Satgas COVID-19 Bentuk Tim Pakar Pastikan Vaksin Cocok untuk Masyarakat Indonesia Wiku Adisasmito berbicara dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Selasa (14/7/2020). (ANTARA/Katriana)

Merahputih.com - Satgas Penanganan COVID-19 akan membentuk Tim Pakar di bidang vaksin dan obat untuk memastikan kandidat vaksin untuk virus Corona (COVID-19) di Indonesia.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan, dalam pembuatan vaksin ini Tim Pakar memastikan bahwa kandidat vaksin yang dibuat sesuai dan cocok untuk kepentingan perlindungan kepada masyarakat.

Baca Juga

Bentuk Komite, Pemerintah Klaim Sinergikan Ekonomi dan Penanganan COVID-19

Wiku mengatakan tugas terkait vaksin ini juga merupakan salah satu tugas yang ada dalam Perpres Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

"Kami ingin menegaskan kembali bahwa Indonesia akan berusaha keras untuk menyediakan proteksi kepada masyarakat dengan memproduksi vaksin atau menyediakan vaksin COVID-19," ujar Wiku dalam keterangannya, Jumat (24/7).

Pemerintah juga telah bekerja sama dengan Sinovac Biotech, sebuah perusahaan asal China. Vaksin itu kini telah memasuki uji klinis fase ketiga.

"Harapannya nanti akan bisa selesai dalam waktu yang memadai dan produksinya nanti bisa dilakukan," jelas Wiku.

Wiku mengatakan pemerintah akan berusaha memproduksi vaksin secara mandiri. Vaksin akan diproduksi BUMN PT Bio Farma dan juga perusahaan swasta.

Lalu ada rencana dengan pihak swasta, yaitu PT Kalbe. "Nanti tentunya akan berkembang dengan berbagai alternatif dan potensi yang lainnya ada di Indonesia," tuturnya.

 Tangkapan layar Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof. Drh. Wiku Adisasmito dalam diskusi di Graha BNPB di Jakarta, Jumat (3/7/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)
Tangkapan layar Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof. Drh. Wiku Adisasmito dalam diskusi di Graha BNPB di Jakarta, Jumat (3/7/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)

Dalam perkembangannya, pemerintah memprioritaskan 3 hal penting yaitu aman, tepat, dan cepat.

Wiku menjelaskan vaksin Corona yang sedang dikembangkan harus mampu memberikan perlindungan terhadap masyarakat Indonesia.

Pemerintah memastikan tidak adanya efek samping dari penggunaan vaksin yang dikembangkan.

"Yang kedua harus tepat, artinya betul-betul vaksin tersebut bisa menimbulkan kekebalan spesifik pada virus yang beredar di Indonesia," kata Wiku.

Baca Juga

Pulihkan Ekonomi, Airlangga Targetkan Rp1000 Triliun Cair Dalam 6 Bulan

Selain itu pembuatan vaksin, sebut Wiku, harus cepat. Karena gawatnya situasi pandemi Corona di dunia, termasuk di Indonesia, membuat pembuatan vaksin harus dikembangkan secara cepat.

"Dalam konteks cepat harus bisa diproduksi dengan baik dan dalam jumlah memadai untuk betul-betul dapat memberikan vaksin kepada seluruh rakyat Indonesia yang perlu diberikan perlindungan," tuturnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ganjar Waspadai Masuknya Varian Baru COVID-19 'B117' ke Jateng
Indonesia
Ganjar Waspadai Masuknya Varian Baru COVID-19 'B117' ke Jateng

Dua warga Provinsi Jabar yang teridentifikasi varian baru COVID-19 itu harus segera dilacak

Vaksinasi di Solo Capai 50 Persen, Menkes Janjikan Kirim Lebih Banyak Vaksin
Indonesia
Vaksinasi di Solo Capai 50 Persen, Menkes Janjikan Kirim Lebih Banyak Vaksin

Untuk tahap pertama sudah mencapai sekitar 54 persen, sedangkan tahap kedua baru 32 persen

Anies Minta Masyarakat Jaga Stadion JIS dengan Baik
Indonesia
Anies Minta Masyarakat Jaga Stadion JIS dengan Baik

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta kepada masyarakat untuk bisa bersama sama merawat Jakarta International Stadium.

DPR Dapat Apresiasi Gegara Masukkan RUU PKS ke Prolegnas Prioritas 2021
Indonesia
DPR Dapat Apresiasi Gegara Masukkan RUU PKS ke Prolegnas Prioritas 2021

Komnas Perempuan juga akan mensosialisasikan pemahaman tentang pentingnya RUU ini kepada masyarakat

Pengangkatan Risma sebagai Menteri Sosial Dinilai Cacat Hukum
Indonesia
Pengangkatan Risma sebagai Menteri Sosial Dinilai Cacat Hukum

Pasalnya, di waktu yang sama, Risma diketahui masih menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Rangkap jabatan juga diakui oleh Risma telah mendapat izin Presiden Jokowi.

Kasus Kesembuhan Harian COVID-19 Bertambah 32.615 Orang
Indonesia
Kasus Kesembuhan Harian COVID-19 Bertambah 32.615 Orang

Sementara itu, kasus sembuh bertambah 32.615 sehingga total yang sembuh menjadi 2.084.724 orang

[HOAKS Atau FAKTA]: Mengunyah Daun Sirih Bikin Sembuh Dari COVID-19
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Mengunyah Daun Sirih Bikin Sembuh Dari COVID-19

Dalam pembuatan antiseptik dari daun sirih juga perlu memerhatikan ukuran, dosis dan konsentrasi secara tepat, sehingga tidak menimbulkan resistensi.

Satpol PP DIY Bubarkan Acara Indonesia Scooter Festival
Indonesia
Satpol PP DIY Bubarkan Acara Indonesia Scooter Festival

Satpol PP DIY membubarkan acara Indonesia Scooter Festival yang digelar di salah satu mal, Jalan Lakda Adisutjipto.

Dua Pekan Kedepan, Jokowi Perintahkan Kampanye Masif Pakai Masker
Indonesia
Dua Pekan Kedepan, Jokowi Perintahkan Kampanye Masif Pakai Masker

Jokowi ingin melibatkan PKK untuk bisa membantu melakukan kampanye penggunaan masker

Pemprov DKI Raup Rp92 Juta Sanksi Denda Pelanggar PSBB Transisi
Indonesia
Pemprov DKI Raup Rp92 Juta Sanksi Denda Pelanggar PSBB Transisi

Satpol PP DKI Jakarta mengumpulkan uang sanksi denda sebesar Rp97.200.000 dari pelanggar protokol kesehatan selama PSBB transisi.