Satgas BLBI Sita 2 Bidang Tanah di Jakarta Milik Obligor Kaharudin Ongko Proses penyitaan barang jaminan Kaharudin Ongko. (ANTARA/HO-Satgas BLBI)

MerahPutih.com - Satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terus melakukan upaya berkelanjutan memastikan pengembalian hak tagih negara melalui serangkaian upaya seperti pemblokiran, penyitaan, dan penjualan aset-aset obligor atau debitur yang merupakan barang jaminan maupun harta kekayaan lain yang dimiliki obligor/debitur yang selama ini telah mendapatkan dana BLBI.

Kali ini, Satgas BLBI menyita dua aset Irjanto Ongko terkait kewajiban kepada negara dari Penanggung Utang atau Obligor Kaharudin Ongko. Penyitaan ini dilakukan karena Kaharudin Ongko selaku penanggung utang kepada Negara belum menyelesaikan seluruh kewajibannya sebagai Obligor Bank Umum Nasional dan Bank Arya Panduarta. Kaharudin Ongko masih memiliki kewajiban selaku Obligor Bank Umum Nasional sebesar Rp 7,7 triliun.

Baca Juga:

Penegak Hukum Dapat Kejar Debitur BLBI Jika Ekstradisi Indonesia-Singapura Selesai Diratifikasi

"Ini belum termasuk biaya administrasi pengurusan piutang negara sebesar 10 persen," kata Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban dalam keterangan resmi, di Jakarta Rabu (23/3).

Selaku Obligor Bank Arya Panduarta, Kaharudin Ongko juga masih memiliki kewajiban sebesar Rp 359 miliar yang di dalamnya tidak termasuk biaya administrasi pengurusan piutang negara sebesar 10 persen.

Pelaksanaan penyitaan aset milik Irjanto Ongko selaku anak dari Kaharudin Ongko ini, dilakukan sesuai perjanjian Master Refinancing And Note Issuance Agreement (MRNIA) tanggal 18 Desember 1998 antara Kaharudin Ongko dan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Article 4.8 MRNIA menyatakan bahwa Kaharudin Ongko selaku Obligor atau pemegang saham menanggung kekurangan pembayaran kepada pemerintah sehingga pemegang saham harus mengungkapkan kepada pemerintah seluruh properti dan aset yang dimiliki atau dikendalikan oleh pemegang saham, anak-anak pemegang saham, orang tua pemegang saham dan pasangan pemegang saham.

Ia memaparkan, menutupi kekurangan pembayaran kepada pemerintah, sesuai Article 7.9 MRNIA, pemerintah menemukan bahwa pemegang saham telah gagal untuk sepenuhnya mengungkapkan properti atau aset sebagaimana dimaksud pada article 4.8 MRNIA.

"Sesuai MRNIA, pemerintah menetapkan harta milik Irjanto Ongko selaku anak dari Penanggung Utang atau Obligor Kaharudin Ongko sebagai jaminan untuk penyelesaian kewajiban obligor Kaharudin Ongko," katanya.

Aset tanah milik obligor BLBI disita Satgas. ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/Lmo/rwa.
Aset tanah milik obligor BLBI disita Satgas. ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/Lmo/rwa.

Ia menegaskan, proses pelaksanaan MRNIA terhadap Kaharudin Ongko telah dilakukan pada masa pengelolaan oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) maupun proses oleh pemerintah dengan penerbitan Surat Paksa sesuai Surat Paksa Nomor SP-1185/PUPNC.10/2008 tanggal 22 Agustus 2008.

Adapun kedua aset yang disita tersebut ialah sebidang tanah seluas 1.825 meter persegi di Kuningan Timur dan sebidang tanah seluas 1.047 meter persegi yang juga berada di Kuningan Timur beserta bangunan di atas.

Selanjutnya, pemerintah akan melanjutkan proses pengurusan kedua aset tersebut sesuai ketentuan perundang-undangan, yaitu dilakukannya penjualan secara terbuka (lelang) dan atau penyelesaian lainnya. (Knu)

Baca Juga:

Mabes Polri Sita Aset BLBI Rp 5,9 Triliun

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wagub DKI Tanggapi Mundurnya BW dari TGUPP
Indonesia
Wagub DKI Tanggapi Mundurnya BW dari TGUPP

Riza Patria menghormati keputusan BW yang memilih cabut dari TGUPP Gubernur Anies Baswedan.

Korban Gempa Pasaman Barat Mulai Terjangkit Penyakit
Indonesia
Korban Gempa Pasaman Barat Mulai Terjangkit Penyakit

Korban gempa bumi di Pasaman Barat, Sumatera Barat, mulai terjangkit penyakit. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi penyakit terbanyak dikeluhkan korban gempa bumi di kabupaten setempat.

Hasto Beberkan Isi Dialog Megawati, Cak Imin, dan Prabowo
Indonesia
Hasto Beberkan Isi Dialog Megawati, Cak Imin, dan Prabowo

Menurut Hasto, hubungan Megawati dengan Prabowo dan Cak Imin sendiri cukup baik dan cair.

Kejagung Persilakan Surya Darmadi Datang
Indonesia
Kejagung Persilakan Surya Darmadi Datang

Kejagung mempersilakan bos PT Duta Palma Group Surya Darmadi datang ke gedung bundar untuk mengikuti proses hukum.

Paus Emeritus Benediktus XVI Wafat di Usia 95 Tahun
Dunia
Pengesahan KUHP Diklaim Tidak Pengaruhi Kedatangan Wisatawan Asing
Indonesia
Pengesahan KUHP Diklaim Tidak Pengaruhi Kedatangan Wisatawan Asing

Menparekraf menyatakan telah menemui American Chamber of Commerce in Indonesia membahas sejumlah pasal dalam RKUHP.

Puncak Arus Balik Lebaran di Tol Serang - Rangkasbitung Diprediksi Minggu
Indonesia
Puncak Arus Balik Lebaran di Tol Serang - Rangkasbitung Diprediksi Minggu

Tol Serang - Panimbang sudah bisa digunakan untuk mudik Lebaran 2022, yaitu untuk jalur Serang - Rangkasbitung.

Di Bali, Spanyol Minta Tiongkok Gunakan Pengaruhnya Untuk Hentikan Perang
Dunia
Di Bali, Spanyol Minta Tiongkok Gunakan Pengaruhnya Untuk Hentikan Perang

Perdana menteri meminta presiden China agar menggunakan pengaruhnya sebagai kekuatan stabilisasi untuk mendorong Putin mengakhiri perang.

PDIP Sebut Drainase di Jakarta Buruk
Indonesia
PDIP Sebut Drainase di Jakarta Buruk

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono menilai, banjir yang kerap menggenangi jalanan di ibu kota disebabkan karena drainase yang buruk

Jokowi Larang Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng, Airlangga Perbolehkan Ekspor CPO dan RPO
Indonesia
Jokowi Larang Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng, Airlangga Perbolehkan Ekspor CPO dan RPO

Pelarangan ekspor sementara hanya berlaku pada minyak goreng atau Refined, Bleached, Deodorized Palm Olein (RBD Palm Olein)