SBY Berobat Kanker di AS, Urusan Partai Diklaim Aman di Tangan AHY Ketum Partai Demokrat AHY. (Foto: Demokrat)

MerahPutih.com - Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menjalani perawatan di Amerika Serikat (AS) setelah didiagnosa mengidap kanker prostat stadium awal.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarief Hasan memastikan kerja politik partai berlambang bintang mercy itu tidak akan terganggu meski sementara waktu ditinggal SBY. Apalagi, saat ini Partai Demokrat sudah dipimpin langsung Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang juga anak sulung SBY.

Baca Juga:

SBY Telepon Jokowi Bilang Kena Kanker, Begini Reaksi Istana

"Tidak (kerja politik Demokrat terganggu), kan sudah di-take langsung oleh mas AHY, tapi memang kita juga prihatin lah,” kata Syarief, kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/11).

Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (tangkapan layar youtube sekretariat presiden)
Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (tangkapan layar youtube sekretariat presiden)

Syarief mengatakan, seluruh kader Partai Demokrat sudah diinformasikan terkait kondisi SBY. Karena itu, dia meminta kepada masyarakat untuk mendoakan agar SBY segera sembuh dan menjalani aktivitas seperti biasa.

“Iya sudah sudah juga. Mudah-mudahan pak SBY bisa segera pulang ke tanah air dan sembuh dan bisa melakukan aktivitas seperti biasa,” tandas politikus senior Demokrat itu.

Untuk diketahui, SBY akan menjalani perawatan medis di Kota Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat (AS), setelah didiagnosis menderita kanker prostat. Rencananya, mantan Presiden RI bertolak ke AS untuk menjalani perawat hari ini. (Pon)

Baca Juga:

SBY Didiagnosis Kanker Prostat, Tim Dokter Luar Negeri Siap Merawat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tak Ingin Tinggal di Indonesia, Sejumlah Warga Afghanistan Datangi Kedubes AS
Indonesia
Ormas Dilarang Sweeping Saat Puasa, Kapolresta Solo: Nekat Ditindak Tegas
Indonesia
Ormas Dilarang Sweeping Saat Puasa, Kapolresta Solo: Nekat Ditindak Tegas

Keberagaman di Solo menjadi kearifan lokal yang mesti dijaga. Kami harus menjaganya dengan baik.

Karhutla Ancam Semua Daerah di NTT
Indonesia
Karhutla Ancam Semua Daerah di NTT

BMKG mengimbau warga Nusa Tenggara Timur (NTT) di semua daerah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

 KPK Gelar OTT di Bekasi, Wali Kota Diduga Terciduk
Indonesia
KPK Gelar OTT di Bekasi, Wali Kota Diduga Terciduk

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum sejumlah pihak yang ditangkap tersebut.

Cegah Kerumunan Warga, Polresta Surakarta Tutup Jalan Slamet Riyadi
Indonesia
Cegah Kerumunan Warga, Polresta Surakarta Tutup Jalan Slamet Riyadi

Polresta Surakarta, Jawa Tengah mengeluarkan kebijakan menutup jalan Slamet Riyadi saat pergantian malam tahun baru.

Bupati Mamberamo Tengah Dicegah ke Luar Negeri
Indonesia
Bupati Mamberamo Tengah Dicegah ke Luar Negeri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru menginformasikan upaya pencegahan ke luar negeri terhadap Bupati Mamberamo Tengah Papua, Ricky Ham Pagawak, Senin (18/7).

Anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional Telah Cair Rp 744 Triliun
Indonesia
Anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional Telah Cair Rp 744 Triliun

Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,51 persen (yoy) pada Kuartal III-2021.

Akhirnya, Aturan Lindungi Korban Kekerasan Seksual Jadi Inisiatif DPR
Indonesia
Akhirnya, Aturan Lindungi Korban Kekerasan Seksual Jadi Inisiatif DPR

Aturan ini telah berubah jadi Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan (RUU TPKS) sebelumnya RUU Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual.

Suharso Monoarfa Diklaim Sudah Diberhentikan dari Ketum PPP
Indonesia
Suharso Monoarfa Diklaim Sudah Diberhentikan dari Ketum PPP

Suharso diberhentikan sebagai Ketum PPP masa bakti 2020-2025 lewat rapat Mahkamah Partai yang digelar pada 2-3 September lalu

Wagub Riza Klaim Program Penanggulangan Banjir Jakarta Tinggal Eksekusi
Indonesia
Wagub Riza Klaim Program Penanggulangan Banjir Jakarta Tinggal Eksekusi

"Semua sudah di susun mana prioritas tahapannya disesuaikan dengan perencanaan yang disesuaikan," ungkap Riza.