Satu Keluarga di Kota Serang Diduga Jadi Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Yayu seorang asisiten rumah tangga menunjukkan foto keluarga yang diduga menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1). (Mulyana)

MerahPutih.com - Satu keluarga yang tinggal di Kota Serang, Banten, diduga menjadi salah satu korban kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (9/1).

Keempat anggota keluarga itu terdiri dari Umbu Kristin Zai (2), Zursisya Zuar Zai (9) dan Arneta Fauzia (38). Sedangkan, satu korban lainnya yaitu satu bayi yang berumur di bawah satu tahun bernama Fao Nuntius Zai.

Baca Juga

Cara Tim Inafis Berhasil Identifikasi Jenazah Sriwijaya Air Okky Bisma

Menurut keterangan asisten rumah tangga korban, Yayu, keluarga ini merupakan pendatang di Kota Serang yang sebelumnya tinggal di Kota Bogor.

Kata Yayu, mereka pindah dan mengontrak di salah satu rumah di Komplek Taman Lopang Indah, RT/RW 01/013 Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang sejak bulan Oktober 2020 hingga saat ini.

Sedangkan suami korban yaitu Yaman, bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di salah satu perusahaan di Kalimantan Barat (Kalbar).

"Kalau ibu (Arneta Fauzi) memang ngontrak di sini sudah kurang lebih sekitar 3 bulanan sampai sekarang. Tadinya kan tinggal di Bogor karena suaminya ini kerja di Kalimantan jadi ABK," ucapnya dikutip Antara.

Sejumlah prajurit Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Armada 1 berusaha mengangkat puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dari dasar perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin (11/1/2021). Operasi pertolongan dan pencarian kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 pada hari ketiga difokuskan pada pencarian di bawah permukaan laut, baik untuk jenazah penumpang, serpihan potongan bagian pesawat terbang maupun kotak hitam. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Sejumlah prajurit Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Armada 1 berusaha mengangkat puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dari dasar perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin (11/1/2021). Operasi pertolongan dan pencarian kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 pada hari ketiga difokuskan pada pencarian di bawah permukaan laut, baik untuk jenazah penumpang, serpihan potongan bagian pesawat terbang maupun kotak hitam. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

Ia menjelaskan bahwa dirinya sempat mengantarkan korban ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada pagi pukul 09:00 WIB hari Sabtu (9/1). Rencananya ibu dan tiga anaknya tersebut akan berkunjung ke Pontianak untuk menemui suaminya.

Akan tetapi, kata Yayu, dari pemberangkatan yang sudah dijadwalkan tersebut mengalami keterlambatan sehingga dirinya pun ikut menunggu menemani korban.

"Hari Kamis (7/1) sudah ke bandara tapi ketinggalan pesawat, terus hari Jumat (8/1) jadwalnya juga diundur karena dianya kecapean kayanya. Terus ngambil yang jam setengah dua itu hari Sabtu, berangkat jam 9 pagi dari sini," sambungnya.

Ia mengungkapkan tidak lama setelah pemberangkatan dari bandara, suami korban kemudian menelpon kepada anak sulungnya Auliya (19) untuk menanyakan istri dan anak-anaknya yang tak kunjung tiba di Pontianak.

"Karena si neng Auliya itu ga ikut berangkat, pas sorenya itu bapak (Yaman) telpon nanyain si ibu ko gak nyampe-nyampe katanya. Udah gitu ngedenger berita dari TV pesawat yang ditumpangi ibu kecelakaan, dari situ saya kaget," ujar Yayu.

Sementara itu, Wali Kota Serang, Syafrudin mengatakan, informasi yang diterima oleh pihaknya bahwa keempat korban dalam peristiwa itu merupakan warga Bogor yang tinggal di rumah kontrakan di Kota Serang.

"Karena ini informasinya belum vailid dan belum tentu benar, maka kami akan coba memastikan dulu. Menurut info ada 4 orang dalam satu keluarga korban atas jatuhnya pesawat SJ182 kemarin," kata Syafrudin.

Ia menuturkan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang saat ini sedang menelusuri data terkait kependudukanya. Jika memang korban tersebut sudah menjadi warganya, maka pihaknya berencana akan memfasilitasi keluarga korban ke posko crisis center di Terminal II Bandara Soekarno-Hatta Tangerang.

Kemudian, pihaknya juga mengucapkan duka cita yang sangat mendalam kepada para keluarga korban pesawat Sriwijaya Air itu.

"Atas nama pemerintah Kota Serang turut belasungkawa dan berduka cita kepada korban. Kalau masalah fasilitas kepada keluarga korban kita nanti akan musyawarah dulu dengan OPD terkait," pungkasnya. (*)

Baca Juga

Dua Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Asal NTT Diduga Gunakan KTP Orang Lain

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Asal Bentuk Panitia, Pemkot Depok Izinkan Salat Idul Fitri
Indonesia
Asal Bentuk Panitia, Pemkot Depok Izinkan Salat Idul Fitri

Jemaah lanjut usia yang memiliki penyakit komorbit dan orang yang sedang sakit untuk tidak mengikuti kegiatan shalat Idul Fitri.

Usut Kasus Bansos, KPK Isyaratkan Periksa Legislator PDIP Ihsan Yunus
Indonesia
Usut Kasus Bansos, KPK Isyaratkan Periksa Legislator PDIP Ihsan Yunus

KPK terus mengembangkan dan mendalami kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Kasus COVID-19 di Kudus Meroket, Kapolri: Kami Prihatin
Indonesia
Kasus COVID-19 di Kudus Meroket, Kapolri: Kami Prihatin

Ketersediaan tempat tidur di tujuh rumah sakit di Kabupaten Kudus juga semakin menipis

26,6 Juta Dosis Vaksin AztraZeneca Sudah Dikirim ke Tanah Air
Indonesia
26,6 Juta Dosis Vaksin AztraZeneca Sudah Dikirim ke Tanah Air

Pihak AstraZeneca mengirimkan tambahan 8,4 juta dosis vaksin COVID-19 pada bulan September.

Sebagian Anggota Dewas dan Pimpinan KPK Dianggap Tak Kompeten
Indonesia
Sebagian Anggota Dewas dan Pimpinan KPK Dianggap Tak Kompeten

Sebagian anggota Dewan Pengawas dan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap tidak kompeten.

 BPK Periksa Kinerja Program Vaksinasi COVID-19 di Kota Bandung
Indonesia
BPK Periksa Kinerja Program Vaksinasi COVID-19 di Kota Bandung

Di Kota Bandung total cakupan vaksin dosis pertama sudah mencapai 952.656 orang dan dosis kedua 527.445 orang, lalau disusul dosis ketiga untuk perluasan SDM kesehatan sebanyak 2.158 orang.

Nirina Zubir Rugi Rp 17 Miliar, Polisi Tangkap 5  Pelaku Mafia Tanah
Indonesia
Nirina Zubir Rugi Rp 17 Miliar, Polisi Tangkap 5 Pelaku Mafia Tanah

Polisi telah menangkap para mafia tanah dan menetapkan mereka sebagai tersangka.

Tak Hanya Ditempeli Stiker, Rumah Pemudik Juga Diawasi Polisi dan Tentara
Indonesia
Tak Hanya Ditempeli Stiker, Rumah Pemudik Juga Diawasi Polisi dan Tentara

Kalau tidak membawa surat keterangan swab antigen yang menyatakan negatif mereka menolak

Ketum Projamin Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Hinaan ke Natalius Pigai
Indonesia
Ketum Projamin Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Hinaan ke Natalius Pigai

Ketua Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin) Ambroncius Nababan, dilaporkan ke Polda Papua Barat, terkait dengan tindakan dugaan rasisme kepada eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.