Satpol PP DKI Larang Berjualan Hewan Kurban di Atas Trotoar Ilustrasi. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Jelang Hari Raya Iduladha banyak masyarakat yang menyulap trotoar ibu kota menjadi tempat berjualan hewan kurban musiman.

Namun, Satpol PP DKI Jakarta menegaskan bahwa trotoar bukan sebagai tempat jual beli hewan kurban yang kerap terjadi saat musim Lebaran Haji.

Baca Juga:

Jelang Idul Adha, DKP Kota Tangerang Periksa Kesehatan Hewan Kurban

Larangan itu tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 46 Tahun 2019 tentang pengendalian, penampungan, dan pemotongan hewan, yang diluarkan oleh Gubernur Anies.

Kepala Satpol PP Jakarta Pusat Bernard Tambunan mengatakan, trotoar difungsingkan bagi masyarakat yang berjalan kaki bukan tempat berjualan.

"Bicara trotoar ya trotoar fungsinya jalan," ujar Bernard saat dihubungi Merahputih.com, Selasa (21/7).

Petugas dari Dinas KPKP DKI Jakarta mengecek hewan kurban di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2020). (ANTARA/HO/Sudin KPKP Jakarta Pusat)
Petugas dari Dinas KPKP DKI Jakarta mengecek hewan kurban di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2020). (ANTARA/HO/Sudin KPKP Jakarta Pusat)

Hanya saja ucap Bernard, ada titik-titik tertentu trotoar dijadikan untuk menjulan hewan kurban. Tapi, ia tak menjelaskan secara gamblang di mana lokasi trotoar yang diizinkan berjualan hewan kurban.

"Cuman kan di situ kan di pergubnya camat menentukan lokasi sama wali kota," terangnya.

Ia pun berjanji akan menertibkan dan menindak pedagang hewan kurban yang berjualan di atas trotoar. "Ya kita akan melarang akan menertibkan," ungkapnya.

Baca Juga:

Penjualan Hewan Kurban di Kota Tangerang Diprediksi Menurun Akibat Covid-19

Saat ditanya, apakah ada petugas Satpol PP yang berjaga di trotoar agar tak ada pedagang yang berjulan. Kata Bernard, keamanan daerah DKI itu tak berjaga di trotoar yang kerap menjadi lokasi berjualan. Karena harus berpatroli segala lokasi baik pasar, tempat keramaian, dan Monas.

"Ya kita tetap melakukan tugas sebegimana mestinya lah. Kita ini kan banyak titik-titik, belum COVID-19 ini kita harus ke pasar ke mal banyak yang harus kita jaga gitu, kan belum lagi yang keramaian malam minggu di Monas hari Minggu di HI. Kalau jaga stand by kita ga ada anggota," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Jelang Idul Adha, Harga Hewan Kurban Melonjak Tajam


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH