Satu Lagi Perusahaan Pelat Merah Bermasalah, Erick Thohir Diminta Turun Tangan Kuasa hukum PT. Stahlindo Jaya Perkasa, Ferdian Sutanto (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Setelah Jiwasraya dan Asabri, satu lagi perusahaan milik negara di sektor konstruksi, yaitu PT Amarta Karya (Persero) mengalami permasalahan.

Perusahaan pelat merah itu dinilai belum membayarkan utangnya sebagai kontraktor proyek bangunan pabrik siap pakai ( BPSP) IX di Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Semarang ke perusahaan pengadaan baja PT Stahlindo Jaya Perkasa.

Kuasa hukum PT. Stahlindo Jaya Perkasa, Ferdian Sutanto meminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja PT Amarta Karya (Persero).

Baca Juga:

Diberi Laporan Mahfud MD, Erick Thohir Waspadai Ancaman Radikalisme di BUMN

"Pak menteri ini kan disiplin dan tegas, jadi kami berharap agar mendapatkan atensi dari Menteri BUMN atau Pimpinan Kementerian BUMN agar menjadi pengawas atas permasalahan ini," kata Ferdian Sutanto di Jakarta, Sabtu (18/1).

Permohonan pengawasan tersebut dilanjutkan Ferdian dengan mengirim surat kepada Menteri BUMN. Dia mengatakan, surat tersebut juga sudah diterima oleh pihak kementerian BUMN.

Perjanjian kerja antara PT Amarta Karya dengan PT Stahlindo Nusantara dan PT. Stahlindo Jaya Perkasa adalah pengadaan baja dan mengerjakan struktur baja senilai Rp 7 miliar. Ferdian mengatakan, pengerjaan kerja sama tersebut kini telah diselesaiman oleh PT Amarta Karya dengan PT Stahlindo Nusantara dan PT. Stahlindo Jaya Perkasa.

Erick Thohir ancam bubarkan BUMN yang terus merugi
Menteri BUMn Erick Thohir (Foto: antaranews)

Namun, dia mengatakan, PT Amarta Karya hingga kini belum melunasi pembayaran sebesar Rp 2,4 miliar. Dia melanjutkan, PT Amarta Karya telah kembali diminta untuk melunasi kewajibannya pada Mei 2019 lalu.

Permintaan dilakukan secara musyawarah dengan mengirimkan surat. Namun, dia mengatakan, surat tersebut tidak mendapatkan tanggapan positif dari PT Amarta Karya untuk penyelesaian pembayaran.

Baca Juga:

Erick Thohir Ketawa Garuda Punya Cucu

Dia mengatakan, respon negatif itu memaksa pihaknya untuk mengajukan gugatan pidana dan perdata di pengadilan negeri Semarang. Dia melanjutkan, saat ini proses persidangan pun tengah berlansung.

"Perjanjiannya dimulai pada 24 desember 2018 sampai Februari 2019. Nah pekerjaan itu oleh klien kami, sebagai subkontraktor, telah dilaksanakan 100 persen," tutup dia. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pangdam Pastikan Wisma Atlet Siapkan Ribuan Kamar untuk Pasien OTG di Jakarta
Indonesia
Pangdam Pastikan Wisma Atlet Siapkan Ribuan Kamar untuk Pasien OTG di Jakarta

Angka penularan COVID-19 di DKI Jakarta sangat tinggi dengan ribuan orang terpapar setiap harinya.

Kerja di Klinik Aborsi, Cleaning Service Ini Punya Rekening Rp881 Juta
Indonesia
Kerja di Klinik Aborsi, Cleaning Service Ini Punya Rekening Rp881 Juta

Berdasarkan hasil pendalaman terhadap Jainatun (51), klinik tersebut telah meraup untung Rp 800 juta lebih selama beroperasi.

Puskesmas Sleman Buka Layanan Psikologi Kesehatan Mental
Indonesia
Puskesmas Sleman Buka Layanan Psikologi Kesehatan Mental

"Di semua puskesmas kita sudah punya psikolog. Mereka siap menampung keluhan warga baik pasif maupun aktif," ujar Joko

 Pemprov DKI Klaim Telah Beri Layanan Kesehatan Jiwa Terhadap 1.730 Orang
Indonesia
Pemprov DKI Klaim Telah Beri Layanan Kesehatan Jiwa Terhadap 1.730 Orang

Pembekalan ini, kata Dwi menjadi mekanisme self healing atas dampak pekerjaan yang mungkin dialami agen Call Center 112 yang selalu siap bekerja di bawah situasi krisis.

Mantan Anggota ISIS asal Indonesia Berstatus Tanpa Kewarganegaraan
Indonesia
Mantan Anggota ISIS asal Indonesia Berstatus Tanpa Kewarganegaraan

Menurut dia, ISIS termasuk dalam kelompok Belligerent atau pihak yang tengah bersengketa dalam pertiakaian bersenjata terhadap siapa saja.

Riwayat Kegiatan Menhub Budi Karya dan Menteri-menteri yang Ada di Dekatnya
Indonesia
Riwayat Kegiatan Menhub Budi Karya dan Menteri-menteri yang Ada di Dekatnya

Pada 11 Maret lalu, Budi mengikuti rapat terbatas di Istana Negara bersama menteri-menteri yang lainnya.

 [HOAKS atau FAKTA]: Ahli Buka-bukaan Bahwa COVID-19 Bukan Penyakit Mematikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ahli Buka-bukaan Bahwa COVID-19 Bukan Penyakit Mematikan

Saat dihubungi pada 22 Mei 2020, Panji mengatakan bahwa pernyataan Indro itu bertolak belakang dengan fakta yang ada.

Menag Ajak Umat Islam Patuhi UU Kekarantinaan dengan Salat Ied di Rumah
Indonesia
Menag Ajak Umat Islam Patuhi UU Kekarantinaan dengan Salat Ied di Rumah

Tren penularan COVID-19 di Indonesia masih cukup tinggi

Indonesia Tawarkan Tiongkok Investasi di Industri Ban
Indonesia
Indonesia Tawarkan Tiongkok Investasi di Industri Ban

Indonesia merupakan eksportir karet alam terbesar kedua di dunia dengan nilai 3,9 miliar dolar AS atau berkontribusi sebesar 29,8 persen terhadap nilai ekspor karet seluruh dunia.

Kedua Kalinya Polsek Ciracas Diserang Massa
Indonesia
Kedua Kalinya Polsek Ciracas Diserang Massa

Pada 11 Desember 2020 Polsek Ciracas pernah dirusak dan dibakar massa tak dikenal. Kerusuhan itu diduga dipicu pengeroyokan anggota TNI oleh tukang parkir di Ciracas, sehari sebelumnya.