Satgas Tegaskan Kunci Mencegah Penularan COVID-19 Masih Sama, Apapun Variannya Ilustrasi Omicron. Foto: Pixabay/Alexandra_Koch

Merahputih.com - Satgas Penanganan COVID-19 mencatat, 58 persen dari total kasus Omicron yang terdeteksi di Indonesia menunjukkan tanpa gejala (asimtomatik).

Sedangkan 37 persen lainnya memiliki gejala ringan.

“Bahwa pasien tanpa gejala dan gejala ringan memiliki kemungkinan untuk sembuh yang lebih besar,” ujar Juru Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito saat konferensi pers melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, dikutip Jumat (28/1).

Kondisi ini sejalan dengan perkembangan kesembuhan di mana 96 persen pasien Omicron di RSDC Wisma Atlet dan 88 persen pasien Omicron di rumah sakit rujukan telah sembuh. Ini adalah angka yang sangat tinggi dan perlu untuk terus dipertahankan,” jelas Wiku.

Baca Juga:

Alasan Wagub DKI Izinkan G20 di Jakarta meski Kasus Omicron Tinggi

Wiku pun menyampaikan, kajian lebih lanjut mengenai karakteristik Omicron di tingkat global masih terus dilakukan. Menurutnya, varian ini memberikan dampak yang berbeda-beda di berbagai negara karena berbagai faktor.

Di beberapa negara, penularan kasusnya sangat tinggi. Selain itu, ada pula negara yang mengalami peningkatan jumlah kematian akibat varian ini.

Serta ada negara yang tak banyak membutuhkan perawatan rumah sakit dari penularan kasus Omicron.

Untuk angka keterisian tempat tidur atau BOR baik di RSDC Wisma Atlet maupun rumah sakit rujukan masih terkendali, meskipun terjadi kenaikan kasus varian Omicron.

Berdasarkan data Satgas per 23 Januari, tercatat ada 28 kasus aktif atau 3,75 persen di RSDC Wisma Atlet dan 90 kasus aktif atau 11,55 persen kasus Omicron di rumah sakit rujukan.

Sedangkan angka kesembuhan pasien Omicron di RSDC Wisma Atlet tercatat sebesar 96 persen dan di rumah sakit rujukan sebesar 88 persen. “Ini adalah angka yang sangat tinggi dan perlu untuk terus dipertahankan,” tambah dia.

Baca Juga

Hasil Studi: Vaksin Keempat Kurang Efektif Cegah Omicron

Wiku mengatakan, masih rendahnya persentase Omicron dibandingkan dengan total kasus positif serta tingginya angka kesembuhan merupakan hasil dari kerja sama seluruh pihak.

Baik tenaga kesehatan, masyarakat, dan juga pemerintah. Kendati demikian, Wiku meminta masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi penularan COVID-19.

“Apapun variannya, kunci mencegah penularan masih sama, yaitu disiplin protokol kesehatan, serta tidak berkerumun dan bepergian, apalagi ke luar negeri jika tidak diperlukan,” ucap Wiku

Wiku juga meminta bagi pekerja sektor non esensial agar dapat bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Hal ini menjadi antisipasi agar COVID-19 tidak menular secara lebih luas di tengah keberadaan varian Omicron.

"Begitu pun juga bagi mereka yang akibat tuntutan situasi maupun profesi memiliki intensitas mobilitas dan interaksi yang tinggi," jelas Wiku.

Seluruh Pemerintah Daerah yang tengah mengalami kenaikan kasus untuk kembali meningkatkan pengawasan protokol kesehatan di wilayahnya.

Lalu, mengupayakan vaksinasi khususnya untuk warga lansia dan masyarakat dengan komorbid. Pemda setempat juga diminta mengevaluasi pada pengaturan kegiatan masyarakat dan lakukan penyesuaian atau perubahan jika diperlukan.

Ia juga kembali mengingatkan bahwa upaya mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Seperti mendapat kekebalan dari vaksin memang banyak berperan dalam mencegah keparahan gejala, perawatan di rumah sakit hingga kematian.

Baca Juga:

96 Persen Pasien COVID-19 Omicron Berhasil Sembuh

Meskipun demikian, perlu diwaspadai risiko long COVID atau gejala COVID-19 berkepanjangan yang masih terus diteliti. Masyarakat diminta tidak lengah karena COVID-19 tidak pandang bulu dan bisa menginfeksi siapa saja.

Terlebih risikonya menjadi lebih besar pada pekerja yang langsung menangani pasien, serta pekerja pada sektor esensial yang bekerja di institusi penanganan COVID-19.

Masyarakat diminta menggunakan masker yang benar, dan menunda pergi ke tempat kerumunan dan turut membantu agar kasus segera turun.

"Selama status pandemi belum berubah menjadi endemi, maka kita harus tetap waspada dan menerapkan proteksi penuh terhadap diri kita," pesan Wiku. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI akan Revitalisasi Gereja Immanuel
Indonesia
Pemprov DKI akan Revitalisasi Gereja Immanuel

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana akan melakukan revitalisasi Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel yang terletak di Jalan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat.

Survei SMRC: Mayoritas Publik Dukung Permendikbud 30/2021
Indonesia
Survei SMRC: Mayoritas Publik Dukung Permendikbud 30/2021

“Dari yang tahu, 92 persen menyatakan mendukung atau sangat mendukung peraturan menteri tersebut,” ujar Saidiman

Legislator PKS Sebut Harga Minyak Goreng Rp 14 Ribu Per Liter Beratkan UMKM
Indonesia
Legislator PKS Sebut Harga Minyak Goreng Rp 14 Ribu Per Liter Beratkan UMKM

Amin menilai kebijakan harga minyak goreng di level Rp 14 ribu per liter pada dasarnya hanya jalan pintas

Kasus Harian dan Kematian Turun, Indonesia Optimistis Endemi Segera Terwujud
Indonesia
Kasus Harian dan Kematian Turun, Indonesia Optimistis Endemi Segera Terwujud

Berdasarkan survei internal yang telah dilakukan Kemenko PMK

Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Indonesia Diprakirakan Hujan dan Angin Kencang
Indonesia
Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Indonesia Diprakirakan Hujan dan Angin Kencang

Beberapa wilayah Indonesia saat ini telah memasuki musim hujan meliputi wilayah Indonesia bagian barat, bagian tengah, juga wilayah Indonesia bagian timur.

Yayasan Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani Terima Dana Hibah Rp 900 Juta
Indonesia
Yayasan Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani Terima Dana Hibah Rp 900 Juta

Pemprov DKI Jakarta menganggarkan dana hibah sosial hingga Rp 900 juta ke Yayasan Bunda Pintar Indonesia (BPI).

Kelompok Remaja Ini Tawuran Demi 'Cuan'
Indonesia
Kelompok Remaja Ini Tawuran Demi 'Cuan'

Memang sengaja dilakukan menggunakan medsos dan dibuat live di IG

Tiba di Gedung KPK, Bupati Probolinggo dan Suaminya Membisu
Indonesia
Tiba di Gedung KPK, Bupati Probolinggo dan Suaminya Membisu

Tiba di Gedung KPK sekitar pukul 17.05 WIB, Puput dan sang suami, Hasan nampak membisu saat ditanya sejumlah awak media.

Muhammadiyah Imbau Umat Islam Tak Terprovokasi Perang Rusia-Ukraina
Indonesia
Muhammadiyah Imbau Umat Islam Tak Terprovokasi Perang Rusia-Ukraina

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan, perang Rusia dan Ukraina bukan masalah agama.

Sejumlah Kriteria yang Wajib Dipenuhi Calon Komisioner KPU-Bawaslu
Indonesia
Sejumlah Kriteria yang Wajib Dipenuhi Calon Komisioner KPU-Bawaslu

Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia menyebut, ada lima kriteria standar yang dipegang Komisi II dalam menjalankan uji kelayakan dan kepatutan calon anggota KPU dan Bawaslu.