Satgas COVID-19 Sebut Penundaan Liga 1 Demi Keselamatan Masyarakat Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito memakai masker usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

MerahPutih.com - Nasib penyelenggaraan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2020 hingga kini masih tak jelas. Pasalnya, belum ada kesepakatan antara PSSI dengan Polri terkait izin keramaian.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan, penundaan pelaksanaan kompetisi sepak nasional bola Liga 1 demi keselamatan masyarakat lantaran pandemi masih berlangsung.

"Perlu diingat, bahwa keputusan penundaan yang dilakukan adalah untuk keselamatan dan kesehatan kita bersama," kata Wiku dalam keterangannya lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, yang dikutip pada Jumat (23/10).

Baca Juga

Bahas Nasib Liga 1 dan 2, PSSI dan PT LIB Secepatnya Bertemu Jajaran Polri

Selain itu izin pertandingan harus mempertimbangkan pula status zonasi dimana pertandingan sepak bola tersebut akan dilakukan.

"Intinya perlu adanya kepatuhan dari seluruh komponen penyelenggara sepak bola atau seluruh yang terkait dengan sepak bola, federasi, klub, hingga suporter," lanjut Wiku.

"Perlu ada koordinasi lebih lanjut antara PSSI dan Liga Indonesia Baru dengan pihak kepolisian dan mempertimbangkan pula status zonasi di mana pertandingan sepak bola tersebut akan dilakukan," kata Wiku.

Wiku mengatakan, PSSI sejauh ini telah menyusun protokol kesehatan untuk pertandingan sepak bola, dengan melibatkan ahli medis, juga menganggarkan biaya untuk tes swab.

Namun, khusus izin pertandingan, Wiku meminta agar dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak aparat. Ia menegaskan bahwa penundaan pertandingan sepak bola selama pandemi COVID-19 dilakukan untuk keselamatan dan kesehatan bersama.

Polri menegaskan tidak akan mengeluarkan izin keramaian untuk kompetisi Liga 1 2020 yang rencananya kembali digelar pada 1 November 2020.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono menuturkan, salah satu alasannya adalah pandemi Covid-19 yang masih terjadi.

“Pertimbangan pandemi dan adanya Pilkada, sejauh ini tidak diberikan izin keramaian,” kata Awi di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Rabu (14/10).

Ini bukan pertama kalinya Polri tak memberi izin keramaian untuk kompetisi Liga 1 tersebut. Sebelumnya pada 28 September 2020, Polri memutuskan untuk tidak memberi izin keramaian terhadap ajang Liga 1 dan Liga 2.

Kompetisi Liga 1 sedianya bergulir lagi pada 1 Oktober 2020, sementara Liga 2 pada 17 Oktober 2020. Saat itu, Polri mengungkapkan tiga alasan pihaknya tidak menerbitkan izin keramaian untuk kompetisi tersebut.

Alasan pertama, pandemi COVID-19 yang masih terjadi. Selain itu, adanya maklumat yang telah dikeluarkan aparat kepolisian.

Baca Juga

Kompetisi Liga 2 Belum Jelas, Persis Solo Tetap Gelar Latihan

"Situasi pandemi COVID-19 masih terus meningkat, jumlah masyarakat yang terinfeksi," ucap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono melalui keterangan tertulis, Senin (28/9).

"Polri sudah mengeluarkan maklumat dan penegasan tidak akan keluarkan izin keramaian di semua tingkatan," sambung dia. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Darurat COVID-19, Produksi Vaksin Sinovac Bio Farma Bisa Dipercepat
Indonesia
Darurat COVID-19, Produksi Vaksin Sinovac Bio Farma Bisa Dipercepat

Uji klinis vaksin COVID-19 yang dilakukan PT Bio Farma dan FK Unpad masuk ke babak pemeriksaan antibodi.

Anies Tegaskan Larangan Berkumpul Saat PSBB Untuk Kurangi Interaksi
Indonesia
Anies Tegaskan Larangan Berkumpul Saat PSBB Untuk Kurangi Interaksi

Gubernur Anies Baswedan menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020

UU Cipta kerja Resmi Ditandatangani, Jubir Jokowi: Terima Kasih Rakyat Indonesia
Indonesia
UU Cipta kerja Resmi Ditandatangani, Jubir Jokowi: Terima Kasih Rakyat Indonesia

Serikat buruh mengancam akan membuat gerakan penolakan masif

KPK Tahan "Tangan Kanan" Eks Bupati Malang
Indonesia
KPK Tahan "Tangan Kanan" Eks Bupati Malang

Ia bakal mendekam di sel tahanan setidaknya selama 20 hari pertama terhitung sejak 30 Juli hingga 18 Agustus 2020.

Satu Anggota Brimob Gugur saat Kontak Tembak dengan KKB
Indonesia
Satu Anggota Brimob Gugur saat Kontak Tembak dengan KKB

Kontak tembak terjadi sekitar pukul 14.30 WIT hingga pukul 17.00 WIT

[HOAKS atau FAKTA]: Kim Jong Un Hukum Koruptor dengan Dimasukkan ke Kandang Buaya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kim Jong Un Hukum Koruptor dengan Dimasukkan ke Kandang Buaya

Pada September 2019, klaim ini sudah pernah dibuatkan artikel periksa fakta di turnbackhoax.id pada artikel berjudul “[SALAH] Narasi “Presiden Korea Utara menghukum pejabatnya yang korupsi”

Tegak Kepala Febri Diansyah Tinggalkan KPK
Indonesia
Tegak Kepala Febri Diansyah Tinggalkan KPK

Alumni Fakultas Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) itu memang dikenal vokal terhadap isu-isu korupsi. Idealisme Febri terhadap penegakan hukum di Indonesia telah mengakar sejak bangku perkuliahan.

Banyak Warga Berolahraga meski CFD Belum Dibuka, Ini Kata Satpol PP DKI
Indonesia
Banyak Warga Berolahraga meski CFD Belum Dibuka, Ini Kata Satpol PP DKI

Masih banyak masyarakat yang berolahraga dan bersepeda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada Minggu pagi.

Ridwan Kamil: PSBB Jabar Fokus ke Bogor, Depok, dan Bekasi
Indonesia
Ridwan Kamil: PSBB Jabar Fokus ke Bogor, Depok, dan Bekasi

Jabar segera melakukan sinkronisasi dengan Provinsi DKI Jakarta karena penyebaran virus ini 70 persen ada di Jabodetabek.

Setara Ragukan Komitmen Jokowi Tegakkan HAM dan Berantas Intoleransi
Indonesia
Setara Ragukan Komitmen Jokowi Tegakkan HAM dan Berantas Intoleransi

Presiden memiliki banyak perangkat dan instrumen untuk menuntaskan pelanggaran HAM masa lalu