Satgas COVID-19 Klaim PPKM Mampu Tekan Angka Penyebaran COVID-19 Operasi Protokol Kesehatan. (Foto: TMC Polda)

MerahPutih.com - Satgas COVID-19 melakukan monitoring perubahan perilaku masyarakat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Selain itu, dalam 2 minggu ini sudah ada perubahan perilaku masyarakat tapi belum dikatakan berhasil.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan, pihaknya optimistis atas perubahan perilaku ini. Menurutnya, PPKM akan berdampak jika masyarakat patuh pada protokol kesehatan.

Baca Juga

Laju COVID-19 di Jakarta Harus Direm, Wagub DKI: Bukan Mau Tinggi-tinggian

"Pembatasan kegiatan ini akan berdampak lebih signifikan lagi terhadap perkembangan kasus positif serta kebutuhan protokol kesehatan apabila terus dilakukan dengan disiplin oleh seluruh lapisan masyarakat," ucap Wiku, Kamis (4/2).

Satgas COVID-19 mengharapkan pelaksanaan PPKM yang masih terus berlangsung hingga dua pekan ke depan dapat terlaksana dengan lebih efektif dan disiplin. Sehingga dapat menurunkan penularan COVID-19.

“Cara terbaik untuk memastikan efektivitas kebijakan ini adalah dengan pembatasan mobilitas dan penegakan kedisiplinan protokol kesehatan yang tegas,” ujar Wiku Adisasmito.

Wiku pun memaparkan dampak dari penerapan PPKM Jawa-Bali berbasis analisis data, yakni berdasarkan perkembangan kasus aktif serta keterpakaian tempat tidur di ruang isolasi dan ICU rumah sakit (RS) tujukan COVID-19 di tingkat nasional.

Operasi Yustisi. (Foto: MP/Ismail)
Operasi Yustisi. (Foto: MP/Ismail)

Persentase kasus aktif harian selama periode PPKM Jawa-Bali jilid 1 dan 2 masih menunjukkan tren yang fluktuatif namun cenderung stagnan.

Pada dua pekan pertama di Januari 2021 sebelum pelaksanaan PPKM jilid 1, terdapat selisih persentase kasus aktif sebesar 1,76%.

Sedangkan pada dua pekan pelaksanaan PPKM Jawa-Bali jilid 1, selisih persentase kasus aktif harian mengalami penurunan signifikan, yaitu 0,45%.

“Hal ini menandakan bahwa selama periode pembatasan kegiatan dua minggu ini, perkembangan kasus aktif dan cenderung lebih melandai dibandingkan periode sebelumnya,” terang Wiku Adisasmito.

Kemudian jika dilihat pada perkembangan tren keterisian tempat tidur, Wiku menerangkan ruang isolasi di RS rujukan COVID-19 secara nasional, maka terjadi penurunan persentase keterisian yang cukup drastis. Yakni sejak awal pelaksanaan pembatasan kegiatan hingga pada akhir minggu kedua pada 31 Januari lalu.

Selisih penurunan keterisian tempat tidur ruang isolasi pada dua pekan pertama bulan Januari adalah sebesar 0,72%.

Sedangkan setelah pelaksanaan dua pekan periode PPKM Jawa-Bali jilid 1, terjadi selisih penurunan yang jauh lebih besar yaitu 8,1%, bahkan angka ini hampir 12 kali lipat dari selisih sebelumnya.

Selanjutnya, jika dilihat pada perkembangan tren keterisian tempat tidur di ruang ICU, Wiku mengungkapkan, maka terdapat sedikit perbedaan dari dua indikator sebelumnya.

Keterisian tempat tidur di ruang ICU memperlihatkan tren yang cukup stagnan pada dua pekan pertama bulan Januari. Kemudian sempat meningkat tajam pada satu pekan pertama pelaksanaan PPKM, dan pada akhirnya turun perlahan di pekan kedua.

Peningkatan tajam terjadi pada hari ke-9 pelaksanaan pembatasan kegiatan yaitu mencapai 69,19%.

"Angka ini kemudian kembali menurun sebesar 6,23% atau berada di angka 62,96% pada akhir minggu kedua pelaksanaan,” papar Wiku Adisasmito.

Menurut Wiku, data menunjukkan intervensi pemerintah dalam menambah tempat tidur di ruang isolasi dan ruang ICU RS tujukan cukup berhasil dalam menurunkan angka keterisian tempat tidur.

“Namun kita tidak berpuas diri dalam keadaan menurunnya keterisian tempat tidur ini mengingat kasus aktif harian belum menurun,” tegas Wiku Adisasmito. (Knu)

Baca Juga

Wali Kota Solo Klaim PPKM Mampu Tekan Penyebaran COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BMKG Memprakirakan Puncak Musim Hujan di Pulau Jawa Januari-Februari 2021
Indonesia
BMKG Memprakirakan Puncak Musim Hujan di Pulau Jawa Januari-Februari 2021

Analisa dan prediksi BMKG terkait potensi kebakaran hutan dan lahan sangat dinamis karena yang dilihat adalah faktor meteorologis

Korlantas Polri Antisipasi Lonjakan Kendaraan saat Libur Panjang Akhir Oktober
Indonesia
Korlantas Polri Antisipasi Lonjakan Kendaraan saat Libur Panjang Akhir Oktober

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menyiapkan skema pengamanan terkait libur panjang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 29 Oktober hingga 1 November 2020.

Kasus COVID-19 di DKI Terus Merosot, Keterisian Kamar Pasien OTG Hanya 21 Persen
Indonesia
Kasus COVID-19 di DKI Terus Merosot, Keterisian Kamar Pasien OTG Hanya 21 Persen

Artinya sekarang ini ketersediaan kamar isolasi pasien tanpa gejala di hotel ibu kota masih sekitar 79 persen

Ini Rincian Vaksin Yang Bakal Dibeli dan Dibutuhkan Indonesia
Indonesia
Ini Rincian Vaksin Yang Bakal Dibeli dan Dibutuhkan Indonesia

Untuk memastikan resiliensi atau keterjaminan tersedianya vaksin, pemerintah akan mendatangkan ratusan juta dosis vaksin tersebut dari setidaknya lima sumber.

Account Receivable Hotel Arya Duta Diperiksa KPK Terkait Gratifikasi di MA
Indonesia
Account Receivable Hotel Arya Duta Diperiksa KPK Terkait Gratifikasi di MA

Sudirman selaku wiraswasta dipanggil untuk tersangka Hiendra

Bamsoet Soroti Pembentukan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional
Indonesia
Bamsoet Soroti Pembentukan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Bamsoet mengingatkan agar pembentukan Komite Penanganan COVID-19 dan PEN tersebut tidak bertentangan cara kerjanya.

Gandeng Strada, Kalbis Institute Kembangkan Kualitas SDM Indonesia
Indonesia
Gandeng Strada, Kalbis Institute Kembangkan Kualitas SDM Indonesia

Kalbis Institute dan Perkumpulan Strada menjalin kerja sama dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)

Tak Ada Efek Samping Penyintas COVID-19 Divaksin
Indonesia
Tak Ada Efek Samping Penyintas COVID-19 Divaksin

Tidak ada efek samping yang ditimbulkan ketika orang yang pernah positif dilakukan suntik vaksin COVID-19.

Pemerintah Dinilai Masih Gagap Tangani COVID-19
Indonesia
Pemerintah Dinilai Masih Gagap Tangani COVID-19

"Bisa dikatakan pemerintah masih gagap karena masih belum tau bagaimana cara untuk menangani COVID-19 ," kata Fernando

Sepanjang 2020 Pembiayaan Utang Capai Rp1.226 Triliun
Indonesia
Sepanjang 2020 Pembiayaan Utang Capai Rp1.226 Triliun

Realisasi pembiayaan anggaran selama 2020 mencapai Rp1.190,9 triliun atau meningkat 196 persen dari 2019 yang hanya sebesar Rp402,1 triliun.