Satuan Kesehatan Keluarkan Rekomendasi Kesehatan Djoko Tjandra, Ini Kata Polisi Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Argo Yuwono. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Internal Kepolisian nampaknya masih akan berurusan dengan pelesir terpidana kasus hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra ke Indonesia. Setelah terkuak surat jalan, kini publik dihebohkan dengan surat rekomendasi kesehatan untuk perjalanan yang dikeluarkan Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Satuan Kesehatan Kepolisian.

Surat yang beredar beredar di kalangan awak media dengan nomor: Sket/2214/VI/2020/Satkes ini, dalam suratnya dituliskan nama Joko Soegiarto, berusia 55 tahun. Pria yang ditulis dalam surat tersebut, bekerja sebagai Konsultan Biro Kormas Polri, Kesatuan Bareskrim dengan alamat Trunojoyo yang juga Mabes Polri.

Surat ini juga ini memuat hasil pemeriksaan COVID dengan berbunyi 'Telah diperiksa dan ternyata kondisi kesehatannya saat ini dalam keadaan baik untuk perjalanan dinas dan hasil rapid test COVID-19 negative dan penjelasan kondisi tubuh Djoko Tjandra antara lain mulai tekanan darah, suhu tubuh, nadi dan seterusnya juga dijelaskan di dalam surat. Surat ditandatangani oleh dokter yang memeriksa yakni dr Hambektanuhita di Jakarta, pada 19 Juni 2020.

Baca Juga:

Disiplin Pengendara DKI Parah Selama COVID-19, e-Tilang Diberlakukan Lagi

Terkait apakah surat yang dikeluarkan 19 Juni 2020, ini asli atau tidak, Polri sendiri menjawab sedang mengecek keaslian

"Dicek ya," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Kamis, 16 Juli 2020.

Surat Rekomendasi
Dugaan Surat Rekomendasi Polisi. (Foto: Kanugraha)

Sebelumnya diberitakan, buntut menerbitkan surat jalan untuk Djoko Tjandra, seorang jenderal polisi dicopot dari jabatannya.

Dia adalah Brigjen Prasetijo Utomo. Prasetyo dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri.

Dalam surat telegram yang dikeluarkan Polri, Prasetijo menjadi pati Yanma Polri dalam rangka pemeriksaan.

Prasetijo pun ditahan selama 14 hari lamanya per Rabu 15 Juli 2020 di sel khusus di Propam Polri. Penahanan dilakukan karena Propam hendak mengusut lebih jauh adanya keterlibatan polisi lain selain dia. (Knu)

Baca Juga:

3000 Polisi Amankan Demo Penolakan RUU Cipta Kerja dan HIP

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Idham Azis Bakal Hadapi Persoalan Terorisme hingga Gesekan Publik
Indonesia
Idham Azis Bakal Hadapi Persoalan Terorisme hingga Gesekan Publik

Kapolri Jenderal Idham Azis akan menemui sejumlah masalah mulai dari penanganan terorisme hingga gesekan publik.

Khofifah Nilai Desain Uang RP75.000 Indonesia Banget
Indonesia
Khofifah Nilai Desain Uang RP75.000 Indonesia Banget

BI beberapa kali pernah menerbitkan uang edisi koleksi, seperti uang edisi khusus Seri 25 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Seri perjuangan Angkatan 45, Seri Save The Children, Seri Cagar Alam, dan seri lainnya.

Petinggi Gerindra Ungkap Alasan Prabowo Usung Denny Indrayana di Pilgub Kalsel
Indonesia
Keputusan Menag Batalkan Penyelanggara Haji Menuai Protes dan Kritik
Indonesia
Keputusan Menag Batalkan Penyelanggara Haji Menuai Protes dan Kritik

Sampai saat ini belum ada surat persetujuan tersebut

WNI Terjangkit Corona di Singapura, Istana Kaji Pengetatan Jalur Keluar-Masuk
Indonesia
WNI Terjangkit Corona di Singapura, Istana Kaji Pengetatan Jalur Keluar-Masuk

Yang hari ini mulai berlaku penundaan semua penerbangan dari dan ke Tiongkok.

Pemprov DKI Luruskan Polres Jakarta Utara Tak Ditutup Gegara COVID-19
Indonesia
Pemprov DKI Luruskan Polres Jakarta Utara Tak Ditutup Gegara COVID-19

Berdasarkan data yang diumumkan Disnakertrans Rabu (5/8) kemarin, ada sebanyak 26 kantor yang ditutup sementara, salah satunya Polres Jakarta Utara.

Kasus Corona DKI Minggu (16/8): 22.554 Positif, 19.708 Orang Sembuh
Indonesia
Kasus Corona DKI Minggu (16/8): 22.554 Positif, 19.708 Orang Sembuh

Jumlah kasus terkonfirmasi corona secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 29.554 kasus.

Kongres PAN Makin Panas, Pendukung Mulfachri dan Zulhas Nyaris Bentrok
Indonesia
Kongres PAN Makin Panas, Pendukung Mulfachri dan Zulhas Nyaris Bentrok

Kondisi semakin memanas ketika massa pendukung dari Caketum tersebut saling dorong

MPR Soroti Kesemerawutan Pelaksanaan PSBB di Jabodetabek
Indonesia
MPR Soroti Kesemerawutan Pelaksanaan PSBB di Jabodetabek

Pemda mesti memetakan terlebih dahulu daerah padat penduduk

 Presiden Jokowi: Evaluasi dan Perbaiki Pelaksanaan PSBB
Indonesia
Presiden Jokowi: Evaluasi dan Perbaiki Pelaksanaan PSBB

"Tiga hal ini yang harusnya sering, terus-menerus, ditekankan kepada seluruh daerah. Sekali lagi, pengujian sampel yang masif, pelacakan yang agresif, dan isolasi yang ketat," ucapnya.