1 Tahun COVID-19
Satu Tahun Pandemi COVID-19, Tantangan Kehilangan Pembelajaran Masih Ada Pandemi membuat anak-anak sekolah akan kehilangan pembelajarannya. (Foto: istimewa)

TIDAK terasa satu tahun sudah pandemi COVID-19 melanda dan memberikan dampak besar pada Indonesia. Termasuk menambah lapisan risiko baru pada pemenuhan hak-hak anak di Indonesia, salah satunya yakni hak Pendidikan.

Lebih dari 600 ribu sekolah di Indonesia harus tutup, hingga menyebabkan sekitar 60 juta anak harus menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah.

Baca Juga:

Shopee 11.11 Big Charity Bantu Pendidikan Anak Indonesia Terdampak Pandemi

8 dari 10 anak yang tidak bisa mengakses bahan pembelajaran yang memadai (foto: istimewa)

Kendati ada sekolah di zona tertentu yang masih diperbolehkan buka dengan sejumlah persyaratan, sebagian besar anak tetap harus belajar dari rumah secara online.

Sayangnya, banyak anak di Indonesia yang tidak mau belajar online. hal tersebut menimbulkan beberapa implikasi terhadap pendidikan di Indonesia. Seperti halnya motivasi belajar yang menurun saat kembali ke sekolah.

Selain itu, kemampuan literasi dan numerasi juga terancam menurun, bahkan ancaman putus sekolah mengintai, karena anak harus bekerja atau menikah dini.

Tak hanya itu, anak juga akan kehilangan pembelajaran yang nantinya bisa mempengaruhi perolehan kesempatan mengakses pendidikan tinggi dan pekerjaan, serta menghasilkan pendapatan di masa depan.

Menurut CEO Save the Children Indonesia, Selina Patta Sumbung, Studi Global Save The Children Juli 2020 di 46 Negara khususnya Indonesia, mengindikasikan ada 8 dari 10 anak yang tidak bisa mengakses bahan pembelajaran yang memadai.

anak
Indonesia membutuhkan anak–anak yang berkualitas (foto: Pixabay/sasint)

Selain itu, menurut studi tersebut pun ada 4 dari 10 anak yang kesulitan dalam memahami pekerjaan rumah. Serta faktanya minimal 1% anak tidak belajar apapun selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

"Tahun 2021 ini harus menjadi tahun yang memastikan anak tetap mendapatkan akses belajar yang berkualitas, karena Pendidikan merupakan Hak Anak yang harus dipenuhi dan juga kunci membangun generasi Indonesia," jelas Selina, seperti siaran pers yang diterima merahputih.com.

Penarapan PJJ sendiri bukan suatu hal yang mudah, sejumlah tantangan harus dihadapi oleh para siswa, Guru maupun Orangtua. Seperti halnya materi yang terbatas, akses terhadap pembelajaran dan pengajaran, infrastruktur yang tidak merata (akses internet, jalan, dan listrik), keterampilan guru dalam melakukan PJJ, kapasitas orangtua mendampingi anak belajar, hingga kemampuan anak beradaptasi dan belajar mandiri.

Salah satu perwakilan Children & Youth Advisory Network (CYAN) Save the Children Indonesia, Stella (15 tahun) menyampaikan bahwa banyak rekanyna yang mengalami kesulitan melakukan pembelajaran jarak jauh.

Baca Juga:

Populerkan Pendidikan Anak, Kak Seto Minta Pak Raden Diperhatikan

anak
Anak-anak harus tetap mendapatkan pendidikan. (Foto: Unsplash/Robert Collins)

"Teman–teman saya yang tinggal di desa, susah untuk mendapat sinyal. Dan banyak dari mereka juga yang tidak punya handphone. Jadi kadang sama sekali tidak belajar atau susah dapat informasi dari ibu guru padahal mereka sangat ingin belajar," ujar Stella.

Kemudian, tantangan besar lainnya yakni menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman untuk anak. Studi Global Save the Children menemukan bahwa dua pertiga atau 63% anak perempuan lebih banyak dibebani tugas rumah dibanding anak laki–laki (43%).

Hal tersebut juga relevan dengan pengakuan 23% orangtua yang mengasuh dalam kondisi tertekan di tengah situasi pandemi. Lalu, 1 dari 8 orangtua menyatakan telah terjadi kekerasan dirumahnya.

Untuk mengatasi tantangan itu, penguatan kemampuan resiliensi dan berinovasi dalam proses pembelajaran dan pengajaran dalam sektor Pendidikan sangat diperlukan.

Baca Juga:

Kenali Tipe Belajar PJJ

anak
Dibutuhkan model baru untuk belajar di masa kenormalan baru. (Foto: Pixabay/sasint)

Upaya memastikan anak tetap bisa belajar tanpa dibatasi sekat ruang kelas lewat model hybrid learning. Yakni penggabungan model belajar tatap muka, mandiri menggunakan komputer, dan secara virtual harus menjadi model pembelajaran. Karena, banyak sekolah yang berada di area rawan bencana, selain potensi berkembangnya pandemi seperti saat ini.

Namun, hal tersebut memerlukan dukungan program dalam meningkatkan kompetensi guru, pihak sekolah, dinas terkait, serta memaksimalkan potensi anak dan remaja, orangtua dan keluarga, pengasuh, kolaborasi dengan komunitas, mitra pembangunan, swasta, industri dan seluruh elemen pemerintah.

Akhir kata, Stella menyampaikan, bahwa pendidikan sangat penting untuk anak-anak, karena anak-anak yang akan mengembangkan bangsa Indonesia. Indonesia membutuhkan anak–anak yang berkualitas. Bila anak–anak tidak bisa belajar dan tidak mendapat Pendidikan yang berkualitas maka Indonesia tidak akan maju. (Ryn)

Baca Juga:

TK Internasional Kipina, Tawarkan Salah Satu Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ada Bayangan Hitam di Foto Planet Bumi, Fenomena Apa Ini?
Hiburan & Gaya Hidup
Ada Bayangan Hitam di Foto Planet Bumi, Fenomena Apa Ini?

Fenomena unik di foto Bumi yang diambil oleh NASA.

Shaggydog Terima Penghargaan Anugerah Kebudayaan Gubernur DIY
ShowBiz
Shaggydog Terima Penghargaan Anugerah Kebudayaan Gubernur DIY

enghargaan ini diberikan langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Benarkah Suntik Vitamin C Lebih Baik dari Suplemen?
Fun
Benarkah Suntik Vitamin C Lebih Baik dari Suplemen?

Pakar menyebutkan suntik vitamin C lebih baik dibandingkan daripada minum suplemen

Teknologi CHCNAV APACHE 3 Bisa Bantu Cegah Bencana Banjir
Fun
Teknologi CHCNAV APACHE 3 Bisa Bantu Cegah Bencana Banjir

APACHE 3 dapat memetakan kondisi kedalaman bawah air.

Para Pelancong Bisa Mendaki Air Terjun di Tempat Wisata Ini
Fun
Para Pelancong Bisa Mendaki Air Terjun di Tempat Wisata Ini

para pelancong bisa mendaki air terjun di Air terjun Bua Thong, Thailand

Garena Umumkan Tiga Kompetisi Free Fire Skala Besar di 2021
Fun
Daun Sukun, Daun Sakti Banyak Khasiat
Fun
Daun Sukun, Daun Sakti Banyak Khasiat

Di dalam daun ini terdapat kandungan seperti falvonoid, kalium, polifenol, asam amino esensial.

Aespa Tampil Futuristik di ‘Next Level’
ShowBiz
Aespa Tampil Futuristik di ‘Next Level’

Menjai single ketiga setelah Black Mamba dan Forever.

Arena 'Fortnite' akan Dimeriahkan Konser Virtual Ariana Grande
Fun
Arena 'Fortnite' akan Dimeriahkan Konser Virtual Ariana Grande

Lagi, Fortnite menghadirkan bintang besar untuk event tahunan mereka dalam game.

Pesohor Dunia yang Santuy Liburan di Indonesia
Fun
Pesohor Dunia yang Santuy Liburan di Indonesia

Indonesia punya keindahan alam yang enggak main-main!