinan Para Bandar Narkoba
Indonesia
PPATK: Temuan Rp 120 Triliun Harus Diikuti Pemiskinan Para Bandar Narkoba

Temuan rekening sebesar Rp 120 triliun milik sindikat narkoba menunjukkan upaya pemberantasan peredaran barang terlarang ini harus diikuti dengan memiskinkan para bandar.

PBNU Nyatakan Dalam Keadaan Darurat, Hukum Penggunaan Vaksin Wajib
Indonesia
PBNU Nyatakan Dalam Keadaan Darurat, Hukum Penggunaan Vaksin Wajib

Vaksinasi termasuk hifdzun nafs atau upaya menjaga jiwa dalam ajaran Islam

Pemkot Bandung Usulkan 400 Ribu Lebih Pelaku Usaha untuk Dapat Banpres UMKM
Indonesia
Pemkot Bandung Usulkan 400 Ribu Lebih Pelaku Usaha untuk Dapat Banpres UMKM

Pemkot Bandung tahun ini mengusulkan lebih banyak penerima Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro atau BPUM dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Sah! RKUHP Masuk Prolegnas Prioritas 2021
Indonesia
Sah! RKUHP Masuk Prolegnas Prioritas 2021

Karena RKUHP merupakan 'carry over' atau peralihan dari periode DPR 2014-2019, maka yang akan dibahas hanya pasal-pasal yang belum tuntas

[HOAKS atau FAKTA] Tokopedia Beri Hadiah Rp150 Juta
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Tokopedia Beri Hadiah Rp150 Juta

Beredar pesan undian Tokopedia melalui layanan pesan singkat. Dalam pesan tersebut, disebutkan bahwa pengguna telah memenangkan hadiah sebesar Rp150 juta.

Juliari Batubara Akui Berikan Uang SGD50 Ribu kepada Ketua DPC PDIP Kendal
Indonesia
Juliari Batubara Akui Berikan Uang SGD50 Ribu kepada Ketua DPC PDIP Kendal

Juliari Peter Batubara mengakui pernah memberikan uang senilai SGD50 ribu kepada Ketua DPC PDIP Kendal Ahmad Suyuti.

Menko Luhut Pastikan Vaksinasi Nasional COVID-19 Dimulai Rabu
Indonesia
Menko Luhut Pastikan Vaksinasi Nasional COVID-19 Dimulai Rabu

Dampak vaksinasi ini diprediksi akan mulai kelihatan dalam tiga bulan ke depan.

Pendaftaran Masuk PTN lewat SBMPTN Diperpajang Satu Hari
Indonesia
Pendaftaran Masuk PTN lewat SBMPTN Diperpajang Satu Hari

Jumlah peserta yang mendaftar dengan status peserta reguler sebanyak 515.472 siswa dan yang mendaftar dengan status pemegang nomor pendaftaran KIP Kuliah sebanyak 211.573 siswa.

Catatkan Rekor, Sehari Kasus COVID-19 Tembus lebih dari 20 Ribu
Indonesia
Catatkan Rekor, Sehari Kasus COVID-19 Tembus lebih dari 20 Ribu

Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 355 orang