COVID-19 Game Changing
Satu Tahun Pandemi, Ketika Pelaku Industri Musik Indonesia Harus Bertahan Perjuangan para pelaku industri musik Indonesia hadapi pandemi. (Foto: Instargam/@naviculamusic)

2 MARET 2020 menjadi tanggal bersejarah bagi Indonesia, pada hari tersebut Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan pertama kali terdapat warga negara Indonesia terjangkit virus Corona.

Semenjak pengumuman itu pula terjadi gelombang perubahan besar untuk gaya hidup hingga dampaknya dirasakan pada setiap elemen, termasuk industri musik. Berdasarkan data dari Koalisi Seni Indonesia pada Maret 2020, terdapat sekitar 40 konser, tur, hingga festival musik yang sudah direncanakan terpaksa batal demi meminimalisir penyebaran COVID-19.

Para pelaku industri musik, mulai dari musisi hingga mereka yang terlibat di belakang layar dari sebuah pertunjukan musik menjadi yang paling terkena dampak pandemi ini.

Baca juga:

Giat Lakukan Konser dan Berbagi, Kiat Navicula Survive dari Pandemi

Sama seperti para pelaku industri sektor lain, pelaku industri musik pun melakukan adaptasi dalam menerjang badai pandemi demi tetap menghidupkan dunia musik di Indonesia.

Bagaimana cara mereka menyiasati pandemi dan perubahan apa saja yang terjadi? Merah Putih telah merangkum perjalanan perubahan yang dialami industri musik di Indonesia, ketika memasuki satu tahun pandemi COVID-19:

Konser Virtual

View this post on Instagram

A post shared by NAVICULA (@naviculamusic)

Salah satu penghasilan terbesar musisi adalah konser, sudah dipastikan ini hal pertama yang pasti dilarang demi menghidari kerumunan. Ini merupakan salah satu prokes (protokol kesehatan) dari Pemerintah yang tercetus untuk meminimalisir penyebaran COVID-19.

Batalnya seluruh jadwal manggung dirasakan unit psychedelic grunge asal Bali, Navicula. Tidak lalu kehilangan akal dan tetap berkarya, Navicula menyiasatinya dengan membuat konser virtual bertajuk Corona Concert pada 20 Maret 2020. Bahkan, konser tersebut menjadi pioner konser virtual di Indonesia.

“Pada awal pandemi kita buat konser live streaming itu masih di bulan Maret, setelah itu beberapa kali kita juga ikut mendukung kegiatan konser virtual yang dibuat oleh teman-teman baik di Bali maupun luar Bali,” ucap Navicula kepada Merah Putih.

Sejak saat itu, beberapa musisi Indonesia mulai menjadikan konser virtual sebagai satu solusi untuk manggung, walaupun terdapat energi yang hilang dari penonton, sebagaimana seharusnya sebuah konser pada hakikatnya, setidaknya cara ini menolong para musisi tersebut akan rindunya hasrat untuk berkeringat di atas panggung.

Festival Virtual

View this post on Instagram

A post shared by Kiki Ucup (@kikiauliaucup)

Bukan hanya konser, beberapa festival di Indonesia juga mengalami pembatalan sejak pertama kali pengumuman akan pandemi ini masuk ke Indonesia. Namun, mereka berhasil menyiasati hal tersebut dengan memindahkannya ke dalam virtual, sebut saja We The Fest (WTF) 2020 dan Djakarta Warehouse Project (DWP) 2020 yang diubah formatnya menjadi daring.

Namun, terdapat satu festival yang menjadi pembeda dengan cara menyiasatinya. Alih-alih pindahkan ke daring, Synchronize Festival 2020 memilih acaranya dipindahkan ke format acara siaran televisi.

Menurut orang penting di balik kesuksesan Synchronize Fest, Kiki Aulia atau yang biasa disapa Ucup ini, siaran televisi akan lebih mudah dijangkau banyak orang ketimbang memindahkan format menjadi konser virtual yang mengandalkan kuota internet.

“Selalu ada rencana buat Synchronize Fest di masa depan. Rencana tersebut selalu ingin menghadirkan sesuatu yang baru,” ucap Ucup kepada Merah Putih.

Baca juga:

Cerita Survive dan Evolusi Ras Muhamad Terekam di ‘SATRYO’

Rilis Musik Digital

View this post on Instagram

A post shared by Themilo (@themiloband)

Perlahan tapi pasti, para musisi tersebut mulai bangkit dan beradaptasi dengan pandemi. Tetap berkarya di tengah badai pandemi, tidak sedikit musisi tersebut yang mengandalkan karyanya dirilis secara digital untuk tetap memuaskan hasrat bermusik dan para penggemar tentunya.

Sebut saja musisi reggae Indonesia, Ras Muhamad yang merilis album SATRYO pada Agustus 2020, disusul beberapa rapper, seperti Joe Million hingga Laze yang juga merilis album mereka dalam format digital.

Adapun musisi folk, seperti Fiersa Besari dengan 20:20 dan Iksan Skuter dengan ORBIT yang juga memilih jalur digital untuk rilisan terbaru mereka.

Selain itu, rilis secara digital ini juga dimanfaatkan oleh beberapa musisi yang merilis ulang album lawas mereka ke format digital. Di antaranya, Matraman milik The Upstairs, Self Titled milik Waiting Room, Self Titled milik Rumahsakit, Salacca Zalacca milik Zeke Khaseli, In Medio milik Anda Perdana hingga dua album lawas milik Themilo.

“Alasannya yaitu menutup semua kemuraman yang terjadi di tahun ini. Berharap semoga tahun baru nanti, semua akan membaik seperti sediakala, termasuk pengarsipan karya lagu Themilo untuk didengarkan semua orang,” jelas pentolan Themilo, Ajie Gergaji kepada Merah Putih.

Harapan

View this post on Instagram

A post shared by APMI (@apmi.ind)

Terhitung sudah 365 hari Indonesia telah melalui pandemi COVID-19, sejak itu pun Indonesia belum ada lagi festival musik yang bisa digelar sebagaimana seharusnya.

Tepat peringatan satu tahun pandemi yaitu 2 Maret 2021, para promotor dan pelaku industri kreatif sudah sabar menanti demi menekan penyebaran COVID-19 di Indonesia. Namun, mereka seperti tidak mendapat kejelasan dari pemerintah kapan bisa bekerja kembali.

Akhirnya, sejumlah orang-orang yang terlibat dalam industri tersebut membuat surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo.

Beberapa organisasi yang tertera dalam surat terbuka diantaranya Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI), Asosiasi Visual Jockey Indonesia (AVJI), Indonesian Artist Management Association (IMARINDO), Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI), Forum Jazz Indonesia, Indonesia Event Industry Council (IVENDO), Forum Backstage Indonesia, Penata Cahaya Indonesia (PECAHIN), Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI) hingga Solidaritas Penata Musik Indonesia (SPMI).

Poin inti dalam surat tersebut diharapkan pemerintah bisa memberikan izin, untuk memulai kegiatan konser seperti dulu namun tetap dengan protokol kesehatan yang berlaku saat ini. (far)

Baca juga:

Single 'Kursi Goyang' Fourtwnty Jadi Pertanda Album Ketiga

Penulis : Febrian Adi Febrian Adi
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bosan Dengan Penginapan Biasa? Ada Hotel Sajikan Kamar Bertema
Travel
Bosan Dengan Penginapan Biasa? Ada Hotel Sajikan Kamar Bertema

Hanya berjaarak tiga jam dari Kota New York

Mengkritik Grup Idola K-Pop Terkenal, Berani?
ShowBiz
Mengkritik Grup Idola K-Pop Terkenal, Berani?

Melihat budaya ini, banyak orang jadi tidak berani berpendapat karena takut dikira haters dan dirundung sama para penggemar.

Kerja Bareng, Doctor Strange Muncul di Spider-Man 3
ShowBiz
Kerja Bareng, Doctor Strange Muncul di Spider-Man 3

Sekuel ketiga Spider-Man akan memulai proses syuting beberapa hari lagi.

Biar Waras, Masak Aja!
Hiburan & Gaya Hidup
Biar Waras, Masak Aja!

Kesehatan jiwa haruslah dicapai dengan menjalani hal-hal yang membuat kamu bahagia.

4 Mitos Perawatan Mobil, Nomor 3 Hanya Buang-buang Bensin
Fun
4 Mitos Perawatan Mobil, Nomor 3 Hanya Buang-buang Bensin

Jangan percaya dengan mitos perawatan mobil ini.

Sulitnya Berempati
Hiburan & Gaya Hidup
Sulitnya Berempati

Rasa empati perlahan bisa dilatih.

Bosan Minum Jus Jeruk? Ganti dengan Jus Tomat yang Tidak Kalah Menyehatkan
Fun
Menikmati Seni di Kota New York Lewat Panduan Instalasi Publik
Fun
Menikmati Seni di Kota New York Lewat Panduan Instalasi Publik

Mencari pameran seni luar ruangan menjadi lebih mudah.

Seberapa Kekayaan Masing-Masing Anggota Kardashian Family?
ShowBiz
Seberapa Kekayaan Masing-Masing Anggota Kardashian Family?

Mereka termasuk keluarga kaya di Amerika.

Priyanka Chopra dan Nick Jonas Umumkan Daftar Nominasi Oscar 2021
ShowBiz
Priyanka Chopra dan Nick Jonas Umumkan Daftar Nominasi Oscar 2021

Pasangan suami istri ini siap memeriahkan Oscar 2021.