Satgas COVID-19 Ajak Semua Orang Saling Mendukung Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo. (ANTARA/HO-Badan Nasional Penanggulangan Bencana)

MerahPutih.com - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengakui rumah sakit yang menangani pasien COVID-19 di Jakarta, memang sudah hampir penuh. Namun menurutnya, hal ini tak boleh membuat panik.

"Orang yang imunitasnya rendah akan dengan mudah terpapar COVID-19 karena daya tahan tubuhnya kurang," papar Doni Monardo dalam acara "Radio Bertanya, Doni Monardo Menjawab" yang digelar secara virtual di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (13/9).

"Jadi saya tegaskan lagi, kita harus saling mendukung, saling bersinergi, saling membantu memberikan informasi yang menimbulkan semangat," kata Doni.

Baca Juga:

Jelang PSBB Total Jakarta, Tambahan Kasus COVID Capai 3.636

Hal yang penting, menurut Doni, adalah koordinasi semua komponen di bidang kesehatan, termasuk pihak TNI yang mengelola RS Darurat Wisma Atlet.

Doni juga menegaskan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan jika memang kapasitas tempat tidur rumah sakit di Jakarta sudah penuh.

Menurut mantan Komandan Jenderal Kopassus ini, para pasien yang kondisinya sudah membaik akan dialihkan ke Rumah Sakit Wisma Atlet, agar tempat tidur di RS yang penuh bisa kembali diisi.

"Pihak RS Darurat Wisma Atlet siap dihubungi kapanpun. Sehingga bila ada RS yang kesulitan, mereka bisa memberikan informasi kepada RS Wisma Atlet agar bisa difasilitasi," papar Doni.

Kepala BNPN sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo. ANTARA/Komunikasi Kebencanaan BNPB/pri. (ANTARA/Komunikasi Kebencanaan BNPB)
Kepala BNPN sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo. ANTARA/Komunikasi Kebencanaan BNPB/pri. (ANTARA/Komunikasi Kebencanaan BNPB)

Sekarang ini, tambah Doni, yang dibutuhkan bangsa Indonesia adalah kebersamaan.

"Anda, saya, kita semua bisa menjadi ancaman bagi satu dengan yang lain kalau kita tidak hati-hati dan terpapar COVID-19," imbuhnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melanjutkan, penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai Senin 14 September hingga 14 hari ke depan. PSBB diterapkan dengan pengetatan di berbagai sektor.

"Kami merasa perlu untuk melakukan pengetatan. Agar pergerakan pertambahan kasus di Jakarta terkendali," kata Anies.

Baca Juga:

Bisnis Katering Gibran Dihantam COVID-19, Ratusan Konsumen Minta Reschedule

PSBB dengan pengetatan ini bercermin dari kondisi 12 hari terakhir. Selama 12 hari terakhir terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan.

"Itulah sebabnya kita perlu melakukan langkah ekstra bagi penanganan COVID-19 di Jakarta," kata Anies.

Langkah esktra yang dimaksud adalah membuat formulasi yang berbeda dengan masa transisi sebelumnya.

Anies mengatakan, formulasi PSBB untuk 14 hari ke depan adalah PSBB dengan pengetatan.

Detail PSBB dengan pengetatan diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020 menggantikan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang PSBB. (Knu)

Baca Juga:

Penyidik KPK Meninggal, Sempat Positif COVID-19



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH