Satu Juta Industri Kecil Menengah Terdampak COVID - 19 Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih. (Foto: Kemenperin).

MerahPutih.com - Pemerintah mencatat sampai dengan 1 Mei 2020 sejumlah 1.008.677 industri kecil dan menengah (IKM) terdampak pandemi COVID-19. Para pengusaha ini, mengalami penurunan omzet. Namun, sektor makanan menjadi IKM yang tetap bertahan.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan, dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19, banyak IKM yang mendiversifikasi produk-produknya. Misalnya, IKM fesyen yang awalnya memproduksi pakaian, kini beralih memproduksi masker kain.

Ia mengatakan, langkah strategis yang dijalankan oleh pemerintah dalam upaya mencegah penurunan produksi dan menggerakkan kembali sektor industri, yakni melaksanakan program peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui lokakarya secara daring.

Kemenperin pun, kata ia, gencar melakukan pelatihan secara digital kepada para pelaku IKM. Pembinaan ini dijalankan agar para pelaku IKM di dalam negeri tetap produktif sehingga mampu menggeliatkan perekonomian.

Baca Juga:

SBY Peringatkan Jangan Utak-Atik Pancasila

Kemenperin memanfaatkan dana dekonsentrasi untuk membangkitkan IKM yang terimbas pandemi COVID-19 agar tetap berproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor, sehingga dapat berperan lagi memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

"Tahun 2020, pemerintah melakukan refocusing anggaran bagi IKM terdampak COVID-19. Selanjutnya, telah dilaksanakan beberapa kegiatan di daerah yang memberi manfaat bagi IKM, Gugus Tugas COVID-19, serta dukungan untuk fasilitas pelayanan kesehatan," kata Gati seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Baca Juga:

Mahfud Perintahkan Aparat Hukum Tidak Gantung Kasus



Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH