Satgas Nemangkawi Temukan Catatan Bantuan Pemkab Puncak Jaya ke KKB Barang bukti disita dari Neson Murib pelaku penjual senjata api dan amunisi ke KKB Puncak Jaya, Papua,. (ANTARA/HO-Satgas Nemangkawi)

MerahPutih.com - Satgas Nemangkawi telah menangkap Ratius Murib alias Neson Murib. Ia diduga merupakan jaringan penjual senjata api (senpi) dan amunisi kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB), Puncak Jaya, Papua.

Selain uang tunai Rp 370 juta, penyidik juga menyita buku catatan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Puncak sebesar Rp 600 juta.

Hasil barang bukti yang ditemukan oleh Satgas Operasi Nemangkawi dan dilakukan pendalaman penyidik melalui pemeriksaan kepada RM, ada beberapa catatan dan bukti transfer yang ditemukan darinya.

Baca Juga:

Satgas Namangkawi Tangkap 'Broker' Senjata ke KKB

"Di antaranya satu catatan bantuan tunai sebesar Rp 600 juta untuk Saudara Lekagak Telenggeng," ujar Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes Iqbal Alqudusy dalam keterangannya, Rabu (16/6).

Selain itu, ada dua kartu ATM dan dua buku tabungan.

Kemudian bukti pengiriman uang dari Saudara Lekagak Telenggen untuk pembiayaan senjata sebesar Rp 40 juta dan Numbuk Telenggeng sebesar Rp 30 juta.

Lekagak Telenggen dan Numbuk Telenggen merupakan salah satu DPO Polri dalam beberapa kasus baik pembakaran dan juga penembakan masyarakat dan TNI-Polri.

"Mereka merupakan kelompok teroris kriminal bersenjata di wilayah Kabupaten Puncak," ungkapnya.

Tersangka MT, anak buah KKB Guspi Waker dihadirkan saat konferensi pers Polres Mimika, Jumat (11/6/2021). (ANTARA/Evarianus Supar)
Tersangka MT, anak buah KKB Guspi Waker dihadirkan saat konferensi pers Polres Mimika, Jumat (11/6/2021). (ANTARA/Evarianus Supar)

Iqbal menyampaikan, Ratius Murib alias Neson Murib ditangkap dalam perjalanan dari Nabire menuju ke Timika.

Satgas menciduknya ketika pesawat transit di Bandara Mulia Kabupaten Pucak, sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

"Tersangka sudah dibawa ke Polres Puncak Jaya dan dilakukan pemeriksaan secara intensif," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Ratius Murib, tujuannya ke Timika untuk transaksi pembelian senjata melalui rekannya DW.

Ketika itu, Ratius Murib membawa uang tunai sebanyak Rp 370 juta dalam bentuk pecahan Rp 100 ribu.

Uang 370 juta tersebut didapatkan dari rekan RM yang merupakan rekan satu kuliah waktu di Bali, salah satu oknum dari anggota Dewan Tolikara berinisial SW.

"Saat ini penyidik masih mendalami atas keterangan dari tersangka RM tersebut," jelasnya.

Baca Juga:

Belasan Anggota KKB Ditangkap Selama Sebulan

Medio Mei 2021, Neson Murib disebut pernah memesan senjata api jenis M16 sebanyak dua pucuk dan satu pucuk AK47 beserta 100 butir amunisi kepada seseorang berinisial Y di Kalimantan dengan harga Rp 190 juta.

Namun, transaksi itu batal karena salah paham sehingga kapal yang membawa senjata dan amunisi itu kembali ke Kalimantan.

"Kemudian di bulan Mei juga, Saudara RM juga pernah bertransaksi, telah melakukan DP atau tanda jadi pembelian senjata M-16," kata Iqbal.

Iqbal mengatakan, berdasarkan azas equality before the law atau persamaan di depan hukum, Polri tidak akan tebang pilih dan akan melakukan pemeriksaan lanjutan dengan azas praduga tidak bersalah.

"Tentunya penyidik akan mendalami kembali atas keterangan saksi dan pengumpulan barang bukti lain, sebagaimana diatur pasal 184 KUHAP," tandasnya. (Knu)

Baca Juga:

Anak Buah Pentolan KKB Nau Waker Ditangkap, Ini Rekam Jejak Terornya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Buat Kartu Kredit Pakai KTP Palsu, Penipu Raup Untung Rp 360 Juta
Indonesia
Buat Kartu Kredit Pakai KTP Palsu, Penipu Raup Untung Rp 360 Juta

Bahkan, ICN bisa meraup hingga Rp 360 juta lebih.

Dapat Suntikan Rp 7,9 Triliun, Waskita Ingin Rampungkan 7 Ruas Tol
Indonesia
Dapat Suntikan Rp 7,9 Triliun, Waskita Ingin Rampungkan 7 Ruas Tol

Penyerapan dana PMN ditargetkan dilakukan secepat mungkin guna memastikan proyek diselesaikan secara tepat waktu.

98 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota Komnas HAM
Indonesia
98 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota Komnas HAM

"Panitia Seleksi telah melakukan proses pemeriksaan serta verifikasi berkas pendaftar dan menyatakan sebanyak 96 orang pendaftar Calon Anggota Komnas HAM RI lolos seleksi administrasi," jelas Makarim.

33 RS Darurat dan Tempat Isolasi COVID-19 Dibangun dari Medan hingga Bali
Indonesia
33 RS Darurat dan Tempat Isolasi COVID-19 Dibangun dari Medan hingga Bali

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah menyiapkan rumah sakit darurat COVID-19 dan tempat isolasi di 33 titik lokasi.

Libur Natal dan Tahun Baru, Pemprov Jabar Siapkan Bus Gratis ke Kawasan Wisata
Indonesia
Libur Natal dan Tahun Baru, Pemprov Jabar Siapkan Bus Gratis ke Kawasan Wisata

Setiap hari, Pemerintah Jawa Barat menyiapkan kuota bus gratis untuk sebanyak 162 orang atau 54 orang untuk setiap destinasi wisata yang dipilih. Bisa daftar perorangan atau grup dengan maksimal 10 orang per grup.

Megawati Dukung BRICS Bikin Bank Pembangunan
Indonesia
Megawati Dukung BRICS Bikin Bank Pembangunan

Konsepsi tata dunia baru yang berkeadilan harus terus diperjuangkan.

Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang Diresmikan, Lengkapi Tol Metropolitan Jabodetabek
Indonesia
Tol Kelapa Gading-Pulo Gebang Diresmikan, Lengkapi Tol Metropolitan Jabodetabek

Dengan selesainya jalan Tol Pulo Gebang-Kelapa Gading ini dapat mempercepat proses distribusi logistis dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

SBY Telepon Jokowi Bilang Kena Kanker, Begini Reaksi Istana
Indonesia
SBY Telepon Jokowi Bilang Kena Kanker, Begini Reaksi Istana

Istana bereaksi dengan memastikan akan memberikan dukungan dan bantuan dalam penanganan kondisi kesehatan SBY

Izin Penggunaan Darurat Vaksin Merah Putih Diperkirakan Keluar pada September
Indonesia
Izin Penggunaan Darurat Vaksin Merah Putih Diperkirakan Keluar pada September

Proses pengembangan Vaksin Merah Putih akan memasuki uji klinik fase ketiga.

Kasus COVID-19 Aktif Tembus 100 Ribu, Wagub DKI Minta Warga Tetap di Rumah
Indonesia
Kasus COVID-19 Aktif Tembus 100 Ribu, Wagub DKI Minta Warga Tetap di Rumah

Pemprov DKI Jakarta meminta masyarakat untuk tidak keluar rumah jika tidak ada hal yang mendesak.