Satgas Nemangkawi Tangkap Penjual Amunisi ke KKB Ilustrasi - Barang bukti senjata api. ANTARA/HO/Bidhumas Polda Aceh

MerahPutih.com - Perburuan terhadap anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua terus dilakukan.

Satgas Nemangkawi dan Polres Nabire meringkus dua orang buronan berinisial AU dan DW.

Mereka berperan menjual amunisi kepada kelompok kriminal bersenjata, di Jalan Poros Wadio-Wanggar, Kabupaten Nebire, Papua.

Baca Juga:

TNI Tegaskan Kuasai Distrik Suru-Suru dari KKB

Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, kedua pelaku ditangkap berdasarkan laporan polisi nomor: LP/A/17/2021/SPKT/ Polres Nabire tanggal 27 Oktober 2021, dan Daftar Pencarian Orang Nomor: DPO/34/XI/RES.1.17/2021/Ditreskrimum, tanggal 30 November 2021.

Kamal mengungkapkan, penangkapan keduanya merupakan hasil pengembangan kasus tertangkapnya dua oknum anggota Polri berinisial AS dan JP yang menjual amunisi kepada KKB, di Girimulyo, Kabupaten Nabire, 27 Oktober 2021

Kronologi penangkapan bermula ketika tim gabungan melakukan penyelidikan terkait keberadaan kedua orang buronan penjual amunisi itu, sekitar pukul 14.00 WIT, Jumat (3/11).

Selanjutnya, pada pukul 17.30 WIB, tim melihat pelaku mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion di Jalan Poros Wadio-Wanggar.

Saat hendak diberhentikan di depan SMK Negeri 2 Jalan Poros Wadio-Wanggar, pelaku melarikan diri naik motor dengan kecepatan tinggi.

Sesampainya di jalan masuk TOR, pelaku berhenti dan turun dari motor berupaya melarikan diri.

Baca Juga:

Polisi Bongkar Sederet Kejahatan Demius Magayang Pentolan KKB

Selanjutnya dilakukan pengejaran dan tembakan peringatan.

"Namun pelaku masih berupaya melarikan dan melakukan perlawanan sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur di bagian kaki," ungkap Kamal kepada wartawan, Sabtu (4/12).

Kamal menyampaikan, tim gabungan selanjutnya membawa kedua pelaku ke RSUD Nabire untuk dilakukan tindakan medis, pada pukul 17.40 WIT.

Lantas, kedua pelaku di bawa ke Jayapura dengan menggunakan Pesawat Wings Air ATR 62-600 PK-WGY. Selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Ketika dilakukan pemeriksaan, diketahui tersangka AU dan DW terlibat dalam kasus penjualan amunisi itu.

Berdasarkan pemeriksaan awal, diketahui bahwa AU berperan membeli amunisi sebanyak 80 butir dari tersangka AS dengan harga Rp 12.800.000, di Wonorejo Kabupaten Nabire, tanggal 27 Oktober 2021. Amunisi itu kemudian diduga dijual kepada KKB.

"Saat ini kasus tersebut dalam penanganan Satuan Reskrim Polres Nabire dan diback up Satgas Nemangkawi," tutup Kamal. (Knu)

Baca Juga:

Pimpinan DPD Dukung Gagasan KSAD untuk Merangkul KKB

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Asyik, Kini dari Cilacap ke Jakarta Bisa Naik Kereta di Stasiun Gumilir
Indonesia
Asyik, Kini dari Cilacap ke Jakarta Bisa Naik Kereta di Stasiun Gumilir

Kepala PT KAI Daop 5 Purwokerto Daniel Johannes Hutabarat mengatakan pengoperasi kembali Stasiun Gumilir untuk mengakomodasi permintaan masyarakat Cilacap melalui Bupati Cilacap beberapa waktu lalu saat kami melakukan kunjungan silaturahmi.

Sintetik Opioid Mulai Beredar, Pemkot Bandung Rumuskan Strategi Tekan Peredaran
Indonesia
Sintetik Opioid Mulai Beredar, Pemkot Bandung Rumuskan Strategi Tekan Peredaran

Kemunculan narkoba jenis baru harus selalu diantisipasi dan perlu kerja sama dan koordinasi.

Aturan Anies Sanksi Tilang Kendaraan Tak Lolos Uji Emisi Dinilai Memberatkan
Indonesia
Aturan Anies Sanksi Tilang Kendaraan Tak Lolos Uji Emisi Dinilai Memberatkan

Keputusan Gubernur Anies Baswedan membuat aturan sanksi tilang bagi kendaraan bermotor yang tak lolos uji emisi dinilai salah kaprah.

PPATK Minta Masyarakat Bijak dalam Berdonasi
Indonesia
PPATK Minta Masyarakat Bijak dalam Berdonasi

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana mengatakan hal itu terjadi sejak adanya laporan masyarakat yang disampaikan oleh Penyedia Jasa Keuangan/PJK kepada lembaganya.

Pakar Hukum Paparkan Tiga Cara Perjuangkan Presidential Threshold 0 Persen
Indonesia
Pakar Hukum Paparkan Tiga Cara Perjuangkan Presidential Threshold 0 Persen

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, memaparkan tiga cara untuk memperjuangkan Presidential Threshold 0 persen.

[HOAKS atau FAKTA]: Sumbat Hidung Pakai Bawang Putih Bisa Sembuhkan Sinusitis
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Sumbat Hidung Pakai Bawang Putih Bisa Sembuhkan Sinusitis

Informasi turut disertai cara-cara tertentu serta ajakan untuk mengabaikan berbagai obat medis dan beralih menggunakan cara mudah tersebut.

Sopir TransJakarta Mengidap Epilepsi, Pemprov DKI Lakukan Evaluasi
Indonesia
Sopir TransJakarta Mengidap Epilepsi, Pemprov DKI Lakukan Evaluasi

"Kami akan evaluasi dari PT Transjakarta dan memastikan supaya tidak terulang lagi," ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (3/11).

Taufik Gerindra: Jangan Takut Sama Anies, Orang Enggak Punya Partai
Indonesia
Taufik Gerindra: Jangan Takut Sama Anies, Orang Enggak Punya Partai

Gerindra sendiri sudah mantap mendorong ketua umumnya, Prabowo Subiato

BKN Pastikan Peserta Disabilitas Tes SKD CPNS Mendapat Pendampingan Khusus
Indonesia
BKN Pastikan Peserta Disabilitas Tes SKD CPNS Mendapat Pendampingan Khusus

Badan Kepegawaian Negara akan mempersiapkan segala kebutuhan untuk seluruh peserta penyandang disabilitas.

KPK Tak Segan Jerat PT Waskita Karya Jadi Tersangka Korporasi
Indonesia
KPK Tak Segan Jerat PT Waskita Karya Jadi Tersangka Korporasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang menjerat PT Waskita Karya sebagai tersangka korporasi dalam kasus dugaan rasuah proyek Gedung IPDN di Gowa, Sulawesi Selatan. KPK sedang bekerja untuk mencari bukti keterlibatan perusahaan pelat merah tersebut.