Satpol PP Tertibkan APK Milik Dua Paslon, Terbanyak Punya Gibran-Teguh Satpol PP Solo mencopoti APK milik paslon Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa, Senin (12/10). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Satpol PP Solo, Jawa Tengah, menertibkan sebanyak ratusan alat peraga kampanye (APK) milik kedua paslon di Pilwakot Solo, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo), Senin (12/10).

Dari banyaknya APK yang ditertibkan Satpol PP tersebut, terbanyak diketahui milik pasangan cawali dan cawawali nomor 01, Gibran-Teguh.

Kepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan, mengatakan APK yang ditertibkan ini tidak sesuai ketentuan dan melanggar Perwali Nomor 2 Tahun 2009 tentang White area atau zona terlarang pemasangan atribut parpol dan ormas.

Baca Juga

Aliansi BEM SI Sebut Pemerintah Bohong soal UU Cipta Kerja

"Total ada sekitar 249 APK yang kami copoti karena melanggar Perwali Nomor 2 Tahun 2009," ujar Arif.

Ia mengatakan penertiban APK ini berdasarkan laporan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan laporan masyarakat. Ia menindaklanjuti laporan tersebut dengan menerjunkan 50 personel.

"Sebanyak 50 personel kami terjunkan untuk menertibkan APK. Tim penertiban APK ini dibagi dua kelompok dengan menyasar lima kecamatan," kata dia.

Satpol PP Solo mencopoti APK milik paslon Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo), Senin (12/10). (MP/Ismail)
Satpol PP Solo mencopoti APK milik paslon Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo), Senin (12/10). (MP/Ismail)

Arif menjelaskan pencopotan APK berlangsung selama dua hari ke depan. Dasar hukum penertiban APK ini adalah Perwali Nomor 2 Tahun 2009. APK yang melanggar ini diantaranya ditemukan di Jalan Sultan Syahir, Jalan Gajah Mada, Jalan Urip Sumoharjo, dan Jalan Ronggowarsito.

"Ratusan APK yang ditertibkan Satpol PP paling banyak milik paslon nomor 01, Gibran-Teguh. Semua APK kami bawa ke kantor untuk dilakukan pendataan," tutup dia.

Wakil Ketua II Tim Pemenangan Paslon Gibran-Teguh, YF Sukasno, mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan penertiban APK milik paslon Gibran-Teguh yang dilakukan Satpol PP. Namun, ia memperingatkan penertiban APK tersebut harus sesiai ketentuan.

"Kami tidak mempermasalahkan penertiban APK oleh Satpol PP tersebut asalkan sesuai ketentuan," kata Sukasno.

Ia mengatakan pihaknya selama ini sudah memberitahu terkait zona dan aturan memasang APK pada timses, reawan dan simpatisan. Dimana sesui aturan berlaku, APK tidak boleh dipaku di pohon, tidak boleh ditali di tiang listrik dan dan di white area.

Baca Juga

TNI Dikerahkan Cari Tokoh Penggerak Kerusuhan saat Aksi UU Cipta Kerja

"Saya perlu ingatkan spanduk gambar Gibran-Teguh yang dipasang rumah kader dan kantor sekretariat pemenangan di kampung jangan dicopoti. Itu tidak ada aturan dalam Perwali Nomor 2 Tahun 2009," pungkasnya. (Ismail/Jawa Temgah)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemda Didorong Segera Bikin Jalur Khusus Sepeda di Daerahnya Masing-Masing
Indonesia
Pemda Didorong Segera Bikin Jalur Khusus Sepeda di Daerahnya Masing-Masing

Program pembuatan jalur bersepeda tersebut juga bisa diarahkan untuk pengembangan gerakan cinta produk-produk Indonesia

Pengusaha E-Commerce Apresiasi Bantuan Rp2,4 Juta bagi UMKM
Indonesia
Pengusaha E-Commerce Apresiasi Bantuan Rp2,4 Juta bagi UMKM

Pelaku usaha mikro, kata ia, memiliki peranan dalam memulihkan perekonomian nasional.

Jokowi dan Anaknya Direncanakan Hadiri Hari Penyiaran, Polisi Diminta Turunkan Pasukan
Indonesia
Jokowi dan Anaknya Direncanakan Hadiri Hari Penyiaran, Polisi Diminta Turunkan Pasukan

Polresta Solo dan Polda Jawa Tengah telah berkolaborasi

Hati-Hati, Solo Punya Klaster Baru COVID-19 Tahu Kupat
Indonesia
Hati-Hati, Solo Punya Klaster Baru COVID-19 Tahu Kupat

Klaster baru pedagang tahu kupat yang berjualan di kawasan RS Kasih Ibu Solo.

Presiden Jokowi Melayat ke Mendiang Artidjo Alkostar
Indonesia
Presiden Jokowi Melayat ke Mendiang Artidjo Alkostar

Mantan Hakim Agung dikenal sangat berintegritas, jujur, dan tak ragu dalam penegakan hukum.

Densus Tangkap Sejumlah Terduga Teroris di Merauke
Indonesia
Densus Tangkap Sejumlah Terduga Teroris di Merauke

Sejumlah terduga teroris ditangkap di Merauke terindikasi masuk dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Buntut Kematian 6 Pengawal Rizieq Shihab, DPR Segera Panggil Kapolri
Indonesia
Buntut Kematian 6 Pengawal Rizieq Shihab, DPR Segera Panggil Kapolri

“Komisi III sebagai Mitra Kerja Kepolisian akan mengagendakan pemanggilan Kapolri untuk mendudukkan perkara ini,” tuturnya.

Tolak UU Cipta Kerja, Serikat Buruh Solo Pilih Jalur Audensi dan Langkah Hukum
Indonesia
Tolak UU Cipta Kerja, Serikat Buruh Solo Pilih Jalur Audensi dan Langkah Hukum

Penolakan itu tidak dilakukan dalam bentuk mogok kerja dan demo, tetapi mengajukan gugatan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

KSAD Pimpin Komite Penanganan COVID, Tentara Disiplinkan Warga
Indonesia
KSAD Pimpin Komite Penanganan COVID, Tentara Disiplinkan Warga

Andika menyatakan kesiapan menjadi bagian dari komite yang punya misi mengatasi pandemi dan pemulihan ekonomi nasional secara tepat dan melibatkan komando TNI AD.

Jurnalis Foto Jadi Korban Pencurian di Gedung DPR, Kerugian Rp60 Juta
Indonesia
Jurnalis Foto Jadi Korban Pencurian di Gedung DPR, Kerugian Rp60 Juta

Dirinya menambahkan, saat itu rekan dari Irfan memang sempat melihat gerak-gerik mencurigakan seseorang yang masuk ke dalam press room DPR.