SATGAS WARAS Satgas Waras. (MP/Fikri)

TETIBA muncul reminder di Instagram, hari ini setahun lalu, lagi have fun banget nonton band favorit pada reuni di Synchronize Festival. Asyiknya lagi, bisa ambyar bareng mendiang 'Godfather of The Broken Heart'. Unforgattable moment parah. Apalagi kata orang bulan Oktober lebarannya festival. Setuju!

Dari situ, malah enggak sampai seminggu, disambung ikut bokin nonton Shawn Mendez. Lanjut, gegalauan di konser 17 Marcell. Terus 'mimik lucuk' sama teman satu circle di acara Oktoberfest. Ditutup pesta kostum Halloween. Pecah abis sih maraton festival, tahun lalu. Ingat, tahun lalu!

Sekarang? Dhuh, cuma bisa mengenang. Corona.., bisa enggak kita baikan aja. Pliss. Masak virtual lagi, virtual lagi. Capek mataku tuh. Enggak festive lah. Banyak orang pasti kecewa karena harus refund tiket padahal udah hold jatah cuti dari awal tahun. Mereka udah niat bakal pol-polan sebulan penuh karena Oktober banyak festival seru di dalam dan luar negeri. Namun, semua itu harus dijeda. Ya emang batal, tapi enggak gagal, cuma dijeda sampai pandemi COVID-19 reda.

Di Indonesia, angka orang terinfeksi semakin tinggi saban hari. Masyarakat terus dihimbau agar tidak berkerumun. Boleh ibadah tapi hanya orang-orang di satu area. Tempat makan boleh buka tapi absen dine-in. Olahraga luar ruang boleh asal jaga jarak, pakai masker, dan selalu cuci tangan. Kalau bisa, menurut anjuran pemerintah, keluar rumah untuk hal penting saja. Sekolah di rumah, kerja di rumah, Pilkada 2020?

Jelas sangat tidak waras bila kita mementingkan ego pribadi cuma gara-gara kangen nonton konser di kala tingkat kematian nakes tinggi, kamar ICU rumah sakit membludak pasien, rumah isolasi banyak antrean, sementara 3T (Testing, Tracing, Treatment) belum mencapai target. "Tapi kok kemarin ada video konser akbar terbuka paslon di Pilkada?" suara setengah kepo tapi cuma berani dalam hati. "Ahhh, mungkin video lama. Mana mungkin pemerintah kasih ijin," jawab sendiri aja berusaha khusnudzon.

Berkaca pada situasi tersebut, sebagai rakyat kecil, sebaiknya memang patuh terhadap anjuran pemerintah. Kalau mau marah atau protes? #dirumahaja. Bisik-bisik aja. Jangan bawel deh! Kita kan enggak pernah mengalami pandemi sebelumnya.

Di bagian solusi pencegahan COVID-19 menang kita sepakat patuhi protokol kesehatan dan lakukan 3M: Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak. Sementara, solusi hidup? Nah, sebagai warga negara budiman memang lebih baik cari solusi sendiri-sendiri.

Toh insecure akan ancaman PHK, takut usaha bangkrut, pembeli sepi, tabungan ludes, asam lambung naik, enggak dapet jaringan internet buat sekolah atau kuliah online, bahkan ribet WFH diganggu anak, sering ditelan mentah-mentah sendirian. Kita kan cuma angka dan baru nampak sebagai manusia ketika dihadapkan pada kotak suara. Sekarang, masing-masing saling jaga dan menguatkan aja sebagai sesama manusia biasa.

Kayaknya emang udah enggak lagi bisa saling tunggu. Saatnya memproklamasikan Satgas Waras. Siapa mereka? Ya, tiap-tiap orang; aku, kamu, kita. Seragamnya? Jelas, pakaian tiap hari aja, bisa daster, kaos, jaket ojek, kemeja, piyama, sarung, seragam minimarket, kostum superhero atau musuhnya, bahkan enggak pake baju juga boleh. Tupoksi? Pertama, jaga kewarasan dengan berbagai cara sesuai kemampuan. Kedua, patuhi protokol kesehatan secara ketat. Ketiga, saling bantu dalam bentuk apa pun sesama orang biasa kalau enggak mau disebut rakyat kecil. Keempat, jangan tunggu perintah. Emang ada struktur organisasi, anggaran, dan promosi karir. Langsung aksi aja. Prinsipnya, berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) dan happy.

Sepanjang Oktober 2020, merahputih.com berinisiasi mencanangkan kampanye Satgas Waras. Bukan mau meniru satgas apa pun. Melainkan kehendak redaksi membangun kesadaran masing-masing orang berperan penuh menjaga kesehatan dan kewarasan untuk dirinya sendiri agar berimbas pada banyak orang.

Kunci penting di tengah kondisi sulit sekarang ini ada di masing-masing orang. Bila setiap orang mampu menjaga dua hal; kesehatan dan kewarasan, maka langkah pemulihan pada segala bidang akan berjalan maksimal. Sekarang pilihan ada di masing-masing orang sebab tidak bisa lagi berharap pada apa pun, selain dirimu sendiri dan Tuhan Yang Maha Esa. Mau sehat? Tergantung kamu kok. Mau waras? Juga tergantung kamu.

Sehat di masa pandemi pasti penting. Namun, mesti waras apa pentingnya? "Enggak edan di 2020 aja udah bagus," celetuk teman. Di saat rentetan kesulitan datang, seperti kocek mulai menipis bahkan udah tiris, enggak bisa hangout bareng teman, pacaran virtual, semua film dan serial udah selesai ditonton, bahkan sering dapat kabar kematian orang-orang terdekat, menjadikan kita harus sadar kalau keadaan memang sedang tidak baik-baik saja. Namun, bukan berarti akhir segalanya. Tarik napas panjang dan keluarkan perlahan. It's just bad morning, not bad day. Kesadaran di tengah jaman edan sangat diperlukan untuk membantu orang berpikir runut dan logis. Menjaga kesadaran sama pentingnya dengan menjaga tubuh tetap fit, sebab ujungnya sama; waras dan sehat. Jika di luar banyak hal dirasa kurang waras biarkan saja. Biarkan kursi kosong tetap melompong. Segala lini sudah diambil alih Satgas Waras; Waras! Waras! Waras! (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Instagram Uji Coba Fitur Pemberitahuan Saat 'Down'
Fun
Instagram Uji Coba Fitur Pemberitahuan Saat 'Down'

sejumlah pengguna di berbagai negara termasuk Indonesia, mengeluhkan bahwa Facebook, Instagram, dan WhatsApp down

5 Tanda Jatuh Cinta ala ‘True Beauty’
Fun
5 Tanda Jatuh Cinta ala ‘True Beauty’

Dalam beberapa adegan, penonton dikasi tahu cara mengenali tanda sedang jatuh cinta.

Sudah Dewasa Masih Main Boneka, Wajar Enggak Sih?
Fun
Sudah Dewasa Masih Main Boneka, Wajar Enggak Sih?

Asal tidak menghambat pertumbuhan mentalmu.

Darren Defretes, Bartender 'Murni' di ICiGSC
Fun
Darren Defretes, Bartender 'Murni' di ICiGSC

Darren Defretes pertama kalinya mengikuti kompetisi kopi.

Cerita Ketangguhan Pemilik Ivegan Pizza Berjuang Menjadi Seorang Vegan
Hiburan & Gaya Hidup
Cerita Ketangguhan Pemilik Ivegan Pizza Berjuang Menjadi Seorang Vegan

Lelaki berusia 31 tahun tersebut merasa hewan juga memiliki rasa sakit sama seperti manusia.

Kombinasi Lagu Cinta dan Patah Hati dalam 'Bukan Salah Cinta'
ShowBiz
Desa Tanjungjaya Terima Vaksin Sinovac dari JHL Group
Fun
Desa Tanjungjaya Terima Vaksin Sinovac dari JHL Group

Terdiri dari anak sekolah hingga lansia.

Bahayanya Frozen Honey Challenge
Hiburan & Gaya Hidup
Bahayanya Frozen Honey Challenge

Memiliki beberapa efek samping yang berbahaya bagi tubuh.

Pentingnya Kehadiran Pelajar Tangguh di Masa Pandemi COVID-19
Fun
Pentingnya Kehadiran Pelajar Tangguh di Masa Pandemi COVID-19

Pelajar tangguh harus bisa beradaptasi di tengah pandemi.

Dolly Parton Mendapatkan Vaksin Moderna yang Dia Bantu Danai
ShowBiz
Dolly Parton Mendapatkan Vaksin Moderna yang Dia Bantu Danai

Dolly Parton menyumbangkan USD1 juta (Rp142,6 juta) ke pusat medis Universitas Vanderbilt di Nashville, Tennessee.