Satu Lagi Korban Kerusuhan di DPR Meninggal Dunia Aksi unjuk rasa mahasiswa dan pelajar menolak revisi UU KPK dan RUU KUHP yang berujung ricuh. Antara Foto

MerahPutih.com - Usai mendapatkan perawatan di rumah sakit, korban kerusuhan di DPR bernama Akbar Alamsyah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pada Kamis (10/10) sore.

"Iya betul sudah meninggal pada Kamis (10/10)," ujar ibunda Akbar, Rosminah kepada wartawan di Jakarta, Jumat (11/10).

Baca Juga

Kapolda Papua: Penyebar Hoax Kerusuhan Wamena Belum Tertangkap

Akbar sebelumnya dirawat di RS Pelni, Petamburan. Kemudian dibawa ke RS Polri di Kramat Jati dan baru dirujuk ke RSPAD. Keluarga juga belum mengetahui pasti penyebab sampai Akbar koma.

Jenazah Akbar kini dibawa ke rumah neneknya di Jalan Kebon Mangga 4 RT 8 RW 2 No 27, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Aksi unjuk rasa mahasiswa dan pelajar menolak revisi UU KPK dan RUU KUHP yang berujung ricuh. Antara Foto
Aksi unjuk rasa mahasiswa dan pelajar menolak revisi UU KPK dan RUU KUHP yang berujung ricuh. Antara Foto

Rosminah mengatakan, saat ini pihak keluarga masih mengurus administrasi Akbar dari RSPAD Gatot Subroto untuk dipulangkan ke rumah neneknya yang ada di Gelonggongan, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan.

"Dibawa pulang ke rumah neneknya di Kebayoran. Dimakamkan di daerah Kebayoran Lama," katanya.

Baca Juga

Fahri Hamzah Desak Intelijen Analisis Kerusuhan Demo Depan Gedung DPR

Untuk diketahui, Akbar Alamsyah sempat dikabarkan hilang usai aksi demonstrasi DPR di Slipi, Palmerah, 25 September lalu. Akbar ditemukan orangtuanya sudah terbaring koma di rumah sakit.

Hingga 8 Oktober, kondisi Akbar masih belum bisa diajak komunikasi. Dia masih terbaring lemah dengan sejumlah selang di badan saat menjalani perawatan di ruang Cerebro Intensive Care Unit (CICU) RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, sejak Senin (30/9).

Baca Juga

Polisi Sebut Pelaku Kerusuhan dari Luar Jakarta

Kabagpenum Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra menyebutkan kondisi Alamsyah terbaring koma akibat menghindari kerusuhan.

"Kami menemukan saksi (yang melihat) yang bersangkutan (Akbar) jatuh saat melompat pagar. Sementara dugaannya yang bersangkutan luka bukan akibat kekerasan, tapi karena insiden itu (jatuh dari pagar)," kata Asep. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH