Satgas COVID-19 Ingatkan Peserta Pilkada Harus Selamatkan Rakyat Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. (Foto: Setpres)

MerahPutih.com - Satuan Tugas Penanganan COVID-19, tidak akan mentolerir berbagai pihak yang tidak mengindahkan protokol kesehatan dalam menjalankan tahapan pilkada. Soal protokol kesehatan selama pilkada telah dijamin Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui peraturan No. 6 dan No. 10 Tahun 2020.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito berjanji bakal melakukan pengawasan ketat bersama oleh KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Satgas di daerah-daerah serta dinas kesehatan setempat serta apara penegak hukum.

"Kami tidak bisa mentolerir terjadinya aktivitas politik yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi peningkatan penularan. Kami semuanya harus betul-betul menjaga keselamatan bangsa ini dari Covid-19," tegas Wiku.

Baca Juga:

Waspadai Potensi Penularan COVID-19 di Pengungsian

Satgas Penanganan Covid-19, tegas ia, tidak akan melarang aktivitas politik dalam pilkada selama tidak menimbulkan potensi penularan.

"Setiap kematian, setiap korban adalah hal yang harus kita hindari, apapun kegiatannya kita," katanya.

Wiku menegaskan, beberapa faktor yang dapat meningkatkan penyebaran virus Covid-19 pada komunitas dan risiko individu. Pertama, kondisi berkerumun dalam suatu tempat.

Kedua, orang-orang yang berdekatan dalam jarak 1 - 1,5 meter. Ketiga risiko jika sirkulasi ruangan tidak baik seperti ruangan tertutup. Keempat, durasi atau lamanya waktu berinteraksi dalam suatu kondisi perkantoran atau ruangan yang tertutup.

Kerumunan massa saat pilkada
Kerumunan massa saat tahapan pilkada. (Foto: Tangkapan Laya Medsos).

"Pada kondisi-kondisi seperti ini, droplet yang dikeluarkan hidung dan mulut, kalau tidak menggunakan masker ini dapat menempel di permukaan kulit dan bisa terhirup ke saluran pernafasan," ujarnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Selalu lakukan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Karena tidak semua orang yang positif Covid-19 memiliki gejala.

"Bila seseorang di luar terlihat baik-baik saja, ternyata positif COVID-19, ini adalah hal yang perlu kita hindari. Maka segera melakukan pemeriksaan apabila pernah melakukan kontak erat dengan penderita Covid-19," ujarnya.

Wiku kembali mengingatkan, masyarakat menghindari kerumunan dan tidak melakukan kontak fisik, selalu menjaga jarak dan menghindari berada di ruangan tertutup dalam waktu yang lama. (Knu)

Baca Juga:

Mendagri Larang Kerumunan Massa Saat Pegumuman Penetapan Paslon



Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH