Satu Tersangka Kebakaran Kejagung Mangkir dari Pemeriksaan Polisi Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). (ANTARA/Aditya Pradana Putra/foc)

MerahPutih.com - Bareskrim Polri sudah menetapkan delapan tersangka terkait peristiwa kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung.

Namun, satu dari delapan tersangka yang menjalani pemeriksaan tidak hadir dengan alasan sakit. Tersangka yang tidak hadir adalah Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung berinisial NH.

"Tadi pengacaranya mengabarkan bahwa NH sedang sakit. Tapi, surat keterangan dokter belum ada," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Awi Setiyono, saat konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (27/10).

Baca Juga

Ini Penyebab Awal dan Kenapa Kebakaran Kejagung Cepat Menyebar

Awi mengatakan pihaknya akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap tersangka NH untuk pemanggilan kedua.

"Terkait pemanggilan pertama tidak hadir tentu ada pemanggilan kedua. Kalau tidak hadir lagi maka seusai KUHP bisa perintahkan membawanya, jadi kita tunggu aja semoga yang bersangkutan koperatif," tuturnya.

Sementara itu, Awi menyampaikan untuk ketujuh tersangka yakni Direktur Utama PT APM, R, lalu lima tukang yakni T, H, S, K, dan IS, serta mandor para tukang UAN telah memenuhi pemeriksaan.

"Para tersangka masih menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB hingga sore ini," jelasnya.

Konferensi pers kebakaran gedung Kejagung (MP/Kanugraha)

Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo telah memastikan kebakaran hebat yang menghanguskan gedung Kejaksaan Agung disebabkan karena api dari puntung rokok. Dia menyatakan, kesimpulan yang didapat tim penyelidik dan penyidik tak mengada-ada.

"Tim penyidik gabungan kasus kebakaran Kejagung tak akan terjebak politisasi, sesuatu yang tak ada namun didorong supaya ada. Penyidik tak mengada-ada," ujar Sambo.

Sambo menyatakan pihaknya sudah membeberkan secara gamblang penyebab terjadinya kebakaran di Kejagung pada, Jumat, 23 Oktober 2020 kemarin dalam konferensi pers.

Menurut Sambo, sebelum penyelidik dan penyidik Polri menetapkan api dari puntung rokok sebagai penyebab kebakaran, pihaknya telah lebih dahulu berkoordinasi dengan para ahli.

"Dalam proses penyelidikan dan penyidikan, tim penyidik gabungan polri sudah profesional dan menggunakan ahli yang profesional di bidang kebakaran," kata dia.

Sambo mengatakan terdapat tiga puntung rokok yang dibuang pekerja bangunan ke dalam polybag yang berisi sampah.

"Ada tiga puntung rokok yang dibuang ke polybag. Di dalam polybag itu ada sampah-sampah," ujar Sambo.

Baca Juga

Pekan Ini Polisi Ungkap Tersangka Kebakaran Kejagung

Sambo mengatakan, dalam plastik sampah tersebut terdapat bahan yang mudah terbakar seperti kertas, potongan kayu hingga tiner. Menurut Sambo, hal tersebut yang menjadi pemicu munculnya api dan membakar Kejagung.

"Dekat dengan tiner, lem aibon sehingga api cepat tersulut," kata Sambo. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kader PDIP Solo Belot Dukung Gibran, FX Rudy: Mereka Pengurus Tidak Aktif, Biarin Saja
Indonesia
Kader PDIP Solo Belot Dukung Gibran, FX Rudy: Mereka Pengurus Tidak Aktif, Biarin Saja

Katanya, orang-orang mendukung putra sulung Presiden Jokowi tersebut tidak tercantum dalam kepengurusan struktur DPC PDIP Solo.

Di Tengah Pandemi Corona, Bandar Narkoba Selundupkan 1 Ton Sabu di Serang
Indonesia
Di Tengah Pandemi Corona, Bandar Narkoba Selundupkan 1 Ton Sabu di Serang

Meski begitu, dirinya tidak merinci soal kronologis penangkapan.

Aktivitas Saat New Normal Meningkat, MPR: Ini Saatnya Masyarakat Berperan
Indonesia
Aktivitas Saat New Normal Meningkat, MPR: Ini Saatnya Masyarakat Berperan

Normal Baru itu bukan berarti kembali normal seperti dahulu tetapi lebih pada penerapan kebiasaan baru

Rinaldi Dijebak Pelaku Sebelum Dibunuh dan Dimutilasi
Indonesia
Rinaldi Dijebak Pelaku Sebelum Dibunuh dan Dimutilasi

Tersngka Laeli menjebak korban untuk menemuinya di lokasi eksekusi di Apartemen Mansion Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Kasus Virus Corona Tanpa Gejala Meningkat di Tiongkok
Dunia
Kasus Virus Corona Tanpa Gejala Meningkat di Tiongkok

Saat ini, tercatat 81.708 kasus akumulatif terjadi di seluruh Tiongkok, dengan 3.331 kematian.

Jaksa KPK Tolak Permohonan JC Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan
Indonesia
Jaksa KPK Tolak Permohonan JC Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan

"Jaksa penuntut umum menganggap terdakwa tidak layak ditetapkan menjadi Justice Collaborator," kata jaksa KPK, Takdir Suhan

Jurnalis Alami Doxing Gegara Tulisan Cek Fakta Politisi Cucu Pendiri PKI
Indonesia
Jurnalis Alami Doxing Gegara Tulisan Cek Fakta Politisi Cucu Pendiri PKI

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengecam tindakan teror melalui doxing terhadap jurnalis Liputan6.com, Cakrayuni Nuralam. Korban mengalami doxing secara masif sejak tanggal 11 September 2020.

Wartawan Se-Gorontalo Boikot Pemberitaan Polda Gorontalo
Indonesia
Wartawan Se-Gorontalo Boikot Pemberitaan Polda Gorontalo

Aksi damai wartawan se-Gorontalo ini terjadi sebagai bentuk protes kepada Polda Gorontalo akibat adanya dugaan intimidasi dan pembungkaman kerja-kerja jurnalistik

10 Moda Transportasi yang Masih Boleh Lalu-lalang di Jakarta Saat PSBB
Indonesia
10 Moda Transportasi yang Masih Boleh Lalu-lalang di Jakarta Saat PSBB

Yang dibatasi hanya jumlah penumpang di dalam satu kendaraan

 Gugus Tugas Targetkan 78 Laboratorium Uji COVID-19
Indonesia
Gugus Tugas Targetkan 78 Laboratorium Uji COVID-19

Doni melanjutkan semula hanya ada tiga laboratorium yang mampu melakukan uji penyakit menular seperti COVID-19 dan kini terus bertambah menjadi 12 unit selanjutnya menjadi 25 unit laboratorium