Satgas COVID-19 Bantah PPKM Mikro Bentuk Pelonggaran Aturan Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito. (ANTARA/Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional/pri.)

MerahPutih.com - Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro bukan semata-mata pelonggaran tanpa dasar.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan PPKM sebelumnya, upaya pembatasan makro saja bisa tidak tepat sasaran.

"Sehingga perlu menerapkan strategi baru yang lebih fokus pada pengendalian dalam skala mikro," katanya dalam siaran persnya, Rabu (10/2).

Baca Juga:

TNI Kerahkan Ribuan Babinsa Tegakan Prokes dan Tracing di PPKM Skala Mikro

Secara umum, perpanjangan PPKM berbasis mikro dan pembentukan Pos Komando (Posko) Tangguh COVID-19 berlaku efektif mulai 9 hingga 22 Februari 2021.

Hal tersebut diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro bersamaan dengan diaturnya PPKM kabupaten dan kota.

Pada prinsipnya aturan PPKM kabupaten dan kota pada Instruksi Mendagri tersebut masih sama dengan Instruksi Mendagri Nomor 1 dan 2.

Namun, terdapat beberapa poin berbeda pada aturan terbaru, di antaranya pembatasan pekerja yang work from office (WFO) atau bekerja dari kantor serta pengunjung restoran yang kapasitas maksimalnya berubah dari 25 menjadi 50 persen.

"Perlu saya tekankan bahwa perubahan aturan pembatasan yang dilakukan bukan semata-mata pelonggaran tanpa dasar," tegasnya.

Selanjutnya, dalam Instruksi Mendagri Nomor 3 juga terdapat mekanisme koordinasi pengawasan dan evaluasi PPKM mikro yang akan dilakukan oleh posko tingkat desa atau kelurahan dengan melibatkan ketua RT.

Termasuk linmas, babinsa, PKK, posyandu, dasawisma, tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, serta karang taruna.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Muchlis Jr/am.
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Muchlis Jr/am.

Selain itu, pemberlakuan kebijakan zonasi pengendalian wilayah hingga ke tingkat RT akan terbagi dalam empat jenis zonasi dengan skenario pengendalian yang menyesuaikan masing-masing zonasi, yakni zona hijau, kuning, oranye, dan zona merah.

Pada zona hijau, artinya wilayah tanpa kasus terkonfirmasi positif dengan skenario pengendalian surveilans aktif dan pemantauan rutin pada suspect.

Zona kuning, artinya wilayah dengan satu sampai lima kasus terkonfirmasi positif dalam tujuh hari terakhir.

Skenario pengendaliannya yaitu menemukan kasus suspect dan pelacakan kontak erat serta isolasi mandiri dan pengawasan ketat.

Sementara zona oranye berarti di wilayah tersebut terdapat kasus terkonfirmasi positif antara enam sampai 10 kasus selama tujuh hari terakhir.

Skenario pengendaliannya adalah menemukan suspect, isolasi mandiri dengan pengawasan ketat, isolasi mandiri dan penutupan rumah ibadah berikut tempat umum lainnya, kecuali yang menyangkut kegiatan esensial yang diatur dalam kebijakan PPKM mikro.

Baca Juga:

PKS Soroti Sanksi dan Testing COVID-19 Rendah saat PPKM

Sedangkan zona merah ialah wilayah dengan lebih dari 10 kasus terkonfirmasi positif selama tujuh hari terakhir dengan skenario pengendaliannya.

Yakni menemukan kasus suspect, penelusuran kontak erat, isolasi mandiri, pengawasan ketat, penutupan rumah ibadah serta tempat umum lainnya kecuali yang menyangkut kegiatan esensial.

Selain itu, juga ditambahkan dengan pelarangan kerumunan jika terdapat lebih dari tiga orang dan membatasi mobilitas keluar rumah di atas jam 20.00 serta meniadakan kegiatan sosial.

Untuk skenario pengendalian PPKM mikro akan dilakukan pos komando tingkat desa atau kelurahan dimana akan melakukan pendataan hingga ke tingkat RT/RW dan hasil olahan datanya ialah zonasi.

"Zonasi inilah yang akan menjadi dasar langkah pengendalian COVID-19 di masing-masing zona," kata Wiku. (Knu)

Baca Juga:

APPBI Solo Sebut Aturan PPKM di Daerah Bikin Ekonomi Sulit Pulih

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bagaimana Kans Andika Perkasa Jika Maju di Pilpres 2024?
Indonesia
Bagaimana Kans Andika Perkasa Jika Maju di Pilpres 2024?

"Kalau mau maju sebagai Capres, Andika masih harus mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya," ujar Karyono kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/11).

Kasus Senpi Ilegal, Kivlan Zen Dituntut 7 Bulan Penjara
Indonesia
Kasus Senpi Ilegal, Kivlan Zen Dituntut 7 Bulan Penjara

Mayjen (Purn) Kivlan Zen dituntut tujuh bulan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Ini Alasan Pemprov DKI Batal Pakai Monas Jadi Sirkuit Formula E
Indonesia
Ini Alasan Pemprov DKI Batal Pakai Monas Jadi Sirkuit Formula E

Pemprov DKI Jakarta membeberkan hingga akhirnya memutuskan untuk tidak menggunakan area Monumen Nasional (Monas) sebagai sirkuit perhelatan Formula E.

Airlangga Instruksikan Kader Golkar Bantu Pemerintah Tangani COVID-19
Indonesia
Airlangga Instruksikan Kader Golkar Bantu Pemerintah Tangani COVID-19

“Itu tugas yang perlu dilakukan oleh jajaran Partai Golkar, karena itu merupakan pertaruhan bangsa kita,” ucap Airlangga

Butuh Duit, Taliban Minta Bantuan Donor Internasional
Dunia
Butuh Duit, Taliban Minta Bantuan Donor Internasional

Taliban berharap, masyarakat internasional tidak mempolitisasi bantuan untuk Afghanistan.

Desa Harus Bangkit dengan Stimulus Dana Desa
Indonesia
Desa Harus Bangkit dengan Stimulus Dana Desa

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, La Nyalla Mattalitti, menegaskan bahwa desa harus bisa bangkit dengan adanya stimulus dana desa.

Sertifikat Vaksin dan Data Pribadi Jokowi Bocor, Roy Suryo Sentil BSSN dan Kominfo
Indonesia
Sertifikat Vaksin dan Data Pribadi Jokowi Bocor, Roy Suryo Sentil BSSN dan Kominfo

Roy sentil Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika seharusnya melakukan verifikasi terhadap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) bersama mitra-mitranya, karena mereka yang dipercaya memegang amanah data-data masyarakat.

Ini Pendapat Warga Soal Vaksin Dalam Negeri Nusantara
Indonesia
Ini Pendapat Warga Soal Vaksin Dalam Negeri Nusantara

Vaksin Nusantara yang diprakarsai mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat ini masih untuk kepentingan penelitian dan pelayanan.

[Hoaks atau Fakta]: Petugas Yang Kawal Sidang Rizieq Terbaring Sakit
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Petugas Yang Kawal Sidang Rizieq Terbaring Sakit

Selain itu, klaim bahwa petugas yang mengawal Rizieq di persidangan menyeret dan menganiaya Rizieq tidak terbukti.