Satgas COVID-19 Bikin Tim Perlindungan Tenaga Kesehatan Tenaga Kesehatan COVID-19. (Foto: Pemprov DKI).

MerahPutih.com - Satgas Penanganan COVID-19 saat ini telah membentuk bidang baru yaitu Bidang Perlindungan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan (Nakes). Langkah ini untuk mengantisipasi tenaga medis jadi korban penyebaran Corona.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito, hal ini bertujuan untuk menurunkan penambahan angka kematian tenaga kesehatan akibat COVID-19. Caranya dengan pendekatan promotif dan preventif.

"Termasuk kuratif dan rehabilitatif melalui respon cepat," jelas Wiku dalam keteranganya, Jumat (8/1).

Baca Juga:

Banggar DPR Usul Penerapan PSBB Total

Wiku menegaskan, pemerintah terus melengkapi upaya penanganan pandemi COVID-19. Yang mana keberadaan tenaga kesehatan saat ini semakin berkurang karena gugur menjadi korban terpapar.

Dari data yang disampaikan sebelumnya pada agenda keterangan pers pada Selasa (3/1) lalu, Wiku menyebut bahwa hingga saat ini sudah tercatat ada 237 dokter yang meninggal. Dimana tren dokter yang meninggal cenderung mengalami peningkatan dan terutama terjadi di bulan Desember 2020.

Data Lapor COVID-19, ribuan tenaga kesehatan terpapar COVID-19. Hingga 7 Januari 2021, 553 orang tenaga kesehatan meninggal dunia. Pada awal tahun 2020 atau satu minggu setelah tahun taru 2021 tercatat 29 orang meninggal. Selain itu, baru 194 yang mendapat santunan dari pemerintah.

GubernurAnies saat berbincamg dengan tenaga kesehatan. (Foto: Pemprov DKI)
GubernurAnies saat berbincamg dengan tenaga kesehatan. (Foto: Pemprov DKI)

Wiku menegaskan, jika masyarakat terus abai dan tidak menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat, maka fasilitas kesehatan yang ada tidak akan cukup menangani kasus-kasus baru. Satu-satunya cara bagi masyarakat adalah dengan mencegah penularan dan menjalankan 3M (Memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan).

Pada Kamis (7/1) memperlihatkan adanya rekor penambahan kasus baru yaitu sebanyak 9.321 kasus. Jumlah ini kembali melampau rekor tertinggi kasus baru harian di Indonesia yang sebelumnya pernah tercatat yakni sebanyak 8.854 kasus pada 6 Januari 2021 atau sehari sebelumnya. Dengan adanya penambahan 9.321 kasus baru di hari, total kasus COVID-19 di Indonesia menjadi 797.723 kasus.

Baca Juga:

Mobil Pembawa Vaksin Sinovac Berhenti di Warteg Pasti Bakal Ketahuan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penggeledahan Berakhir, Bekas Kantor FPI Dipasang Garis Polisi
Indonesia
Penggeledahan Berakhir, Bekas Kantor FPI Dipasang Garis Polisi

Polisi telah selesai menggeledah bekas kantor Front Pembela Islam (FPI) pada Selasa (27/4) pukul 23.00 WIB. Kini, bangunan tersebut dipasang garis polisi.

Pemkot Yogyakarta Gelar Rapid Test Acak ke Siswa dan Guru
Indonesia
Pemkot Yogyakarta Gelar Rapid Test Acak ke Siswa dan Guru

Pemerintah Kota Yogyakarta akan menggelar rapid test antigen kepada siswa dan guru yang sudah melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka.

Kejagung Kembali Sita 193 Hektare Tanah Milik Benny Tjokro di Bogor
Indonesia
Kejagung Kembali Sita 193 Hektare Tanah Milik Benny Tjokro di Bogor

Penyitaan aset Benny Tjokro berupa Hotel Brothers Solo Baru itu sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 1931

Pimpinan DPR Sebut Golkar Belum Kirim Nama Pengganti Azis Syamsuddin
Indonesia
Pimpinan DPR Sebut Golkar Belum Kirim Nama Pengganti Azis Syamsuddin

Azis terjerat kasus dugaan suap penanganan perkara di Pemkab Lampung Tengah.

Catatan Legislator Golkar Terkait Penghapusan Premium dan Pertalite
Indonesia
Catatan Legislator Golkar Terkait Penghapusan Premium dan Pertalite

Indonesia memasuki masa transisi di mana Premium akan digantikan dengan Pertalite.

Soal Novel Baswedan Cs, Jokowi Jangan Diam-Diam Menyetujui Apa yang Dilakukan KPK
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kriteria Baru dari WHO, 65 Tahun ke Bawah Masuk Kategori Usia Muda
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kriteria Baru dari WHO, 65 Tahun ke Bawah Masuk Kategori Usia Muda

Beredar sebuah informasi di media sosial yang mengklaim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan kriteria kelompok usia terbaru.

Anies Pilihan Anak Muda di Pilpres, Wagub DKI: Terlalu Prematur
Indonesia
Anies Pilihan Anak Muda di Pilpres, Wagub DKI: Terlalu Prematur

Hasil survei Indikator Politik Indonesia yang mengunggulkan Anies Baswedan sebagai presiden pilihan anak muda terlalu dini.

Kapolri Beberkan Sejumlah Modus Operandi Pelaku Pinjol Ilegal
Indonesia
Kapolri Beberkan Sejumlah Modus Operandi Pelaku Pinjol Ilegal

Kontak dan lokasi kantor penyelenggara aplikasi pinjaman online ilegal ini tidak jelas