Satgas Antimafia Bola Ungkap Peran Mbah Putih dalam Kasus Pengaturan Skor Logo PSSI

MerahPutih.com - Satgas Antimafia Bola mengungkapkan peran anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Dwi Irianto dalam kasus pengaturan skor Liga 2 dan Liga 3 musim 2019. Pria yang akrab disapa Mbah Putih itu berperan sebagai penerima suap.

"(Dwi Irianto) terima aliran dana dari pelapor," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta Sabtu (29/12)

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono. Foto: MP/Gomes

Argo mengatakan Satgas Antimafia Bola secara resmi menahan Dwi Irianto selama 20 hari guna penyidikan lebih lanjut di Polda Metro Jaya.

Satgas Antimafia Bola telah menetapkan empat tersangka untuk dugaan pengaturan skor pada Liga 2 dan Liga 3 pada musim 2018. Tersangka itu antara lain, Anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Johar Lin Eng, mantan Komisi Wasit Priyanto beserta anaknya Anik Yuni, dan anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto.

Keempat tersangka dijerat dengan pasal tindak pidana penipuan atau suap, dan pencucian uang, sebagaimana diatur Pasal 378 dan Pasal 372 KUH Pidana juncto Undang-Undang Nomor 11 Taun 1980 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Argo yang juga Ketua Satgas Antimafia Sepak Bola Polda Metro Jaya itu menjelaskan awalnya polisi menerima laporan dugaan pengaturan skor dari LI.

anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Dwi Irianto

Berdasarkan laporan itu, seperti dilansir Antara, anggota Satgas Antimafia Sepak Bola memeriksa sejumlah orang saksi kemudian gelar perkara untuk meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan.

Dari hasil gelar perkara, Satgas Antimafia Bola meringkus empat tersangka pengaturan skor pertandingan tim Liga 2 dan Liga 3. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH