SBY Bicara Soal Hobi Melukis hingga Presidensi G20 Tangkapan layar Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: Youtube Adhyaksa Dault Channel)

MerahPutih.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI periode 2004-2009 Adhyaksa Dault berkesempatan mewawancarai Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara eksklusif.

Selama wawancara keduanya membahas beragam hal mulai dari olahraga, seni budaya hingga situasi terkini tekait geopolitik global serta peran Indonesia dalam Presidensi G20.

Selain itu, artis Syifa Savira Nuraisyah atau lebih dikenal sebagai Syifa Hadju juga turut mendampingi Adhyaksa Dault sebagai co-host selama berjalannya wawancara dalam episode perdana Adhyaksa Dault Channel di YouTube.

SBY mengatakan, melukis menjadi salah satu kegiatan sehari-hari guna mengasahan hobinya di bidang seni budaya. Menurutnya, ada beberapa aliran atau paham dalam seni melukis dan SBY memilih gaya seni rupa realisme dengan tambahan unsur impresionisme.

Baca Juga:

SBY Didampingi AHY dan Ibas Melayat Istri Lukminto Pendiri Sritex

"Iya jadi aliran atau paham melukis itu banyak sekali tetapi saya memilih realisme, yang realis alam semesta ciptaan Tuhan tetapi saya tambahkan dengan impresionisme," kata SBY dalam wawancara ekslusif di kanal YouTube AdhyaksaDaultChannel dikutip pada Jumat (9/9).

"Realis impresionis artinya apa, saya memotret dalam lukisan alam ciptaan Allah itu saya tambahkan agar lebih menarik diperkaya warnanya, ilustrasi yang lain sehingga realisme plus, nah di situ memang saya harus punya banyak referensi apa yang saya lukis," ungkap SBY.

SBY mengungkapkan, sebagian besar lukisan hasil karyanya berasal dari jepretan foto mendiang sang istri, Ani Yudhoyono. Sesekali ayah dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini juga mencari inspirasi lukisannya dari sumber-sumber terbuka dengan modifikasi yang dikembangkannya.

"Sebagian dari lukisan saya mengambil hasil fotografi Ibu Ani. Yang kedua saya foto sendiri. Setelah Ibu Ani tiada, itu juga saya lukis," kata SBY.

"Lantas, saya sekali-sekali saya lihat open source, sumber terbuka dari internet, kalau bagus saya lukis tapi tentu saya modifikasi saya kembangkan tidak persis dengan foto itu. Yang lainnya ya imajinasi saya dan kalau saya melukis itu rasanya damai, I'm so happy," ujarnya.

SBY menceritakan, melukis dapat mendatangkan kebahagiaan tersendiri terutama dalam rangka healing process.

"Saya suka membayangkan dan juga meyakini bahwa Ibu Ani ada di sekitar saya karena dulu waktu Ibu Ani ngambil foto saya mendampingi. Kalau saya menciptakan lagu, saya menyanyi, Ibu Ani juga mendampingi," ungkap SBY.

"Dengan demikian, melukis ini hampir setiap hari saya lakukan memang membawa kebahagiaan dan sangat penting bagi saya dalam rangka healing process," jelasnya.

Sementara itu, Adhyaksa Dault selaku host dalam wawancara merasa terkejut dengan hasil karya lukisan-lukisan SBY. Adhyaksa Dault tak menyangka SBY memiliki bakat yang tak banyak diketahui oleh banyak orang.

"Di JCC itu pameran saya kira lukisan siapa, ternyata lukisan Bapak, baru tahu saya itu, Pak," kata Adhyaksa Dault.

"Termasuk teman-temang saya di Akademi Militer mereka juga tidak menyangka kalau saya bisa melukis. Memang saya tidak melukis dulu, saya melukis baru tahun lalu bulan Mei 2021 jadi sekarang ini baru satu tahun lebih dua bulan," kata SBY menjawab pertanyaan Adhyaksa Dault.

Baca Juga:

HUT ke-77 RI, SBY Kenang Ketangguhan Indonesia Saat Tsunami Aceh dan Krisis Ekonomi Global 2008

SBY menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya berharap semua lukisan-lukisan hasil karya tersebut dapat dilihat dan dinikmati oleh masyarakat secara luas. SBY juga menegaskan bakat melukisnya adalah murni otodidak.

"Saya ingin dalam waktu dua tiga tahun lukisan saya sudah patut untuk dilihat oleh publik sambil saya terus belajar, saya tidak punya guru, saya tidak pernah sekolah melukis saya hanya dari YouTube dari video, otodidak murni," ungkap SBY.

Pandangan SBY tentang Geopolitik Global dan Presidensi G20

Perang antara Rusia dan Ukraina menjadi fenomena penting dalam mempengaruhi situasi geopolitik global saat ini, dalam waktu yang hampir bersamaan Indonesia menjadi tuan rumah pentemuan puncak G20.

SBY perpandangan bahwa Presidensi G20 yang akan digelar pada bulan November 2022 mendatang menjadi tantangan tersendiri bagi negara Indonesia. Menurut SBY, tantangan bagi Indonesia saat ini tidaklah ringan.

"Saya harus jujur bahwa tantangannya berat, mengapa? Ketika digelar G20 Summit bulan November mendatang, dunia kita seperti itu sedang panas geopolitiknya, sedang bergejolak perekonomiannya dan barangkali masing-masing negara mengutamakan kepentingannya sendiri bukan kepentingan bersama," kata SBY.

"Yang kedua, G20 sendiri sudah retak sudah terbelah tidak sama dengan era saya selama aktif dalam G20 yang hangat akrab, duduk bersama memecahkan masalah, sekarang tidak bisa begitu lagi," tambah SBY.

Oleh karena itu, tegas SBY, dirinya berharap para pemimpin saat ini dapat mampu memahami persoalan yang sesunggunya serta dapat mencari solusi dengan cara-cara yang tak biasa.

"Saya berharap para pemimpin kita tahu persoalan ini, situasi ini dan bisa berpikir yang saya sebut thinking outside the box mencari pendekatan yang pas, diplomasi yang pas, mitigasi dan persuasi yang pas," tegas SBY.

Kendati demikian, meskipun mengalami tantangan yang tak mudah, momentum Presidensi G20 dapat menjadi peluang emas yang tak disia-siakan juga mengambil manfaat baik bagi bangsa Indonesia pada gelaran tersebut.

"Dengan demikian meskipun berat Indonesia tidak menyia-nyiakan peluang yang baik untuk nama baik Indonesia dan manfaat bagi Indonesia. Jadi berat, tetapi saya masih melihat tetap ada peluang yang bisa dimainkan oleh Indonesia. Semoga peluang itu tidak disia-siakan," kata SBY.

Dalam wawancara tersebut juga dibahas sejarah dan prestasi klub Voli LavAni di turnamen bergengsi Proliga serta Sea Games Vietnam 2022 ada juga diskusi singkat persoalan ekonomi dan tantangan bagi Indonesia. (Pon)

Baca Juga:

Pidato di Malaysia, SBY Bahas 3 Isu Tantangan Dunia Internasional

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tebet Eco Park Ditutup hingga Akhir Juni
Indonesia
Tebet Eco Park Ditutup hingga Akhir Juni

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk menutup sementara Tebet Eco Park hingga akhir Juni 2022.

Tim Kecil Koalisi Perubahan Kumpul di Rumah Anies
Indonesia
Tim Kecil Koalisi Perubahan Kumpul di Rumah Anies

Tim kecil Koalisi Perubahan menggelar pertemuan di kediaman Anies Baswedan di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Jumat (27/1) siang.

Verifikasi Anggota serta Pengurus Partai Politik Pakai Data Kependudukan Terbaru
Indonesia
Verifikasi Anggota serta Pengurus Partai Politik Pakai Data Kependudukan Terbaru

Komisi II DPR meminta KPU untuk tidak hanya memberikan akses pembacaan data Sipol kepada Bawaslu.

Mantan Wali Kota Blitar Ditangkap atas Kasus Perampokan di Rumah Dinas Penerusnya
Indonesia
Mantan Wali Kota Blitar Ditangkap atas Kasus Perampokan di Rumah Dinas Penerusnya

Polisi menangkap mantan Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar karena diduga terlibat dalam aksi perampokan itu.

PPKM Tetap Diberlakukan saat Libur Nataru
Indonesia
PPKM Tetap Diberlakukan saat Libur Nataru

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih diberlakukan menjelang perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru).

Wapres Imbau Semangat ibadah Jangan Terhenti Seiring Berakhirnya Ramadan
Indonesia
Wapres Imbau Semangat ibadah Jangan Terhenti Seiring Berakhirnya Ramadan

Bulan Ramadan telah berakhir, umat islam tengah bergemira menyambut Hari Raya Idul Fitri setelah sebulan lamanya melakukan ibadah puasa. Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin berpesan, agar semangat ibadah umat Islam hendaknya tidak terhenti seiring berakhirnya Ramadan tahun ini.

Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Khalifa bin Zayed Meninggal Dunia
Dunia
Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Khalifa bin Zayed Meninggal Dunia

Rakyat Uni Emirat Arab diminta menaikkan bendera setengah tiang selama empat puluh hari sebagai tanda berkabung.

Tugas Berat dari Jokowi untuk Polri yang Mesti Berjalan Sukses
Indonesia
Tugas Berat dari Jokowi untuk Polri yang Mesti Berjalan Sukses

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin langsung peringatan Hari Bhayangkara Ke-76 di Akademi Kepolisian (AKPOL) Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/7).

Gerindra Klaim Banyak Orang yang Ingin Mendampingi Prabowo
Indonesia
Gerindra Klaim Banyak Orang yang Ingin Mendampingi Prabowo

Prabowo memiliki jumlah elektabilitas yang cukup tinggi

Tujuan Polri Siagakan Tiga Kapal Besar di Dekat Sirkuit Mandalika
Indonesia
Tujuan Polri Siagakan Tiga Kapal Besar di Dekat Sirkuit Mandalika

Polri bersama otoritas pengamanan lainnya kerap melakukan rapat terbatas