Satu Lagi Pasien COVID-19 Meninggal di Papua Dokumen foto pemakaman korban meninggal pasien COVID-19. ANTARA/HO

MerahPutih.com - Satu lagi pasien positif virus corona baru (COVID-19) berjenis kelamin laki-laki berusia sekitar 48 tahun di Papua meninggal dunia Selasa dini hari.

Pasien meninggal saat menjalani perawatan di Rumah sakit TNI Jayapura Papua. Total hingga hari ini sudah ada 2 kasus positif COVID-19 yang meninggal di Jayapura.

Baca Juga:

Papua Sempat Pilih Lockdown Akibat COVID-19, Begini Penjelasan Kemendagri

"Memang benar ada pasien kami yang positif COVID-19 meninggal setelah sempat dirawat beberapa hari," kata Kepala Rumkit TNI Marthen Indey Kol CKM dr Budi, saat dikonfirmasi, Selasa (7/4).

Budi memastikan pasien yang bersangkutan dari awal sudah dinyatakan positif dan saat ini sedang dilakukan proses penyiapan pemakaman. Menurut dia, almarhum terpapar COVID-19 diduga saat mengikuti kegiatan keagamaan.

sentani
Halaman parkir Bandara Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua nampak lengang setelah pemberlakukan penutupan angkutan penumpang. (ANTARA/Alfian Rumagit)

Sabtu (4/4) malam lalu kasus pertama pasien positif COVID- 19 di Papua meninggal. Pasien meninggal setelah sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Waena Jayapura.

Data dari gugus tugas pencegahan dan penanganan COVID-19 Kota Jayapura tercatat 12 orang positif, 13 PDP dan 1.261 ODP. Sampai saat ini status Kota Jayapura masih siaga dan aktivitas masyarakat dibatasi dari pukul 06.00-18.00 wit akibat wabah virus corona.

Dikutip Antara, Pemkot Jayapura sendiri telah mengalokasikan dana Rp7 miliar untuk penanganan COVID-19. Tercatat enam rumah sakit di wilayah Kota Jayapura yang menangani pasien COVID-19 berdasarkan data terakhir Pemkot Jayapura. (*)

Baca Juga:

Papua Ditutup Sementara karena Khawatir Penyebaran COVID-19 Makin Meluas

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemenag Komentari Penggunaan Kotak Amal untuk Danai Teroris
Indonesia
Kemenag Komentari Penggunaan Kotak Amal untuk Danai Teroris

Kepolisian mengungkapkan adanya modus penggunaan kotak amal yang ditaruh di minimarket untuk mendanai kegiatan teroris di Indonesia.

Kematian COVID-19 Tembus 7.000, Swedia Belum Wajibkan Penggunaan Masker
Dunia
Kematian COVID-19 Tembus 7.000, Swedia Belum Wajibkan Penggunaan Masker

Swedia belum mewajibkan penggunaan masker. Demikian kata pejabat kesehatan senior pada Kamis (3/12).

Belum Bisa Uji Lab di Dalam Negeri, LIPI Kirim Sampel Antiviral COVID-19 ke Jepang
Indonesia
Belum Bisa Uji Lab di Dalam Negeri, LIPI Kirim Sampel Antiviral COVID-19 ke Jepang

Senyawa-senyawa yang mempunyai aktivitas antiviral itu adalah kaempherol, aloeemodin, quercitrin, dan qurcetin

Rocky Gerung hingga Rizal Ramli Hadiri Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi
Indonesia
Rocky Gerung hingga Rizal Ramli Hadiri Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi

Sejumlah tokoh KAMI membacakan deklarasi di depan patung Soekarno-Hatta

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Mayat Perempuan Terbakar di Dalam Mobil
Indonesia
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Mayat Perempuan Terbakar di Dalam Mobil

Polres Sukoharjo dibantu Polda Jawa Tengah berhasil menangkap dua terduga pelaku pembunuhan Yulia (42) yang diitemukan terbakar di dalam mobil, Selasa (20/10).

Berhasil Bongkar Dugaan Korupsi Edhy Prabowo, Kemampuan Deteksi KPK Dipuji
Indonesia
Kemendikbud Tegaskan Tahun Ajaran Baru Bukan Berarti Tatap Muka di Sekolah
Indonesia
Kemendikbud Tegaskan Tahun Ajaran Baru Bukan Berarti Tatap Muka di Sekolah

Sekolah yang berada di zona hijau tidak langsung bisa dibuka secara otomatis

Pemerintah Diminta Buat Peraturan Teknis Dukung Kebijakan Tutup Pintu WNA
Indonesia
Pemerintah Diminta Buat Peraturan Teknis Dukung Kebijakan Tutup Pintu WNA

Varian baru corona yang dikatakan jauh lebih cepat menyebarnya ini hasil riset laboratorium (infitro)

Komnas HAM Serahkan Bukti Penembakan 6 Laskar FPI
Indonesia
Komnas HAM Serahkan Bukti Penembakan 6 Laskar FPI

Dalam berita acara penyerahan, barang bukti akan digunakan untuk kepentingan pelaksanaan rekomendasi, khususnya penegakan hukum.

Mau Bikin Kacau, Seratus Penyusup Demo di Gedung DPR Ditangkap
Indonesia
Mau Bikin Kacau, Seratus Penyusup Demo di Gedung DPR Ditangkap

"Itu orang-orang yang kena razia, mau bikin kacau," katanya