Saung Angklung Udjo dan Tempat Wisata Lainnya di Kota Bandung Boleh Beroperasi

MerahPutih.com - Kasus COVID-19 Kota Bandung terus menurun. Hal ini berdasarkan turunnya level kewaspadaan dari zona risiko tinggi (zona oranye) ke zona risiko rendah (zona kuning) dengan skor 2,54. Selain itu Positivity Rate berada di angka 1,77, dan Bed Occupancy Rate (BOR) di angka 19,16 persen.

Dengan penurunan tersebut, beberapa sektor juga telah memperoleh relaksasi atau pelonggaran yang disesuaikan dengan aturan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Baca Juga

Galeri Salapak, Tempat UMKM Bandung Pasarkan Produk

Tempat-tempat wisata dalam kota yang semula ditutup, mendapat relaksasi pada masa zona kuning ini. Antara lain Saung Angklung Udjo yang sudah lama terdampak pagebluk. Pusat seni angklung yang sudah sohor ke dunia internasional itu kini sudah boleh beroperasi.

Sedangkan untuk resepsi pernikahan diperbolehkan dengan jumlah tamu 20 orang per sesi. Acara MICE (Meeting, Incentive, Conference dan Exhibition) juga diberi relaksasi.

“Juga Kebun Binatang, tempat olahraga outdoor," kata Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 Kota Bandung, Oded M. Danial, usai Rapat Terbatas bersama Forkopimda di Ruang Tengah Balai Kota Bandung, baru-baru ini.

Oded yang juga menjabat sebagai Wali Kota Bandung ini mengakui kondisi saat ini di Kota Kembang cukup menggembirakan karena sudah bergeser ke zona kuning atau risiko rendah.

Selain itu, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas sudah mulai dilaksanakan di 330 Sekolah, namun dengan catatan dipastikan memiliki kesiapan dan pengawasan dari Satgas Penanganan COVID-19 dan leading sektor Dinas Pendidikan.

Namun Oded mengingatkan, meski telah memperoleh relaksasi, pada prinsipnya pengelola tempat dan pengunjungnya harus disiplin dengan protokol kesehatan demi menjaga situasi dan kondisi saat ini.

Dokumentasi kegiatan di Saung Angklung Udjo. (Humas Bandung)
Dokumentasi kegiatan di Saung Angklung Udjo. (Humas Bandung)

Oded mengaku, akan segera mengatur terkait kapasitas, jam operasional, hingga usia pengunjung yang boleh memasuki beberapa tempat yang diberikan relaksasi tersebut. Sedangkan tempat yang lain akan dilakukan secara bertahap.

"Dine in di dalam gedung sudah boleh, waktu makannya 1 jam, kapasitasnya masih 25 persen. Kalau pengunjung usia 12 tahun ke bawah nanti akan diatur kembali, karena kita tetap sejalan dengan Inmendagri," katanya.

Terkait mobilitas masyarakat, penerapan ganjil-genap di gerbang tol menuju ke Kota Bandung akan tetap berlaku tiap akhir pekan.

"Tadi laporan dari Pak Kapolrestabes akan tetap dilanjut sampai ada instruksi dari Kapolda. Tadi disampaikan dampak positifnya bisa mengurangi sampai 20 persen," katanya.

"Karena sudah mulai longgar, kemarin saya melihat langsung kondisi di beberapa lokasi seperti Cilaki itu luar biasa. Makanya ganjil-genap akan terus konsisten. Petugas di lapangan juga diperkuat," lanjutnya.

Oded menambahkan meski pun kasus COVID-19 menurun, Tracing, Testing, dan Treatment (3T) akan terus dilakukan karena hal tersebut yang menjaga indikator Kota Bandung agar terus melandai.

"3T tetap berjalan dan harus terus kita lakukan. Karena indikatornya di situ. Bisa jadi bom waktu atau tidak itu dari situ. Vaksinasi pun hari ini sudah mencapai 69 persen. Artinya target 70 persen untuk bulan September optimis bisa terlampaui," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, beberapa tempat seperti tempat olahraga outdoor akan segera dibahas untuk diatur terkait kapasitas dan aturan lainnya.

"Nanti akan diatur, seperti jumlah orang misalnya tidak 50 persen kapasitas. Karena misalnya di Sabuga kapasitas 10.000 orang berarti 5.000 orang di sana, kan tidak akan begitu. Tapi dibatasi untuk 200 orang. Dan lama olahraga akan diatur juga, misalnya hanya untuk satu setengah jam," katanya.

Sedangkan terkait Kebun Binatang dan tempat wisata lain, Ema juga akan mengatur usia berapa yang diperbolehkan masuk sebagai pengunjung. Karena masuk ke pusat perbelanjaan pun anak usia 12 tahun kebawah masih belum diperbolehkan.

"Acara musik, pameran, dan kegiatan lain yang akan mengundang kerumunan juga masih belum diperbolehkan. Tapi kalau musik di cafe untuk menghibur itu tidak ada masalah, itu istilahnya compliment," ucap Ema. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga

Cakupan Vaksinasi COVID-19 di Bandung Dekati Angka Herd Immunity

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemerintah Indonesia Tunda Matikan TV Analog Pas 17 Agustus
Indonesia
Pemerintah Indonesia Tunda Matikan TV Analog Pas 17 Agustus

Penjadwalan ulang dilakukan karena pemerintah dan seluruh elemen masyarakat saat ini fokus menangani pandemi virus corona.

FPI Dibubarkan Pemerintah, PKS: Apa Kesalahannya?
Indonesia
FPI Dibubarkan Pemerintah, PKS: Apa Kesalahannya?

Politikus PKS Abdurrahman Suhaimi ikut menanggapi perihal pelarangan kegiatan ormas Front Pembela Islam oleh pemerintah.

Pemkot Jakpus Harap Kampung Tangguh Atasi Banjir di Tanah Abang
Indonesia
Kapolri Beberkan Sejumlah Modus Operandi Pelaku Pinjol Ilegal
Indonesia
Kapolri Beberkan Sejumlah Modus Operandi Pelaku Pinjol Ilegal

Kontak dan lokasi kantor penyelenggara aplikasi pinjaman online ilegal ini tidak jelas

Terduga Teroris di Sukabumi Berperan Bikin Bom untuk Ledakkan Objek Vital
Indonesia
Terduga Teroris di Sukabumi Berperan Bikin Bom untuk Ledakkan Objek Vital

Detasemen Khusus (Densus 88) Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris Yusuf Iskandar (YI) alias Jerry di Sukabumi.

Kapolri Copot Dirkrimsus Polda Aceh dan Kapolres Aceh Tenggara
Indonesia
Kapolri Copot Dirkrimsus Polda Aceh dan Kapolres Aceh Tenggara

“Ya, karena ada masalah,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono

Pandemi COVID-19, Realisasi Pajak DJP Jateng II Mampu Tembus Rp 6,654 Triliun
Indonesia
Pandemi COVID-19, Realisasi Pajak DJP Jateng II Mampu Tembus Rp 6,654 Triliun

Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jawa Tengah II mencatat capaian kinerjanya penarikan pajak tahunan sampai dengan 31 Agustus. Di mana realisasi penerimaan mencapai 53,35 persen atau sebesar Rp 6,654 triliun dari target Rp 12,474 triliun.

Sahabat Airlangga Minta Kepala Daerah Fokus Tangani Pandemi COVID-19
Indonesia
Sahabat Airlangga Minta Kepala Daerah Fokus Tangani Pandemi COVID-19

Karenanya, dia meminta kepala daerah yang berniat maju pada pemilihan presiden (pilpres) mendatang diharapkan berhenti memoles citra dan kembali fokus menangani COVID-19.

Pesawat Latih Jatuh di Danau Buperta Cibubur, Pilot dan Awak Selamat
Indonesia
Pesawat Latih Jatuh di Danau Buperta Cibubur, Pilot dan Awak Selamat

“Informasi sementara ada dua orang udah dibawa ke rumah sakit. Dalam keadaan selamat,” jelasnya.

Jakarta Tambah 3 RS Rujukan COVID-19
Indonesia
Jakarta Tambah 3 RS Rujukan COVID-19

Data Senin (4/1), positivity rate di Jakarta 12,9 persen, penambahan kasus positif sebanyak 1.832 jiwa.