Satgas COVID-19 Ungkap Lima Fakta Strategi Keberhasilan Tangani Pandemi Sekretaris Bidang Perlindungan Tenaga Kesehatan Satgas Covid-19 dr. Mariya Mubarika. Foto: Humas Satgas COVID-19

MerahPutih.com - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengungkapkan lima fakta strategi keberhasilan berbagai negara dalam penanganan virus corona.

Sekretaris Bidang Perlindungan Tenaga Kesehatan Satgas COVID-19, dr. Mariya Mubarika mengatakan disiplin dalam menegakkan aturan merupakan penentu keberhasilan dalam menjaga kestabilan dan memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Baca Juga

Warga Madura dan Minang Paling Banyak Tolak Divaksin COVID-19

“Negara yang baik dan berhasil menangani pandemi COVID-19 itu model kepemimpinannya seperti TNI dengan mematuhi garis komando. Cepat dan kalau dari atas A sampai ke bawahnya A,” kata Mariya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (24/3).

Mantan Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Sumber Daya Manusia Kesehatan 2019-2021 ini menjelaskan kerja sama masyarakat sangat perlu dan juga menentukan keberhasilan. Selain itu, mengkaji perkembangan profil terbaru COVID-19 serta usaha mitigasi penyebaran COVID-19 yang segera diterapkan menjadi efektif dan efisien.

Lebih lanjut dr. Mariya Mubarika, mengatakan jika berbagai pendekatan tidak ada perbaikan, perlu segera memikirkan metode lain sebelum terlambat dan malahan tereliminasi oleh Virus yakni dengan jumlah angka kematian terus meninggi.

Terakhir, perlu dibuat sistem perlindungan satu langkah di depan serangan virus, karena kita tidak mungkin terus di ombang ambing dari perubahan mutasi virus yang secara alamiah memang terus bermutasi, berdampak ke perubahan virulensi, kematian ataupun bisa menghindar dari antibodi. Kita harus lebih cerdas dari virus.

Sekretaris Bidang Perlindungan Tenaga Kesehatan Satgas Covid-19 dr. Mariya Mubarika dalam Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan Tentara Nasional Indonesia (Rakorniskes TNI) 2021 di Aula Gatot Soebroto Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Selasa (23/3) pagi.
Sekretaris Bidang Perlindungan Tenaga Kesehatan Satgas Covid-19 dr. Mariya Mubarika dalam Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan Tentara Nasional Indonesia (Rakorniskes TNI) 2021 di Aula Gatot Soebroto Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Selasa (23/3). Foto: Humas Satgas COVID-19

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Imunisasi, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan dr. Asik Surya, MPPM menyatakan tingkat kedisiplinan masyarakat kita dalam menggunakan masker jauh lebih baik dibandingkan dengan negara Amerika Serikat yang menganut paham demokrasi liberal.

“Amerika Serikat tigabelas kali lipat lebih parah daripada Indonesia,” ujar peraih gelar Master Public Policy and Management lulusan University of Southern California, Los Angeles, Amerika Serikat tahun 1999 ini.

Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, menyatakan saat ini seluruh dunia berharap dengan vaksin, termasuk Indonesia, meski sudah menjalani protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan, dan membatasi mobilisasi dan interaksi) dan 3T (testing, tracing, dan treatment).

“Pemerintah menyiapkan ketersediaan vaksin untuk seluruh masyarakat secara bertahap serta melakukan inovasi pelaksanaan vaksinasi guna mengejar target yang dicanangkan Bapak Presiden selama 300 hari sudah harus selesai,” ujar dr Asik.

Sedangkan, Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S, MARS, MHKes mengatakan peningkatan sumber daya manusia (SDM), organisasi, sistem komunikasi, integrasi, dan sinergi dengan Kepolisian RI dan juga di lingkungan internal TNI sangat penting dalam penanganan pandemi COVID-19.

“Kita sama-sama berkolaborasi dan bersinergi dalam penggunaan kekuatan tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19 yang bisa memberikan ancaman dan mengganggu ketahanan negara,” ujar Mayjen TNI Tugas Ratmono.

Jenderal Bintang Dua - yang saat ini menjabat pula sebagai Koordinator Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat - menekankan pentingnya sinergitas TNI, Polri, Kementerian Kesehatan, Satgas COVID-19/BNPB, dan kepala daerah dalam memutus penyebaran COVID-19.

“Sudah beberapa kali ditekankan Bapak Panglima TNI dan Ketua Satgas COVID-19 masih banyak yang perlu disinergikan untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19 di negara kita,” papar Mayjen TNI Tugas Ratmono. (*)

Baca Juga

Satgas COVID-19 Minta Pembukaan Sekolah Tatap Muka Dilakukan Bertahap

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bupati Bogor Pastikan tidak Ada Korban Jiwa Akibat Banjir Bandang
Indonesia
Bupati Bogor Pastikan tidak Ada Korban Jiwa Akibat Banjir Bandang

Banjir bandang terjadi di kawasan Gunung Mas di Desa Tugu Selatan, Kawasan Puncak, Cisarua, Bogor, Selasa (19/1).

PAN Gabung, Koalisi Jokowi Klaim untuk Bersama Hadapi Pandemi
Indonesia
PAN Gabung, Koalisi Jokowi Klaim untuk Bersama Hadapi Pandemi

Partai politik (parpol) koalisi pemerintah mendapat anggota baru. Yakni, Partai Amanat Nasional (PAN).

Tidak Lolos Uji Emisi, Kendaraan di Jakarta Dikenakan Tarif Parkir Tertinggi
Indonesia
Tidak Lolos Uji Emisi, Kendaraan di Jakarta Dikenakan Tarif Parkir Tertinggi

Pergub ini hadir sebagai pengganti Peraturan Gubernur sebelumnya yaitu Pergub Nomor 92 Tahun 2007.

[Hoaks atau Fakta]: Israel Bersekutu Dengan ISIS
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Israel Bersekutu Dengan ISIS

Wartawan yang mengkhususkan diri dalam urusan Israel di Petra Agency, Yahya Matalqa, telah menyatakan bahwa terjemahan yang dilampirkan pada video itu tidak benar.

Ditolak PKS, DPR Setujui UU HPP Yang Naikkan PPN dan Beri Pengampunan Pajak
Indonesia
Ditolak PKS, DPR Setujui UU HPP Yang Naikkan PPN dan Beri Pengampunan Pajak

Terdapat delapan fraksi yaitu PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, Demokrat, PAN, dan Partai Persatuan Pembangunan, yang menerima hasil kerja Panitia Kerja dan menyetujui RUU HPP dilanjutkan ke pembicaraan tingkat II di Rapat Paripurna DPR.

Ini Rincian Vaksin Yang Bakal Dibeli dan Dibutuhkan Indonesia
Indonesia
Ini Rincian Vaksin Yang Bakal Dibeli dan Dibutuhkan Indonesia

Untuk memastikan resiliensi atau keterjaminan tersedianya vaksin, pemerintah akan mendatangkan ratusan juta dosis vaksin tersebut dari setidaknya lima sumber.

Salwa Naya Syakirah Jadi Mahasiswa FH Unpad dalam Usia 16 Tahun
Indonesia
Salwa Naya Syakirah Jadi Mahasiswa FH Unpad dalam Usia 16 Tahun

Ketika menjalani studi di MAN 2 Pekanbaru, Salwa mampu menyelesaikan studinya dengan waktu hanya 2 tahun. Hal ini terjadi karena Salwa sudah mengikuti program akselerasi sejak duduk di bangku kelas X.

Akademisi Minta KY Awasi Kasus Pertanahan
Indonesia
Akademisi Minta KY Awasi Kasus Pertanahan

Peran pengawasan dan pemantauan oleh Komisi Yudisial (KY) adalah masalah serius untuk dilakukan terhadap proses persidangan kasus-kasus pertanahan yg diperiksa dan diadili hakim di persidangan.

Pemerintah Percepat Pembangunan Infrastruktur Papua dan Papua Barat
Indonesia
Pemerintah Percepat Pembangunan Infrastruktur Papua dan Papua Barat

Kementerian PUPR juga tengah menyelesaikan pembangunan Jalan Perbatasan di Papua

Menag Gus Yaqut Punya Tugas Berat Meredam Intoleransi
Indonesia
Menag Gus Yaqut Punya Tugas Berat Meredam Intoleransi

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mewanti-wanti jangan sampai perlakuan diskriminatif atas nama agama justru muncul dari Kemenag.