Satgas COVID-19 'Rayu' Warga Dukung Kebijakan Pemerintah Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, meminta masyarakat mendukung kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah terkait penanganan virus Corona.

Yurianto meminta warga tak ragu pada kebijakan pemerintah.

Baca Juga:

Kasus Positif COVID-19 Terus Bertambah, Pemkot Solo Perpanjang Status KLB

"Kita sama-sama mestinya tidak memiliki keraguan sedikit pun pada kebijakan-kebijakan yang diberikan pemerintah," ujar Yurianto kepada wartawan di BNPB, Senin (27/4).

Yurianto merinci kebijakan tersebut di antaranya pengurangan biaya listrik hingga meringankan beban usaha mikro-kecil-menengah (UMKM).

Jubir Corona, Achmad Yurianto
Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto (Foto: antaranews)

Ia menyebut, Menteri Pertanian dan Bulog memastikan bahwa semua kategori bahan pokok, termasuk sembako saat ini aman, stoknya, dan akan panen raya.

"Karena kita kan tetap menjamin ketersediaan itu. Pemerintah juga membuka ruas-ruas jalan tol demi kelancaran pendistribusian logistik dari pusat ke daerah," ucapnya.

Yurianto menjelaskan Gugus Tugas menargetkan 10 ribu test per hari melalui PCR. Juga dilakukan ratusan ribu orang dengan test screening.

"Untuk mengidentifikasi terpapar virus dengan kontak terdekat," ujarnya.

Di samping itu juga berusaha meningkatkan kualitas dan kapasitas rumah sakit rujukan.

Saat ini tercatat 1.000 lebih rumah sakit yang merupakan gabungan pemerintah, swasta atau TNI. Dengan jumlah kapasitas tempat tidur lebih dari 10 ribu untuk covid-19.

“Saat ini ditempati 7 ribu sampai 8 ribu pasien,” paparnya.

Yurianto juga berharap layanan konsultasi medis didorong tidak kunjungan ke rumah sakit atau kunjungan secara langsung. Yaitu melalui layanan telemedicine dengan 12 perusahaan kesehatan digital.

"Sudah 300 ribu masyarakat sudah memanfaatkan layanan telemedicine ini," ujarnya.

Hingga Senin pukul 12.00 WIB, total kasus positif COVID-19 di RI mencapai 9096 orang, bertambah 214 orang dibandingkan dengan sehari sebelumnya.

Baca Juga:

Bamsoet Apresiasi Penangkapan KPK Tanpa Kegaduhan

Selain itu terjadi penambahan kasus kematian sebanyak 22 orang sehingga total menjadi 765 orang.

Adapun jumlah pasien yang sembuh mencapai 1.151 orang, meningkat 44 orang dibandingkan dengan sehari sebelumnya.

"Kita berusaha semampu-semampunya untuk melakukan 10.000 tes real time PCR," pungkasnya.(Knu)

Baca Juga:

Mulai Mei, Polisi Akan Berlakukan Tilang Khusus Terkait Larangan Mudik

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Vaksin COVID-19 Datang, Pemerintah Pede Ekonomi Segera Bangkit
Indonesia
Vaksin COVID-19 Datang, Pemerintah Pede Ekonomi Segera Bangkit

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan mengawal vaksin COVID-19 dari aspek keselamatan dan efektivitas sejak kedatangannya di Indonesia.

Kepala BNPT Turun Langsung Tanggulangi Radikalisme di Solo
Indonesia
Kepala BNPT Turun Langsung Tanggulangi Radikalisme di Solo

Boy dan jajaran pun mengunjungi beberapa pondok pesantren dan yayasan di wilayah Surakarta, Jawa Tengah.

Soal Simbol FPI, Polri Jamin Tak Bakal Proses Hukum Pers
Indonesia
Soal Simbol FPI, Polri Jamin Tak Bakal Proses Hukum Pers

Mabes Polri menagaskan poin 2d dalam Maklumat Kapolri soal pelarangan simbol Front Pembela Islam tidak menyinggung media.

PLN Kirim Bantuan Personil dan Alat ke Sulbar
Indonesia
PLN Kirim Bantuan Personil dan Alat ke Sulbar

Semua personil sudah disiapkan, termasuk perlengkapan dan berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk mendukung pekerjaan perbaikan jaringan listrik agar secepatnya bisa pulih kembali.

Kasus Salah Tembak Petani di Poso, Ini Klarifikasi Mabes Polri
Indonesia
Kasus Salah Tembak Petani di Poso, Ini Klarifikasi Mabes Polri

Menurut Awi TKP penembakan yakni KM.09 , berdasarkan analisa Tim intelijen dan Tim IT, merupakan zona merah yang sering muncul gangguan seperti kontak senjata.

Kontras Persoalkan SKB Pelarangan FPI
Indonesia
Kontras Persoalkan SKB Pelarangan FPI

Kontras menilai SKB FPI bertentangan dengan prinsip-prinsip negara hukum, khususnya terkait kebebasan berkumpul dan berserikat.

KPK Cecar Anak Nurhadi Soal Tas hingga Mobil Mewah Milik Sang Ayah
Indonesia
KPK Cecar Anak Nurhadi Soal Tas hingga Mobil Mewah Milik Sang Ayah

Penyidik mencecar Rizki soal sejumlah aset yang telah disita KPK di sebuah rumah di kawasan Simprug.

Jokowi Sebut Epicentrum COVID-19 Bergeser dari Tiongkok ke AS dan Eropa
Indonesia
Jokowi Sebut Epicentrum COVID-19 Bergeser dari Tiongkok ke AS dan Eropa

Jokowi meminta jajarannya untuk memperkuat kebijakan yang mengatur perlintasan lalu lintas warga negara asing (WNA) ke Indonesia.

Jaksa Agung Benarkan Jaksa Fedrik Meninggal karena COVID-19
Indonesia
Jaksa Agung Benarkan Jaksa Fedrik Meninggal karena COVID-19

Nama Fedrik mencuat dalam kasus penyiraman terhadap Novel Baswedan. Namanya ramai diperbincangkan publik lantaran memberikan tuntutan 1 tahun penjara terhadap dua pelaku (kini sudah terpidana).

 Tabrakan Aturan Soal Ojol, Kemenhub Kembalikan Kepada Kebijakan Masing-Masing Daerah
Indonesia
Tabrakan Aturan Soal Ojol, Kemenhub Kembalikan Kepada Kebijakan Masing-Masing Daerah

"Permenhub tersebut berfungsi mengatur sektor perhubungan secara terinci untuk melengkapi Permenkes 9/2020, sesuai dengan kewenangannya”, kata Adita