Satpol PP DKI Kaji Perlombaan 17 Agustus di Tengah Pandemi, Panjat Pinang Dilarang Ilustrasi. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta akan mengkaji kegiatan perlombaan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustusan di tengah wabah COVID-19.

Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin menerangkan, pihaknya bakal membocorkan kegiatan mana saja yang diizinkan dilombakan sebelum hari peringatan HUT RI ke-75.

Baca Juga:

Peringati HUT RI, Anak Buah Anies Wajibkan Warga Berdiri 3 Menit saat 17 Agustus

Satpol PP memilah-milah perlombaan guna menghindari terjadinya kerumunan di tengah masyarakat yang berpotensi terjadi penularan virus corona.

"Tentu kita akan kaji jenis lomba apa saja yang boleh dilakukan. Mungkin nanti sebelum pelaksanaan 17-an mungkin ada kebijakan yang kami keluarkan," ujar Arifin di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (7/8).

Gubernur DKI Jakarta, Anies R. Baswedan menjadi pemimpin upacara HUT ke-74 Republik Indonesia di Pantai Maju, Pulau D, Jakarta, Sabtu, (17/8/2019). Foto: Merahputih.com / Rizki Fitrianto
Gubernur DKI Jakarta, Anies R. Baswedan menjadi pemimpin upacara HUT ke-74 Republik Indonesia di Pantai Maju, Pulau D, Jakarta, Sabtu, (17/8/2019). Foto: Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Sorotan Satpol PP DKI ialah perlombaan panjat pinang. Menurut Arifin, lomba tersebut sangat sulit diterapkan protokol kesehatan COVID-19.

"Kalau itu (panjat pinang) agak sulit juga ya. Masker susah kita pasang, orang manjat beramai-ramai juga saling bersentuhan. Jadi sebaiknya, saran saya tidak ada kegiatan yang berkaitan dengan panjat pinang," tegas Arifin.

Baca Juga:

Di Tengah COVID-19, Pemprov DKI Tetap Gelar Upacara 17 Agustus

Arifin menuturkan, bila nanti ada peraturan yang melarang melakukan lomba Agustusan, itu semata-mata dalam rangka melindungi warga DKI dari bahaya penyakit mematikan dari Wuhan, Tiongkok itu.

"Tentunya sekali lagi, kalau ada kebijakan yang meniadakan, itu semata-mata dalam rangka memberikan perlindungan dan memutus mata rantai (COVID-19)," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

PSBB Proporsional Bodebek Diperpanjang hingga 16 Agustus 2020

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tolak Bahas RUU HIP, Pemerintah Minta DPR Dengarkan Aspirasi Rakyat
Indonesia
Tolak Bahas RUU HIP, Pemerintah Minta DPR Dengarkan Aspirasi Rakyat

“Dengan begini, masyarakat bisa kembali duduk tenang, untuk membetulkan dan melihat substansinya dengan baik,” ujar Yasonna Laoly

Alasan Polisi Tahan Rizieq Shihab Selama 20 Hari
Indonesia
Alasan Polisi Tahan Rizieq Shihab Selama 20 Hari

"Intinya juga dilakukan penahanan agar mempermudah proses penyidikan," ungkapnya.

Anies Tegaskan PSBB di Jakarta Belum Pernah Dicabut
Indonesia
Anies Tegaskan PSBB di Jakarta Belum Pernah Dicabut

Papar Anies, sejak 10 April 2020 lalu Jakarta masih berstatus PSBB

Pengguna KRL Diprediksi Capai 420 Ribu
Indonesia
Pengguna KRL Diprediksi Capai 420 Ribu

Pengguna KRL juga lebih tertib dan taat melakukan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19.

Pemkot Buka Tempat Ibadah, Umat Katolik Solo Tunggu Keputusan Keuskupan Agung Semarang
Indonesia
Pemkot Buka Tempat Ibadah, Umat Katolik Solo Tunggu Keputusan Keuskupan Agung Semarang

Umat Katolik Solo masih menunggu Keuskupan Agung Semarang (KAS) untuk bisa kembali beribadah di gereja.

41 Persen Pasien COVID-19 di Bandung Berasal dari Luar Kota
Indonesia
41 Persen Pasien COVID-19 di Bandung Berasal dari Luar Kota

Dinas Kesehatan Kota Bandung menyatakan 41,04 persen pasien yang dirawat atau diisolasi di sejumlah fasilitas kesehatan merupakan warga dari luar kota.

Gunung Merapi Muntahkan Guguran Lava Tiga Kali
Indonesia
Gunung Merapi Muntahkan Guguran Lava Tiga Kali

Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengeluarkan guguran lava pada Rabu (11/11)

Polisi Ungkap Motif Pelaku Sebar Video Syur Mirip Artis
Indonesia
Polisi Ungkap Motif Pelaku Sebar Video Syur Mirip Artis

Polisi pun membeberkan motif PP dan MN menyebarkannya secara masif.

Hari Ini FPI Bakal Datangi Komnas HAM
Indonesia
Hari Ini FPI Bakal Datangi Komnas HAM

Pihaknya bersama para tokoh Nasional akan terus mendukung Komnas HAM untuk mengungkap kebenaran dari peristiwa kematian enam anggota Laskar