Satu Calon Mundur, Gibran Belum Tentu Diusung PDIP di Pilwakot Solo Dua bakal cawali dari PDIP, Achmad Purnomo dan Gibran Rakabuming Raka sedang berebut rekonendasi di Pilwakot Solo. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto menegaskan mundurnya bakal cawali yang diusung Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo, Achmad Purnomo dari pertarungan Pilwakot Solo tidak menjamin bakal cawali Gibran Rakabuming Raka mendapatkan rekomendasi.

DPD PDIP Jawa Tengah dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP bisa menunjuk calon lain untuk diusung maju Pilwakot Solo tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

Baca Juga

Gibran Puji Calon Independen yang Tak Gentar Tantang PDIP di Pilwalkot Solo

"Mundurnya Purnomo dari bakal cawali di Pilwakot Solo baru sebatas sikap pribadi belum secara organisasi," ujar Bambang, Senin (27/4).

Bambang yang juga menjabat ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP PDIP ini mengaku sejauh ini juga belum menerima surat pengunduran secara resmi Purnomo. Kalau sudah ada surat resmi, ia baru menyikapinya secara organisasi.

"Jika benar-benar mundur harus disertai surat resmi dari DPC PDIP Solo untuk dikirim ke DPD PDIP Jawa Tengah dan DPP PDIP," kata dia..

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto. (MP/Ismail)
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto. (MP/Ismail)

Ia memastikan kalau benar ada bakal calon di pilkada serentak 2020 mundur dari pertarungan, mereka tidak akan terkana sanksi. Dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/RT) PDIP tidak ada penjelasan sanksi bagi bakal cawali dan cawawali yang mengundurkan diri di tengah jalan.

"Jika Purnomo benar-benar mundur, belum tentu Gibran akan menjadi calon tunggal dan mulus mendapatkan rekomendasi," papar dia.

Bambang menambahkan DPP PDIP bisa saja memunculkan nama calon lain untuk digodok bersama Gibran sebelum akhirnya diputuskan siap yang mendapatkan rekomendasi dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Diberitakan sebelumnya, bakal cawali Achmad Purnomo menyatakan mundur dari pertarungan Pilkada 2020. Keputusan tersebut diambil jika benar KPU RI memutuskan tetap menggelar pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020.

"Kondisi masyarakat tengah waspada di tengah wabah COVID-19 sehingga saya nggak sampai hati kalau harus kampanye di tengah masyarakat," ujar Purnomo kepada MerahPutih.com, Jumat (24/4).

Baca Juga

Gibran Diprediksi Kalah Lawan Sosok Mapan dan Pintar Secara Intelektual

Purnomo yang juga menjabat Wali Kota Solo ini menyatakan mundur dari pertarungan Pilkada 2020 karena memperkirakan pada tanggal 9 Desember nanti wabah Corona belum tentu berakhir. Ia merasa harus lebih mengedepankan rasa kemanusiaan dibandingkan kepentingan politik semata. (*)

Berita ini merupakan laporan Ismail Soli, kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya.

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Selalu Bersikap 'Manis' ke Jokowi, PAN Dianggap Ngebet Minta Jatah Menteri
Indonesia
Selalu Bersikap 'Manis' ke Jokowi, PAN Dianggap Ngebet Minta Jatah Menteri

"PAN mungkin memilih jalan untuk bersabar menunggu momen yang tepat untuk kemudian diacak oleh presiden masuk dalam kabinet," ujar Lucius

Minta Maaf, Miftahul Ulum Sebut Tudingan ke Adi dan Achsanul Khilaf
Indonesia
Minta Maaf, Miftahul Ulum Sebut Tudingan ke Adi dan Achsanul Khilaf

Dalam pledoi, Ulum mengklaim dirinya tak bersalah seperti yang telah didakwaan JPU KPK.

Henry Yoso Tegaskan Negara Tak Boleh Kalah Oleh Sekelompok Orang Radikal
Indonesia
Henry Yoso Tegaskan Negara Tak Boleh Kalah Oleh Sekelompok Orang Radikal

Aksi-aksi seperti itu, dikhawatirkan mengganggu ketertiban umum dan berpotensi menciptakan konflik sosial

Kapolri Pastikan Pengobatan Korban Bom Makassar Ditanggung Negara
Indonesia
Kapolri Pastikan Pengobatan Korban Bom Makassar Ditanggung Negara

Mantan Kabareskrim itu memastikan biaya pengobatan korban ditanggung negara. Oleh karena itu, nanti akan dilakukan langkah-langkah pengobatan

Imbas Larangan Mudik, Pengusaha Bus Harus Kembalikan Uang Penumpang
Indonesia
Imbas Larangan Mudik, Pengusaha Bus Harus Kembalikan Uang Penumpang

Organda siap mengikuti peraturan Pemerintah terkait larangan mudik ini demi mengurangi penularan COVID-19.

Manajemen KRL Minta Pemudik Idul Adha Balik Jakarta Hari Ini
Indonesia
Manajemen KRL Minta Pemudik Idul Adha Balik Jakarta Hari Ini

Di hari kerja persebaran pengguna KRL masih terfokus di pukul 05.00-08.00 WIB dan 16:00 - 20:00 WIB, selain di waktu tersebut KRL nampak lebih lengang.

Pegawai Positif COVID-19, Markas KPK Disemprot Disinfektan
Indonesia
Pegawai Positif COVID-19, Markas KPK Disemprot Disinfektan

Lembaga yang dikomandoi Filri Bahuri itu akan melakukan tes swab terhadap para pegawainya.

Perayaan Imlek Secara Daring Bentuk Kepedulian Antar Sesama di Masa Pandemi
Indonesia
Perayaan Imlek Secara Daring Bentuk Kepedulian Antar Sesama di Masa Pandemi

Memperingati lewat cara yang baru di tengah pandemi COVID-19, sembari menggugah kesadaran bersama akan pentingnya mawas diri, peduli, serta rela berbagi dengan sesama melatarbelakangi peringatan Imlek Nasional 2021.

Anies Ancam Perberat Denda bagi Pelanggar Berulang
Indonesia
Anies Ancam Perberat Denda bagi Pelanggar Berulang

Sanksi progresif merupakan peningkatan hukuman secara bertahap diberikan kepada pelanggar yang berulang kali.