Satgas Anti Mafia Tanah Diminta Tuntaskan Sengketa Lahan di Cakung Ilustrasi sertifikat tanah. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Tanah oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit menjadi momentum penuntasan kasus-kasus mafia tanah. Apalagi aksi mereka dianggal merugikan masyarakat.

Salah satu yang patut dikawal Satgas Anti Mafia Tanah adalah kasus penyerobotan tanah di Cakung, Jakarta Timur seluas 7 hektare yang masih menyisakan persoalan

Baca Juga

Polda Bentuk Satgas Anti Mafia Tanah

Pasalnya, pelaku BS yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) tak kunjung ditangkap meskipun keberadaannya saat ini telah diketahui tinggal di luar negeri.

IPW berharap, pengusutan kasus tersebut tidak diintervensi oleh pihak-pihak yang bermain. Terlebih, ia mendengar ada rencana untuk menghentikan atau SP3 kasus tersebut.

“Sekarang, Kapolda Metro (Irjen Fadil Imran) harus serius tangani kasus mafia tanah di Cakung. Jangan sampai tercoreng manuver oknum-oknum yang bermain,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane kepada wartawan di Jakarta, Jumat (5/3).

Gerak cepat Satgas Anti Mafia Tanah ini juga diharapkan dilakukan dalam menuntaskan kasus lahan Cakung yang tak kunjung menangkap aktor di balik sengketa tanah seluas 7 hektare tersebut.

Ilustrasi sertifikat tanah. Foto: Istimewa

Padahal, polisi menjalankan kasus tersebut sudah berjalan selama dua tahun dan polisi telah berkoordinasi dengan pihak Interpol untuk meringkus BS.

“Kasus ini harus dipastikan berjalan on the track. Tidak ada alasan untuk meng-SP3, apalagi sudah ada Satgas Anti Mafia Tanah,” tegas Neta.

Selain itu dirinya juga meminta para awak media untuk mengawal kasus pemalsuan akta autentik di Cakung, Jakarta Timur sebagaimana fungsi media sesuai dengan UU.

“Peran pers sangat penting untuk mengkontrol dam mengawasi kasus ini agar tetap pada koridor hukum dan tidak ada yang melakukan intervensi kepada penegak hukum dan lainnya,” pungkasnya.

Konflik tanah ini terjadi antara pelapor AH dan BS. Kasus lain juga menimpa EK dengan modus operandi yang sama, namun BS menggunakan nama PT PS dengan pelaku di lapangan orang yang sama dengan kasus AH.

Dan diketahui banyak lahan BS yang bermasalah dan sebagian besar menimpa rakyat kecil dengan modus yang sama dan mengunakan nama PT yang berbeda – beda.

Polda Metro Jaya sudah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka dan masuk persidangan. (Knu)

Baca Juga

Kapolda Metro Pastikan Sindikat Mafia Tanah di Ibu Kota Bakal Diberantas

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KKB Papua Bakal Berhadapan dengan Polwan Brimob Tangguh
Indonesia
KKB Papua Bakal Berhadapan dengan Polwan Brimob Tangguh

Korps Brimob Polri menerjunkan enam polisi wanita (polwan) untuk bergabung Operasi Satgas Nemangkawi di Papua.

Hamas Minta Biden Batalkan Kebijakan Trump di Palestina
Dunia
Hamas Minta Biden Batalkan Kebijakan Trump di Palestina

Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mendesak presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden untuk membatalkan apa yang disebut dengan solusi ala Presiden Donald Trump "kesepakatan abad ini".

41 Napi Tewas di Lapas, Kebijakan Menangani Kejahatan Ringan Harus Diubah
Indonesia
41 Napi Tewas di Lapas, Kebijakan Menangani Kejahatan Ringan Harus Diubah

"Kapasitas penjara yang terbatas dengan jumlah penghuni yang berlebihan adalah akar masalah serius dalam system peradilan pidana di Indonesia," papar Usman.

32 Titik Wisata Pulau Seribu Kembali Dibuka
Indonesia
32 Titik Wisata Pulau Seribu Kembali Dibuka

Sebanyak 32 titik wisata di Kepulauan Seribu kembali dibuka dengan kapasitas per hari mencapai 25 persen dari total perkiraan jumlah pengunjung yang diizinkan sekitar 5.725 orang.

Penambahan Kasus COVID-19 Makin Dikit, Hari Ini Capai 4 Ribuan
Indonesia
Penambahan Kasus COVID-19 Makin Dikit, Hari Ini Capai 4 Ribuan

Kasus sembuh dari COVID-19 bertambah 13.049 pada Senin (6/9).

Eks Bupati Kukar Rita Widyasari Akui Kenal AKP Robin dari Azis Syamsuddin
Indonesia
Eks Bupati Kukar Rita Widyasari Akui Kenal AKP Robin dari Azis Syamsuddin

Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari mengakui mengenal mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKP Stepanus Robin Pattuju dari eks Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.

Pengamat Nilai Rotasi Pati Polri Harusnya Dilakukan dengan Penilaian Objektif
Indonesia
Pimpinan MPR dari PKS Minta Hakim Bijak Ambil Sikap Soal Rizieq
Indonesia
Pimpinan MPR dari PKS Minta Hakim Bijak Ambil Sikap Soal Rizieq

Rizieq diperpanjang penahannya dalam kasus permohonan banding atas putusan kasus tes Swab Rumah Sakit Ummi

Lulus Diklat Bela Negara, 18 Pegawai KPK Diusulkan Jadi ASN
Indonesia
Lulus Diklat Bela Negara, 18 Pegawai KPK Diusulkan Jadi ASN

Sebanyak 18 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi dinyatakan selesai dan lulus menjalani pendidikan dan pelatihan bela negara yang berlangsung di Universitas Pertahanan.

Naikkan Peluang di Pipres 2024, Golkar Susun Strategi Dongkrak Elektabilitas Airlangga
Indonesia
Naikkan Peluang di Pipres 2024, Golkar Susun Strategi Dongkrak Elektabilitas Airlangga

Partai politik memanaskan mesin untuk menghadapi Pemilu dan Pilpres 2024.