Satgas Kaji Sasaran Prioritas Penerima Vaksin COVID-19 Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito, dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Kamis (24/9/2020). ANTARA/Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden/pri.

MerahPutih.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito memastikan, pemerintah sedang mengkaji kelompok prioritas yang akan diutamakan menerima vaksinasi.

"Kami sedang mengkaji tentang sasaran prioritas vaksin sesuai dengan kelompok risiko tentunya. Dan begitu juga dengan elemen yang diperlukan dalam vaksinasi tersebut, mulai dari supply, pembiayaan serta mekanisme dan infrastruktur yang perlu dipersiapkan dalam rangka vaksinasi tersebut,” kata Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (29/9).

Menurut Wiku, setelah rencana pemberian vaksinasi sudah matang, maka Satgas COVID-19 akan memberikan keterangan kepada masyarakat tentang rencana vaksinasi secara mendetail.

Baca Juga

Cerita Bhabinkamtibmas Gambir Masuk di Zona Merah COVID-19

"Nanti pada saatnya setelah semua rencananya matang dan jelas, akan kami sampaikan kepada masyarakat tentang rencana vaksinasi itu lebih detail,” ujarnya.

Wiku menegaskan, pemerintah memberikan kepastian akan ketersediaan vaksin COVID-19 bagi seluruh rakyat Indonesia. "Kami memastikan ketersediaan vaksin yang ada untuk melindungi seluruh masyarakat Indonesia,” terang Wiku Adisasmito.

Wiku mengatakan, kelompok prioritas yang akan mendapatkan vaksin COVID-19 belum final ditetapkan, termasuk anggota DPR. "Kami masih mengkaji tentang sasaran prioritas vaksin sesuai dengan kelompok risikonya," ujar Wiku.

Mengutip dokumen presentasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) yang dipaparkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai Rapat Terbatas tentang laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Senin kemarin, 28 September 2020, pemerintah menetapkan enam kelompok prioritas yang akan mendapatkan vaksin virus corona pada awal waktu dengan jumlah sasaran 102,45 juta orang.

Kelompok pertama, orang yang berada di garda terdepan dalam penanganan COVID-19. Total orang yang menjadi sasaran pemberian vaksin sebanyak 1,31 juta orang di kelompok ini. Kelompok kedua, orang yang memiliki kontak erat dengan pasien COVID-19. Targetnya ada 50 ribu orang. Kelompok Ketiga, orang yang bertugas di bidang pelayanan publik dengan sasaran 715 ribu orang.

Kelompok keempat, masyarakat umum dengan sasaran berjumlah 92,28 juta orang. Kelompok kelima, vaksin akan didistribusikan kepada 4,36 juta tenaga pendidik. Terakhir, keenam, aparatur sipil negara (ASN) dan anggota lembaga legislatif sebanyak 3,72 juta orang.

Menurut Wiku paparan Airlangga Hartarto belum bersifat final. "Nanti pada saatnya, setelah semua rencananya matang dan jelas, akan kami sampaikan kepada masyarakat tentang rencana vaksinasi secara lebih detail. Kami akan memastikan ketersediaan vaksin yang ada untuk melindungi seluruh masyarakat," ujar dia.

Sebelumnya, Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sekaligus Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan ada enam kelompok prioritas yang akan mendapatkan vaksin virus corona di tahap awal dengan sasaran 102,45 juta orang.

Kelompok pertama, orang yang berada di garda terdepan dalam penanganan corona atau COVID-19. Di kelompok ini, total orang yang menjadi sasaran pemberian vaksin sebanyak 1,31 juta orang.

Kelompok kedua, orang yang memiliki kontak erat dengan pasien COVID-19. Targetnya ada sebanyak 50.000 orang. Kelompok ketiga, orang yang bertugas di bidang pelayanan publik dengan sasaran vaksinasi sejumlah 715.000 orang.

Baca Juga

Ketua DPR Peringatkan Pemerintah Jangan Patok Harga Tes Swab Terlalu Mahal

Kelompok keempat, masyarakat umum dengan sasaran berjumlah 92,28 juta orang. Proses distribusinya dilakukan dalam lima tahap.

Kelompok kelima, vaksinasi akan diberikan kepada 4,36 juta tenaga pendidik. Kelompok keenam, aparatur sipil negara (ASN) hingga lembaga legislatif yang sebanyak 3,72 juta orang. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Hadirkan Edhy di Sidang Penyuap Ekspor Benur
Indonesia
KPK Hadirkan Edhy di Sidang Penyuap Ekspor Benur

Edhy yang saat ini ditahan di rutan KPK cabang Gedung Merah Putih tidak hadir secara langsung di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta tapi memberikan kesaksian melalui fasiltas daring atau video conference.

Polisi Ultimatum 4 Teroris Poso untuk Menyerahkan Diri
Indonesia
Polisi Ultimatum 4 Teroris Poso untuk Menyerahkan Diri

Polri mengultimatum empat orang jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) untuk menyerahkan diri.

Cuaca Hari Ini: Jakarta Hujan pada Senin Siang
Indonesia
Cuaca Hari Ini: Jakarta Hujan pada Senin Siang

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memperkirakan sebagian wilayah Jakarta akan diguyur hujan yang disertai petir pada Senin.

Mabes Polri Sebut Kasus Abu Janda Tak Dihentikan
Indonesia
Mabes Polri Sebut Kasus Abu Janda Tak Dihentikan

Abu Janda dianggap mengejek mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai

Wapres Ungkap Subsidi LPG 65 Persen Dinikmati Masyarakat Mampu
Indonesia
Wapres Ungkap Subsidi LPG 65 Persen Dinikmati Masyarakat Mampu

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyayangkan adanya ketimpangan sasaran penerima manfaat subsidi gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG).

Pimpinan MIT Poso Ali Kolera Dipastikan Tewas, 4 Orang Masih Buron
Indonesia
Pimpinan MIT Poso Ali Kolera Dipastikan Tewas, 4 Orang Masih Buron

Mabes Polri tengah menunggu informasi resmi dari Kapolda Sulteng terkait kronologis baku tembak yang menewaskan pimpinan MIT Poso yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Sulteng tersebut.

Sering Jatuh Sakit, Keluarga Minta Pemerintah Beri Kebebasan pada Ba'asyir
Indonesia
Sering Jatuh Sakit, Keluarga Minta Pemerintah Beri Kebebasan pada Ba'asyir

Kondisi kesehatan pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki Abu Bakar Ba'asyir (83) yang sering jatuh sakit menjadi perhatian serius keluarga.

Saksi: Ratusan Ribu Massa Jemput Kedatangan Rizieq di Bandara Soekarno
Indonesia
Saksi: Ratusan Ribu Massa Jemput Kedatangan Rizieq di Bandara Soekarno

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur kembali menggelar sidang kasus kekarantinaan kesehatan terdakwa Rizieq Shihab.

Pemprov DKI Terus Tingkatkan Jumlah RS Rujukan COVID-19
Indonesia
Pemprov DKI Terus Tingkatkan Jumlah RS Rujukan COVID-19

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta akan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), BUMN dan rumah sakit swasta

DPR Desak Presiden Jokowi Segera Terapkan PSBB
Indonesia
DPR Desak Presiden Jokowi Segera Terapkan PSBB

Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mendesak Presiden Joko Widodo segera memutuskan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena kondisi sudah darurat.