Satpol PP Gadungan Rekrut dan Janjikan Kerja di Pemprov DKI Satpol PP. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI buka suara terkait ditangkapnya sejumlah orang yang melakukan penipuan menjadi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI.

Tercatat, sebanyak sembilan orang direkrut oleh seorang pelaku menjadi Satpol PP bohongan dan diperintahkan untuk berpatroli serta melakukan penindakan pelanggaran PPKM di Ibu Kota, terutama di Jakarta Utara dan Jakarta Timur.

Baca Juga:

Satpol PP Diberi Kewenangan Selidiki Pelanggar Prokes, Wagub DKI: Bukan Hal Baru

Para korban diakui pelaku sudah diberikan upah per bulan dengan nominal di bawah UMP dan tidak sesuai kontrak, antara Rp 900 ribu hingga Rp3 juta.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria mengatakan, dalam kondisi pandemi COVID-19 manusia kerap kali nekat mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari di rumah dengan cara apapun meski melanggar hukum. Hal ini tak dibenarkan dan pasti berakhir ke aparat kepolisian.

"Tentu dimasa sulit seperti sekarang ini selalu ada orang-orang yang mencari kesempatan untuk menipu dan lain sebagainya," ucap Riza di Jakarta, Selasa (27/7).

Orang nomor dua di DKI meminta, kepada masyarat untuk dapat lebih berhati-hati dan waspada. Apalagi cara masuk kerja ada yang janggal seperti adanya pungutan sejumlah uang.

"Terkait berbagai tawaran yang sepertinya menarik, instan. Jangan dengan cepat dipercaya. Apalagi harus mengeluarkan sejumlah uang," terangnya.

Riza menyarankan, pada masyarakat untuk teliti dan mengecek dahulu kebenaran ke instansi terkait bila ada tawaran pekerjaan. Instansi pemerintah juga kini punya akun media sosial resmi, sehingga warga bisa menanyakan hal tersebut.

"Tanyakan pada ahlinya," pungkas Ketua DPD Gerinda DKI Jakarta itu.

Satpol PP. (Foto: Antara)
Satpol PP. (Foto: Antara)

Seperti diketahui, Satpol PP DKI mengamankan seorang berinisial YF yang mengaku sebagai pejabat di Satpol PP DKI dan menipu puluhan orang. Pelaku menjanjikan kepada korban untuk menjadi pegawai kontrak atau Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di lingkungan Pemprov DKI.

Setelah korban menyetorkan uang, pelaku kemudian menerbitkan Surat Keterangan pengangkatan palsu.

"Salah satu korban mengaku bahwa dalam SK Satpol PP tersebut ada nama saya, kolom tanda tangan dan ada barcode di bawahnya, tapi ketika dicek barcode itu kosong," kata Kepala Satpol PP DKI Arifin di Balai Kota.

Saat ini terduga pelaku dan para korban sudah diboyong ke Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut. (Asp)

Baca Juga:

Di Bangka Tengah, Lulusan SMA/SMK Serbu Pendaftaran CPNS dan PPPK Satpol PP

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Diminta Istirahatkan Terawan
Indonesia
Jokowi Diminta Istirahatkan Terawan

Pernyataan itu disampaikan Fadli menanggapi cuitan akun Twitter @MataNajwa. Dalam video yang diunggah melalui akun Twitter @MataNajwa pada Senin (28/9).

Jokowi Diminta Pilih Kapolri yang Bisa Berikan Rasa Aman kepada Masyarakat
Indonesia
Jokowi Diminta Pilih Kapolri yang Bisa Berikan Rasa Aman kepada Masyarakat

Jokowi harus bijaksana dalam memilih pucuk pimpinan di Polri. Ini karena sosok Kapolri nantinya diharapkan memberi rasa aman kepada masyarakat.

WP KPK: Tes Wawasan Kebangsaan Jadi Alat Singkirkan Pegawai Berintegritas
Indonesia
WP KPK: Tes Wawasan Kebangsaan Jadi Alat Singkirkan Pegawai Berintegritas

Tes wawasan kebangsaan tidak terlepas dari konteks pelemahan pemberantasan korupsi yang telah terjadi sejak revisi UU Nomor 19 tahun 2019 tentang KPK berlaku.

Alasan Pemerintah Belum Tetapkan Cuti Bersama Tahun 2022
Indonesia
Alasan Pemerintah Belum Tetapkan Cuti Bersama Tahun 2022

Menurut Muhadjir sejumlah aspek pertimbangan dalam penetapan hari libur nasional dan cuti bersama itu tetap memperhatikan sisi pariwisata dan ekonomi

Gara-Gara Cemburu, Ibu di Indramayu Sampai Sewa Pembunuh Bayaran
Indonesia
Gara-Gara Cemburu, Ibu di Indramayu Sampai Sewa Pembunuh Bayaran

Jajaran Satreskrim Polres Indramayu, Jawa Barat menangkap seorang ibu tiri dan pembunuh bayaran yang menghabisi nyawa anak.

DVI RS Polri Terima 56 Kantong Jenazah Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air
Indonesia
DVI RS Polri Terima 56 Kantong Jenazah Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air

DVI Polri terus mengumpulkan data antemortem dari keluarga penumpang

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Didakwa Atur Proyek Bansos COVID-19
Indonesia
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Didakwa Atur Proyek Bansos COVID-19

Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara Sutisna didakwa melakukan pengaturan paket pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi COVID-19 pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat.

Kebakaran Hanguskan Sejumlah Rumah di Gambir
Indonesia
Kebakaran Hanguskan Sejumlah Rumah di Gambir

Kebakaran melanda rumah di Jalan Tanjung Selor, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11).

Distribusi Terganggu, Harga Udang Vamane Alami Penurunan
Indonesia
Distribusi Terganggu, Harga Udang Vamane Alami Penurunan

Berdasarkan pengakuan dari salah satu bandar, ada sejumlah truk yang mengangkut udang vaname, sempat tertahan cukup lama, akibat adanya aksi penolakan UU Cipta Kerja.

Pemprov DKI dan Jatim Jalin Misi Dagang Senilai Rp 3,9 Miliar
Indonesia
Pemprov DKI dan Jatim Jalin Misi Dagang Senilai Rp 3,9 Miliar

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Timur menjalin kerja sama dalam kegiatan 'Misi Dagang dan Investasi' senilai Rp 3.925.000.000.