Satpol PP Hingga Polisi Pelototi Warga yang Belanja di Pasar Tanah Abang, Ada Apa? Sejumlah petugas gabungan memantau warga di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat (MP/Asropih)

Merahputih.com - Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat dijaga ketat aparat gabungan Polisi, Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

Mereka melakukan pengawasan protokol kesehatan terhadap warga yang ingin berbelanja di Pasar Grosir Terbesar se-Asia Tenggara itu.

Pantauan Merahputih.com di lokasi, sejumlah Satpol PP Jakarta Pusat berjaga di bawah gedung Central Tanah Abang atau tepatnya di Jalan KB. Jati, Jakarta Pusat. Mereka menggunakan rompi berwarna oranye.

Baca Juga:

Anies Minta Satpol PP DKI Tindak Tegas Pelanggar PSBB Total

Mata para petugas gabungan itu tak henti-hentinya memantau masyarakat jika ada yang melanggar protokol kesehatan. Nah, jika ada warga yang melanggar protokol kesehatan, mereka langsung menegur dan memberikan sanksi.

Adapun sanksi yang diterima pelanggar masker yakni Rp250 ribu, bila tak mampu bayar, pelanggar diperintahkan untuk membersihkan fasilitas umum dengan pakai rompi bertuliskan pelanggar protokol kesehatan dan sapu lidi, serta pengki.

Berbeda dengan gedung yang berada di Blok A Tanah Abang, ada sekitar puluhan Polisi yang tengah menggelar apel untuk melakukan pengawasan protap kesehatan penyebaran COVID-19 kepada pengunjung.

Kondisi pasar tanah abang di hari kedua PSBB total (MP/Asropih)

Pengetatan penjagaan itu karena Jakarta sudah masuk dalam masa PSBB total mulai Senin 14 September 2020 kemarin.

Aturan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 tahun 2020 perubahan Pergub Nomor 33 tahun 2020 tentang PSBB.

Sementara itu juga, ada sekelompok warga yang didominasi kaum perempuan berbaju berwarna pink di sebuah mini marker di pinggir Jalan Jati Baru, Tanah Abang. Diketahui mereka sedang beristirahat sejenak setelah berkeliling membawa peti korban COVID-19.

Kegiatan ini mengingatkan warga agar selalu menaati protokol kesehatan. Jika masyarakat melanggar protap kesehatan maka akan berujung pada kematian. "Ini warga RW 03 Kelurahan Kampung Bali, Tanah Abang," kata staf kelurahan Kampung Bali yang tak mau disebut namanya itu.

Baca Juga:

PSBB Total Hari Pertama, Penumpang KRL Melorot

Ia mengungkapkan, mulai kegiatan warga berkeliling membawa peti mati sekitar pukul 08.30 WIB dan selesai 10.00 WIB. Kegiatan ini juga mendapat pengawalan dari Polisi, Satpol PP, staf kelurahan.

Wanita berkerudung itu meminta agar masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan. Sebab saat ini kasus corona di Jakarta terua meningkat. "Kita minta warga taat aja jalani protokol kesehatan," Paparnya. (Asp)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH