Satgas COVID-19 Investigasi Sumber Penularan Kasus Omicron di Wisma Atlet Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (14/12). ANTARA/Zubi Mahrofi

MerahPutih.com - Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 melakukan investigasi terhadap sumber penularan mutasi virus varian Omicron. Kasus pertama ini teridentifikasi dari sampel pekerja kebersihan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito memastikan, penelusuran dilakukan terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dari pasien yang teridentifikasi positif terinfeksi omicron.

Baca Juga

Waspadai Omicron, Kapolri Perintahkan Anak Buahnya Gencarkan Vaksinasi

"Penelusuran riwayat kontak kasus ini sedang diinvestigasi lebih lanjut pada siapa pun yang pernah berinteraksi erat dengan kasus positif," ucap Wiku dalam konferensi pers virtual, Kamis (16/12).

Wiku menambahkan, usai teridentifikasi kasus Omicron di Indonesia, langkah yang dilakukan pemerintah yaitu menekan mobilitas masyarakat, khususnya perjalanan luar negeri.

Sampel tes PCR dari masyarakat akan diuji menggunakan metode Whole genome sequencing (WGS) yang merupakan metode komprehensif untuk menganalisa sebuah genome.

Sementara genome adalah satu kumpulan gen yang berwujud sebuah organisme dan memiliki informasi yang dapat mengidentifikasi sebuah penyakit atau infeksi.

Wiku mengatakan, pemerintah saat ini mengoptimalkan upaya tanggap darurat untuk mencegah meluasnya kasus varian omicron di Tanah Air. Langkah ini dilakukan setelah kasus omicron terdeteksi masuk di Indonesia.

Menurut dia, dalam menyusun kebijakan pemerintah juga akan menyesuaikan masukan berbagai pakar dan petugas di lapangan mengenai varian omicron tersebut.

Baca Juga

Indonesia Kecolongan Omicron, Jokowi: Penularannya Sangat Cepat

Ia memastikan, kebijakan itu nantinya ditujukan untuk bisa mendeteksi berbagai varian yang masuk di Indonesia, termasuk salah satunya kebijakan karantina pelaku perjalanan internasional.

"Hal ini mengingat masa karantina 10-14 hari dinilai cukup untuk memonitor peluang perkembangan gejala selama masa inkubasi serta tes ulang PCR dua kali untuk benar-benar mengkonfirmasi seseorang positif atau tidak," ujar Wiku.

Wiku melanjutkan, dengan meninjau secara spesifik perkembangan kasus varian omicron, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan ke luar negeri apabila tidak ada kepentingan yang bersifat darurat.

Apabila perjalanan tetap dilakukan harus disertai alasan yang sangat mendesak seperti untuk alasan kesehatan, kedukaan, atau tugas kedinasan.

Maka itu, perlu adanya pelaksanaan mekanisme kedatangan pelaku perjalanan internasional sesuai prosedur yang berlaku dan terkini dalam surat edaran Satgas nomor 25 tahun 2021.

"Kami memohon kesediaan masyarakat untuk bekerja sama dengan pemerintah demi menjaga kondisi perkembangan COVID-19 di Indonesia agar tetap kondusif, aman COVID-19," tutup Wiku. (Knu)

Baca Juga

213 Kasus Baru COVID-19 Ditemukan dalam 24 Jam

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Masyarakat Terdampak COVID-19 Diberi Bantuan Rp 1,2 Juta
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Masyarakat Terdampak COVID-19 Diberi Bantuan Rp 1,2 Juta

Beredar pesan berantai Telegram, berisi pemberitahuan terkait bantuan voucer pulsa senilai Rp 1,2 juta untuk masyarakat terdampak COVID-19 yang mengatasnamakan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)

Sejumlah Kota Besar di Indonesia Bakal Hujan Lebat
Indonesia
Sejumlah Kota Besar di Indonesia Bakal Hujan Lebat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat turun di sejumlah kota besar di Indonesia pada Kamis siang dan malam.

Angka Kesembuhan COVID-19 di Indonesia Tembus 55.000 Per Hari
Indonesia
Angka Kesembuhan COVID-19 di Indonesia Tembus 55.000 Per Hari

Kenaikan angka kesembuhan COVID-19 yang tinggi mencapai 55.128 pada Selasa (8/3), dibandingkan dengan 48.800 pada Senin (7/3).

9 Parpol Parlemen Baru Kirim 50 Persen Data ke Sipol
Indonesia
9 Parpol Parlemen Baru Kirim 50 Persen Data ke Sipol

Sipol telah ditetapkan sebagai alat bantu proses pendaftaran dan verifikasi partai politik.

Kelalaian saat Tragedi Kanjuruhan, Pintu Keluar Tak Terbuka Penuh dan Tanpa Penjagaan
Indonesia
Kelalaian saat Tragedi Kanjuruhan, Pintu Keluar Tak Terbuka Penuh dan Tanpa Penjagaan

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang terjadi diduga karena kelalaian dari panitia dan polisi yang bertugas.

Menparekraf Sebut Belum Ada Laporan Kerusakan Destinasi Wisata di Kawasan Gempa
Indonesia
Menparekraf Sebut Belum Ada Laporan Kerusakan Destinasi Wisata di Kawasan Gempa

Gempa yang mengguncang Cianjur dikhawatirkan berdampak ke semua lini. Salah satunya sektor pariwisata.

Kemenaker Minta Anies Tetapkan UMP Sesuai PP 36/2021, Kenaikan 5,1 Persen Direvisi?
Indonesia
Kemenaker Minta Anies Tetapkan UMP Sesuai PP 36/2021, Kenaikan 5,1 Persen Direvisi?

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyarankan penetapan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta tahun 2022 sebesar 5,1 persen untuk direvisi.

Pelaku Pemukulan Anak Anggota DPR Langsung Ditahan Polisi
Indonesia
Pelaku Pemukulan Anak Anggota DPR Langsung Ditahan Polisi

Polisi telah menetapkan satu orang tersangka setelah menangkap dua orang yang terlibat dalam insiden pemukulan tersebut.

Pemerintah Optimistis Mudik Dongkrak Perekonomian Sebesar Rp 174 Triliun
Indonesia
Pemerintah Optimistis Mudik Dongkrak Perekonomian Sebesar Rp 174 Triliun

Dengan adanya peningkatan jumlah pemudik, pemerintah optimistis bisa mendongkrak perekonomian Indonesia sebesar Rp 174 triliun

Nelayan Masih Sulit Beli BBM Apalagi Setelah Harga Naik
Indonesia
Nelayan Masih Sulit Beli BBM Apalagi Setelah Harga Naik

Survei Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) di 25 kabupaten/kota, sebanyak 83 persen nelayan membeli BBM di pengecer dengan harga yang lebih tinggi dari BBM bersubsidi